Cara Lolos dari Operasi Ambeien

Ini sebenarnya adalah pengalaman pribadi. Sekitar Mei 2013 , saya kehilangan kendali terhadap pencernaan dan perilaku aktivitas sehingga terkena penyakit Ambein atau Wasir.  Puncaknya stadium 4, grade wasir itu. Yakni varises membesar di sekitar anus dan tidak bisa mengecil lagi. Lalu klep anus senang menghirup udara luar dan tidak pernah ingin masuk kembali. Bahkan dipaksa halus dengan sabun atau minyak bahkan Aloe vera (lidah buaya) juga gak bergeming. Parahnya menjadi lecet-lecet , kulit arinya mengelupas bagai kecelakaan kecil terantuk jalan aspal. Di sinilah kepanikan terjadi. Bagaimana makannya? Bagaimana BAB nya? Bagaimana duduk di kursi?(sampai saya beli ban dalam vespa ).  Bagaimana aktivitas kesehariannya? Semua kacau, gundah gulana , stres cenderung putus asa. Sebab jalan pintas biasanya operasi. Ala mak! Habis dah bolku nanti. Klep pengatur pintu keluar bakalan rusak diobok-obok pisau dokter bedah. Gak mau, ah….!

Ditengah kekacauan ini, banyak macam saran obat dan ramuan herbal dari teman aku jalani. Syukurlah ada kepedulian teman-teman  sekantor dan sepergaulan , antaranya Bapak Kaprawi (dengan Clorophilnya) ,  Bapak Dewa Nyoman Tastra  dan Pak Agus B  serta yang lain yang tidak bisa disebutkan satu per satu.(Terima kasih Pak! Jasa Bapak-bapak terkenang selalu) yang menyarankan  untuk terapi wasir ke dokter ( bukan di bedah lho). Menarik, akhirnya  jadilah saya diantar ke dokter yang buka praktek di kota Klungkung (lebih kurang 150 Km dari tempat tinggalku). Aduh , biyung di mobil gak bisa juga ngintip-ngintip jendela mobil sebab aku harus tiduran sepanjang jalan. Tidur miring lagi. Gimana gak miring , itu telor ayam nempel terus di pantat. Suakit……..Mak! Jalani saja demi sukses tidak dibedah, ingat lagunya Jamrud ” ..berakit-rakit ke hulu ……mati kemudian! ” (Ah, jangan ah…) .

Jadilah diberi obat terapi untuk masa seminggu. Habis obat itu harus balik lagi. Hemmmm, lumayan untuk guru yang hidup pas-pasan ini. Satu amplop plastik macam ragam obat + suntik , 650 ribu rupiah. Yang kedua 550 ribu saja. Aduh kalau sepuluh kali balik , berapa ya? Apa gak berjutjut….

Yang menarik penjelasan dokter Edi (begitu papan namanya) bahwa BAB itu ada 3 tipe. Satu, tipe tahi kambing. Mrongkol-mrongkol bahasa Prancisnya bentuk Granule. BAB yang semacam ini haram bagi penderita Wasir. Akan sakit luar biasa bila BAB. Pengalamanku, EEK yang begini membuat sengsara setengah hampir mati. Perut melilit,  badan keringat dingin, duduk di WC jongkok BOL tambah mekar sedangkan si dia emoh keluar. Aduh…tobat Gusti!!!!!!!! Yang kedua, tipe cairan. BAB nya mencair atau yang lebih populer MENCRET , yang gini ini juga haram bagi wasir stadium 4 apalagi lecet-lecet. Bisa menjadi infeksi sebab kontaminasi kuman. Tapi gak sampai dikudeta hati kok (he,,he…ingat si Vicky). Tipe ketiga, ini yang dianjurkan untuk halal dikeluarkan penderita wasir, yakni tipe SOSIS. Lembut, lunak tidak cair juga tidak kental banget….ya….enak lah kalau dikeluarkan .Nyaris tak terdengar !

gelas-airDari sinilah , saya baru ingat bahwa beberapa tahun sebelum terkena wasir ini saya pernah menerapkan terapi air yang konon bisa menerapi 55 macam penyakit. Terapi apa itu?

Kita harus minum air bening ( yang kata orang air putih, kataku air putih itu SUSU …he..he..) sebanyak 7 gelas setelah bangun pagi. Caranya : Begitu bangun pagi, belum gosok gigi, belum makan apa-apa, belum merokok, dan lain-lain ………….langsung saja ambil gelas lalu tuang air sepenuh gelas dan glek…glek….satu, dua, tiga, empat, lima, enam, dan tujuh.Selesai! Simpel, khan? Lakukan setiap hari sehingga menjadi kebiasaan sampai kapan pun (kecuali mati) .He…he…kalau Anda mau coba monggo, namun bila gak bisa langsung 7, ya ditahap dulu. Hari ini 2, besok 3, lusa 4 dst!

Suerrrrr! Terapi inilah yang sesungguhnya membuat wasir saya emoh keluar lagi. Sedang obat yang dari dokter tadi  juga membantu mengecilkan…mengecilkan….mengecilkan lalu masuk dengan sendirinya. Alhamdulillah, terapi air ini sudah saya uji coba dengan cara TES CASE makan minum sembarangan lagi ( Padahal ,  kata orang kalau sudah pernah terkena wasir- jangan makan minum sembarangan lagi).

Dua minggu setelah klep anus masuk lagi, saya masih jaga pola makan. Namun, mulai  bulan Juli, saya  Start  makan Bakso, Mie ayam, Sate, gule,sambel deesbe ( padahal disaat panik dulu – gak bakalan makan sembarangan ….gombal) .Yang paling ekstrem pedas adalah BETUTU GILIMANUK. Masakan ini pun sudah saya coba 3 kali sampai bulan November 2013. It’s no problem….verry well...KLEP anus tetap nyaman di dalam. Dengan terapi air setiap pagi, BAB nggak usah ngeden tapi lancar jaya seperti ada yang mendorong dari dalam…….(mobil mogok kali).

Emang …TERAPI AIR …tokcer! Anus  jadi aman , makan jadi nyaman! Horeeeee….NO OPERASI! ALHAMDU….LILLAH!

Tags: , ,

8 Comments to “Cara Lolos dari Operasi Ambeien”

  1. Maaf pak, kalau boleh saya tahu berapa kali bapak periksa ke Dr.Edi ?
    Trs itu terapi airnya gelas kecil atau gelas besar?

  2. Swastiastu pak. Kira kira thn berapa bpk berobat ke sana. Sekarang ap masih prakteknya di sana? Suksma..

  3. Saya jg menderita wasir stadium 4 nih pak&sdg hamil.pgn nya operasi safute(laser 15 mnt) di jl.imam bonjol, tp biaya 7 jt.jd saya mikir lg deh.yg mo sy tanyakan bpk kan smbuh terapi air di th 2013.apakah skrg msh baik2 saja?apa benar2 tdk kambuh lg?

  4. pak apa bisa minta alamat lengkap serta ancer2 dr Edi santoso?
    Mohon informasinya ya terima kasih🙂

Tinggalkan Komentar Ya!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: