Wukuf Penentu Haji Mabrur

Inilah Penentu Sah/Tidak Haji

Wukuf adalah kegiatan utama dalam ibadah haji. Bahkan, inti ibadah haji adalah wukuf di Padang Arafah. Bila dalam rangkaian kegiatan haji jamaah tidak dapat melaksanakan wukuf dengan baik, maka tidak sah ibadah hajinya. Wukuf dilaksanakan hanya pada satu hari (siang hari) pada tanggal 9Dzulhijjah pada penanggalan Hijriyah. Cara pelaksanaan ibadah wukuf ini adalah dengan berdiam diri (dan berdoa) di padang luas di sebelah timur luar kota MekkahArab Saudi. ( http://id.wikipedia.org/wiki/Wukuf)

Kalau dicermati hakikat Wukuf , maka sangatlah urgen , mendasar dan vital. Berhaji tanpa wukuf batal. Prosesi yang lain telah dijalani oleh jamaah haji, wukuf tidak maka tidaklah bisa disebut berhaji. Demikian vitalnya sebuah wukuf, apakah kita sepelekan?

Inilah yang perlu dikaji lebih dalam sebelum orang berhaji. Ibarat suatu pertandingan  yang akan menentukan mati dan hidupnya sang Atlet.  Tentu akan berlatih sangat keras dan disiplin tinggi. Sebab saat pertandingan kalau kalah maka kematian yang dia dapat.  Sang atlet mau bertanding renang di Lautan Arab Saudi, pasti dia akan berlatih keras di lautan Indonesia terlebih dahulu( karena atlet Indonesia). Berbekal kemampuan maksimal dalam latihan dan dirasa mampu bertanding maka berangkatlah ke Lautan Arab Saudi untuk tanding berenang. Hasilnya , bisa berenang di sana. Sebaliknya tanpa bekal yang pasti jangan harap bisa berenang di sana.

Begitu pentingnya sampai turun Surat al-Maa’idah ayat 3 menyataan telah sempurna dan lengkapnya ajaran Islam yang disampaikan Allah SWT melalui Muhammad saw. Firman Allah SWT : “..Pada hari ini telah Ku-sempurnakan untuk kamu agamamu dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku dan telah Ku-ridhai Islam itu menjadi agama bagimu….” (Al-Maa’idah:3).

Bahkan Sabda Rasullullah saw : “Di antara berbagai jenis dosa, ada dosa yang tidak akan tertebus kecuali dengan melakukan wukuf di Arafah” (disinadkan oleh Ja’far bin Muhammad sampai kepada Rasulullah saw).

Nah, super penting, khan? Apakah masih menyepelekan? Mestinya belajar dulu yang rajin, serius dan intensif di tempat baru bertanding di sana. Insyaallah menang. Inilah bekal mampu itu. Lahir dan batin. Duit ya, wukuf ya. Mabrurlah ! Amin

Tags:

Tinggalkan Komentar Ya!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: