Mak, Aku Kangen!

Semoga Mamak dan Bapak bersamaNya.

Dalam istilah bahasa kata INDUK  muncul ketika menjelaskan anak kalimat dan INDUK kalimat. Maka peribahasa mengatakan kepada orang yang sedang kebingungan seperti AYAM KEHILANGAN INDUK. Wal Hasil Presiden AS dalam kunjungan ke suatu negara akan di bac up  KAPAL INDUK. Ini sebuah ketakutan atau sebagai prosedur, dua-duanya tipis membedakannya. Di sisi lain ketika menjadi siswa ,jangan sampai tidak punya nomor INDUK. Bisa-bisa tidak bisa ikut ujian !

Apa sih , makna INDUK itu?

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia versi digitalnya , induk bisa berarti : 1. Ibu ( terutama tentang binatang ): emak – ayam; 2. ling konstituen terpenting dl kontruksi modifikasi yang berkemampuan menempati fungsi sintaksis yang sama dengan seluruh kontruksi itu ; 3. yang terutama, yang menjadi pokok  atau pangkal yang menjadi asal; 4. inti ; pati;bibit; biang; 5. pusat (yang menjadi penyatu bagian, cabang, dsb).

Lalu pertanyaannya : Mengapa tidak diistilahkan dengan kata BAPAK? BAPAK kalimat!  Seperti ayam kehilangan BAPAK! Kapal BAPAK Amerika Serikat! Atau nomor BAPAK ! Jawabannya : terdengar aneh , ganjil, tidak lazim dan menyimpang dari urgensi makna. Sebab BAPAK bukanlah INDUK atau EMAK atau IBU. BAPAK tidaklah sama dengan IBU.

Urgensi maknanya bahwa IBU adalah lebih segalanya daripada bapak. Benih tertanam dalam rahim ibu, inilah awalnya. Belum pernah terjadi sebaliknya. Lalu fase tertentu sang ibu sudah mual-mual( sakit  ngidam/craving of pregnant wooman for special food ) .Berbula-bulan  Sang ibu kemana-mana membawa beban berat. Sementara BAPAK dengan santainya mengelus-elus punggung ayam ( yang senang  ayam ), tak hirau. Lalu IBU mengerang kesakitan ketika akan melahirkan, bagai disayat-sayat belah sembilu. Perjuangan antara hidup dan mati.( Si BAPAK masih dengan ayamnya). Maka sang IBU dengan bersusah payah menyusui, merawat, menjaga, memandikan,mengganti popok dan baju si cabang bayi sampai bisa madiri menjadi anak-anak. Tetap kasih sayang  Sang Ibu sepanjang masa. Setiap hari IBU memasakkan , menyuapi, memperhatikan si anak sampai remaja. Si BAPAK masih dengan hobinya, AYAM!

Pantas, SYURGA berada di telapak kaki IBU bukan ditelapak kaki BAPAK. Sebab telapak kaki bapak penuh dengan TAHI AYAM!

“SELAMAT HARI IBU, SEMOGA PARA IBU BAHAGIA DI DUNIA DAN AKHIRAT!” Emak, aku kangen!

Tags:

Tinggalkan Komentar Ya!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: