Pake Sarung Nonkrong di Warung, Pake Sorban Jadi Beban

Ini bukan tentang Islam mulia raya,karena  Islam bukanlah sarung bukanlah sorban.Islam adalah hati yang mulia.Akhlak yang baik.Kedamaian.

Ini tentang budaya.Adat kebiasaan manusia yang berbeda-beda.Di sini ada budaya pakai  sarung pakai kopiah hitam,pakai blangkon  sudah bisa sembahyang. Nongkrong di warung,makan pete juga jadi.Tanpa beban,tanpa jaim. Di padang pasir pakai sorban,gamis dan cadar penutup cuaca panas dan dingin yang silih berganti. Naik kuda ataupun keledai , pakai sorban bisa jadi. Seorang nabi seorang majusi pakai sorban itu sudah biasa. Bahkan Abu Jahal pun pasti pakai sorban.Tak mungkin telanjang.

Tapi ketika Muhammad,orang yang membawa ruh Islam dihadirkan ke dunia Arab-yang konon telah menjadi jahiliah lagi,setelah nabi-nabi sebelumnya membawa ruh Islam,maka sorban sudah menjadi tradisi Arab.Jadilah nabi Muhammad juga pakai sorban.Apalagi setelah mendapat wahyu tentang aurat laki dan perempuan,ternyata sorban mewujudkan itu.

Tentu kita paham bahwa yang digaris bawahi adalah auratnya bukan sorban atau gamisnya. Andai saat itu di tanah Arab ,blangkon sudah menjadi adat busana Arabic,lalu sang nabi meyatakan lolos sensor maka nabipun pakai blangkon. Niscaya blangkon menjadi penutup aurat yang nyaman saat itu.

Tentang kebiasaan ini terkadang membuat manusia plong dan tidak terbeban dalam menjalankannya.Sebaliknya bila tidak terbiasa ,pada perasaan penguna ada nalar yang aneh bahkan akan membias menjadi niat yang adigung adiguna.Sikap mental yang cenderung senang tampil beda.Biar wah,biar lain dari yang lain,atau apa itu ..ya…ekslusif. Contoh, seorang jamaah yang sehari-harinya biasa berjamaah dengan pakaian baju takwa/ngoko saja. Yang lain juga demikian. Tiba-tiba saja  tanpa sebab yang pasti pakai sorban, pakai ikat kepala hitam ala Timur tengah di tengah kerumunan jamaah yang berbaju taqwa. Aneh terasa, khan?

Demikian pula, bila dipaksakan kaum laki-laki berjenggot dan berjambang lebat agar kearab-araban plus pakaian timur tengah jalan hilir mudik kesana-kesini, padahal dianya wong ndeso ,wong Indonesia yang banyak bekerja di sawah, apa kata dunia?

Nah, kanehan semacam itu bisa membuat pelakunya was-was, ini lillahi ta ala ataukah karena ingin dipuji, atau ingin tampil beda. Satu sudut kelemahan bila kita di luar kebiasaan. Bila karena Allah maka memang tanpa tendensi apa-apa. Tapi ya untuk apa beraneh-aneh kalau budaya yang biasa kita terapkan nyatanya tidak bertentangan dengan perintah menutup aurat. Lha, iya yang penting khan menutup aurat bukan karena sorban, sarung, ataupun kopiahnya. Tergantung kebiasaan mana yang kita adatkan. Orang Arab sono, kalau kita ojok-ojoki ( dipaksa-paksa) pakai sarung dan kopiah ya pasti aneh dan tak nyaman. Masak di negerinya sana- yang lain pakai sorban gamis – lha dia pakai sarung dan blangkon ? Aneh khan! Dan jelas tak nyaman untuk daerah padang pasir.

Perlu dicatat juga bahwa Islam itu bukan bangsa Arab. Wow, keliru besar…apa kata Gayus? Islam itu tidak identik dengan bangsa Arab dan Arab tidak identik dengan Islam. Adapun Nabi Muhammad bin Abdullah keturunan Arab itu ya. Tapi bukan berarti  Islam itu milik beliau dan keturunannya. Memangnya Tuhan itu bisa dimonopoli milik siapa? Coba di cek syahadat kita aja : …………….Muhammadurrasululloh.Bukan ….Muhammad bin Adullah ….!

Ya, wis-wis! Ternyata disebut  Islam itu bukan karena bangsanya, pakaiannya, jengotnya , hartanya, kerajaannya . Tapi Islam itu karena sendi hatinya bersandarkan pada keikhlasan mendudukkan Nur Allah sehingga seluruh rongga qalbunya bersemayam cahaya Allah lalu bermanifestasi kedalam sisi fisiknya yang menerima suruh dan cegahNya. Ikhlas dan Ridho.

Nah, ada dua sisi simpulannya.Pertama, batiniahnya. Ini mutlak tanpa toleransi harus berkekalan beserta dengan Allah. Agar hati tidak emosi dan ditumpangi iblis. Bukankah Allah beserta dengan orang yang sabar( tidak mendahulukan emosi). Jadi orang yang marah-marah, emosi sudah pasti Iblis penuntunnya meskipun dianya teriak Allahu akbar (apalagi sambil mentongi orang lain).  Kedua, badaniahnya. Ini mutlak ada toleransi. Gak ada air, ya tayamum. Gak bisa solat normal, ya duduk atau terbaring. Gak bisa puasa normal ya puasa tunda, bahkan fidyah. Gak sanggup naik haji ya…sudahlah…

Indah bukan….Islam itu indah ,damai  ,toleran .Islam itu (mestinya) jauh dari kesan kasar , beringas , keji serta tidak beradab. Tebarkanlah akhlaqul karimah (sopan santun,adab etika) ke seluruh semesta bila memang pengikut Muhammad SAW. Islam adalah rahmat sekalian alam. Amin.

 

 

 

3 Comments to “Pake Sarung Nonkrong di Warung, Pake Sorban Jadi Beban”

  1. Kekuatan FreeMason Yahudi bermain di balik aksi Anggodo, Gayus, Silo, dll.?
    Semua orang sepertinya berusaha untuk saling menutupi agar kedok anggota mafia FreeMason utamanya tidak sampai terbongkar.
    Jika memang benar demikian, maka tidak akan ada yang bisa menangkap dan mengadili Gembong tersebut -di dunia ini- selain Mahkamah Khilafah!
    Mari Bersatu, tegakkan Khilafah!
    Mari hancurkan Sistem Jahiliyah dan terapkan Sistem Islam, mulai dari keluarga kita sendiri!

  2. Mau taya apakah Muhammad itu nabi setan terakhir…?

    Karena moralnya menyebabkan pertayaan seperti ini,
    Membunuh, berzinah, merampok, merampas isrti anak angkatnya, pendusta terbesar di abat ke 7 sampai saat ini semua muslim moral sama dengan nabinya…?

    • Kalau anda mengatakan hal itu berarti nabi yang lain adalah setan ke sekian! Termasuk Isa bin Maryam.Padahal beliau-beliau kekasih Allah! Mengapa tidak menunjuk diri sendiri saja bahwa kita adalah setan terakhir karena masih hidup sampai sekarang.Taruhlah para nabi seperti yang anda nyatakan, tapi beliau sudah wafat berarti telah berakhir.Sementara anda masih hidup sampai sekarang,dan setan masih hidup sampai akhir jaman.Maka diri andalah yang setan , bahkan mungkin saya.Karena hakikat setan adalah nafsu yang jahat yang bercokol di hati manusia. Nafsu untuk mengatakan orang lain jahat adalah setan.Terbukti pada anda.Semoga tidak pada saya. Mohon maaf lahir batin! Jangan setani hati kita dari nafsu.Apalagi ini bulan puasa! Trims

Tinggalkan Komentar Ya!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: