Muhammad bin Abdullah, Yes! Muhammad Rasulullah, No!

Tidak menutup kemungkinan, anak yang lahir pada jaman kini berkarakter kekinian. Lahir di era digital, cukup asupan gizi, fasilitas mumpuni akan membuat anak pintar di luar perkiraan. Maka pertanyaan jenius yang sekaligus menguji orang tua atau masyarakat akan keluar dari mulut mereka. Misal, Ma katanya manusia adalah ciptaan Tuhan, tapi kok keluar dari perut Mama? Apa Tuhan ada di dalam perut Mama?  Atau Pa, Nabi Muhammad kan punya wajah, lalu mengapa tidak boleh digambar? Hem….m…mm…masuk akal, ya!

Sesunggunhnya, nalar itu tidak salah. Bahwa Nabi Muhammad adalah seorang manusia itu benar. Dia dilahirkan oleh seorang Ibu yang bernama Siti Aminah adalah fakta. Dia memiliki seorang bapak ,bernama Adullah adalah sejarah. Setiap manusia yang dilahirkan ke dunia pasti memiliki wajah, kecuali cacat, itu pasti. Muhammad bin Abdullah terlahir sempurna (tidak cacat) maka pasti memiliki fisik dan wajah . Lalu apa masalahnya, jika saat beliau lahir tumbuh menjadi anak-anak, besar, remaja lalu dewasa digambarkan fisiknya  sebagai bagian dari momen aktivitas. Sebagai kenangan dan dokumentasi, misalnya, sebagaimana layaknya dilakukan masyarakat!

Memang secara kebetulan empat belas abad yang lampau – ketika Muhammad hidup- belum ada teknologi jepret-jepret foto. Paling banter hanya teknik sketsa sederhana pada pelepah kurma atau pahatan patung perupa sebagaimana seninya di jaman  Namruz, rajanya nabi Ibrahim. Andai, teknologi pengambil gambar sudah maju- macam sekarang- pasti foto Muhammad bin Abdullah tidak langka. Bahkan bisa terpampang dengan besar ditembok dirumah kaum muslim sebab cintanya kepada beliau. Analoginya, banyak foto para kyai, syech ataupun gambar para wali menghiasi dinding rumah. No, problem tuh!  It’s ok !

Kedudukan Muhammad bin Abdullah juga tidak terlepas sebagai Muhammad Rasulullah. Tentang ini Nabi Adam pernah mohon ampun sebab dosanya. Nabi Adam  merajuk berkali-kali tidak diampuni karena begitu berat dan besarnya dosa. Namun setelah memohon ampun atas hak Muhammad, Allah mengampuni Adam. Luar biasa ! Siapakah Dia? Yang marahnya Allah lunak karena Dia? Yang terciptanya dunia ini  karena Dia? Yang tangan Allah di atas tanganNya? Yang kasihnya Allah karena Dia? Yang menjadi rahmat sekalian alam? Dia lah (bukan beliau lah) Muhammad Rasululloh!  Allohumma Solli ala Muhammad!

Bagaimana rupaNya, wajahNya? Wallo hu a’lam! Sebab sebelum Muhammad bin Abdullah ada , Dia telah ada. Setelah Muhammad bin Abdullah wafat, Dia pun tetap ada( Ingat : Rahmatan lil alamin/ Rahmadt sekalian alam). Sareang bedeh kakaknah, bungsoh bede aleknah ( peribahasa Madura)

Ilustrasi : 

Apakah warna setrum dalam kabel listrik itu? No colour ( gaib). Tapi apakah warna lampu neon itu?   Yes: red, green, yellow or white, etc!Ini adalah fakta dan tidak gaib.  Hem…mmm..mmmmmmmmmmmmm!

Tinggalkan Komentar Ya!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: