Posts tagged ‘alquran’

5 May 2013

Database (Al-Qur’an ) Yang Dilalaikan

Dalam postingan terdahulu diuraikan  bahwa   Surat 26, Asy Syu’araa’ ayat 192 – 195 menyatakan   : “ Dan sesungguhnya Al Qur’an ini benar-benar diturunkan oleh Tuhan semesta alam, dia dibawa turun oleh Ar-Ruh Al Amin (Jibril), ke dalam hatimu (Muhammad) agar kamu menjadi salah seorang di antara orang-orang yang memberi peringatan, dengan bahasa Arab yang jelas”. (https://paktris.wordpress.com/2013/04/30/paradigma-aneh-orang-islam-awam/)

Lalu dalam sejarah Islam dimengerti bahwa dari wahyu yang turun ke hati Muhammad itu (dalam dada)  lalu diwujudkan ke luar dada dalam bentuk PRINT OUT  ( maaf mengadopsi istilah komputer) yang berupa batu, kayu-kayuan, tulang belulang Onta, dan pelepah kurma yang ditulis oleh para sahabatnya.Perkembangan selanjutnya Print Out ini ada dalam bentuk Lembaran(Mushaf). Bentuk populer dikemudian hari bahkan sampai sekarang Print Out Al-Quran ini berupa lembaran kertas yang dijilid yang disebut Kitab (buku ) Al-Quran.

Dengan demikian dapat saya ibaratkan bahwa :

1. Yang ada dalam dada Muhammad ( yang dibawa dan dimasukkan oleh Jibril A. S  itu)  bisa disebut database (Al-Quran ) . Bentuk dan wujudnya Wallo hu a’lam, yang jelas bahwa informasinya dibawa oleh Ar-Ruh Al Amin (Jibril). Tentu ruh tidak akan membawa benda berupa batu, kayu, tulang dan pelepah kurma. Ruh itu , yang sangat halus dimensinya tentu akan membawa benda yang juga halus dimensinya. Artinya, database Al-Qur’an yang dimasukkan ke dalam dada Muhammad itu berbentuk halus, tidak fisik namun berada dalam dimensi metafisik.

Database dalam bentuk inilah (Al-Qur’an Metafisik) yang disebut oleh H. R Abu Syuraih Al Khuja’i : ” Bahwasanya Al Qur’an satu ujungnya di tangan Allah dan satu lagi di tangan kamu (Muhammad) maka peganglah kuat-kuat akan dia “. Sehingga tidak bisa orang sembarangan yang bisa mengaksesnya. Mereka harus disucikan sebelum mengaksesnya. Bunyi Surat Al Waqi’ah , ayat 77 – 79 : ” Sesungguhnya Al Qur’an ini adalah bacaan yang sangat mulia, pada kitab yang terpelihara (Lohmahfuz), tidak menyentuhnya kecuali hamba-hamba yang disucikan “. 

Al Qur’an yang beginilah yang dikatakan dalam Surat Arr Ra’ad, ayat 31 : ” Dan sekiranya ada suatu bacaan (kitab suci) yang dengan bacaan itu gunung-gunung dapat digoncangkan atau bumi jadi terbelah atau oleh karenanya orang-orang yang sudah mati dapat berbicara, (tentu Al Qur’an itulah dia). Sebenarnya segala itu adalah kepunyaan Allah. Maka tidakkah orang-orang yang beriman itu mengetahui bahwa seandainya Allah menghendaki (semua manusia beriman), tentu Allah memberi petunjuk kepada manusia semuanya. Dan orang-orang yang kafir senantiasa ditimpa bencana disebabkan perbuatan mereka sendiri atau bencana itu terjadi dekat tempat kediaman mereka, sehingga datanglah janji Allah. Sesungguhnya Allah tidak menyalahi janji “.

Al Qur’an yang metafisik inilah yang sesuai dengan Surat Al Hasyir, ayat 21 : ”  Kalau sekiranya Kami menurunkan Al Qur’an ini kepada sebuah gunung, pasti kamu akan melihatnya tunduk terpecah belah disebabkan takut kepada Allah. Dan perumpamaan-perumpamaan itu Kami buat untuk manusia supaya mereka berpikir “. 

2. Yang  ada di luar dada (hati ) Muhammad adalah PRINT OUT (cetakan luar) baik yang di batu, kayu-kayuan, Mushaf, Jilid Kertas (Buku) , dsb. Yang begini rupanya ini , mustahil ( tidak masuk akal ) kalau satu ujungnya di tangan Allah, satu di tangan Muhammad. Bertentangan juga dengan isi Al Waqi’ah , yakni tidak bisa disentuh kecuali bagi orang yang disucikan. Akal sehat kita menyatakan PRINT OUT ( baca : kitab / buku Al -Qur’an ) bisa saja dipegang oleh siapapun termasuk orang kafir. (Ingat kasus Terry Jones dan Bob Old , yang  membakar Kitab Al-Qur’an di Amerika). Apalagi kalau print out itu diletakkan di atas gunung, maka bukan gunungnya yang pecah, namun cetakan luar  Qur’an itu yang hancur dimakan rayap! Bagaimana ini?

Saya tidak menomorduakan  Al Qur’an ( berbentuk PRINT OUT itu)  , namun jangan dilalaikan ( harus dan harus dicari ) yang berbentuk database itu. Ibaratnya dalam perburuan  harta karun , penting ada PRINT OUT ( lembaran peta) , namun tujuan akhirnya memperoleh hartanya ,khan? Bagaimana kita bisa menuju ke tempat rahasia harta karun kalau tidak membawa dan membaca petanya. Sebaliknya, apa gunanya peta kalau tidak ketemu hartanya? Ketemukan DATABASE AL QUR’AN DENGAN MEMBACA PETUNJUK DALAM PRINT OUT AL QUR’AN!

Konklusi:

Sepeninggal Nabi Muhammad:

Siapa saja yang mencari teladan, teladanilah para sahabat Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam. Karena merekalah orang yang paling baik hatinya diantara umat ini, paling mendalam ilmu agamanya, umat yang paling sedikit dalam berlebihan-lebihan, paling lurus bimbingannya, paling baik keadaannya. Allah telah memilih mereka untuk mendampingi NabiShallallahu’alaihi Wasallam dan menegakkan agama-Nya. Kenalilah keutamaan mereka, dan ikutilah jalan mereka. Karena mereka semua berada pada shiratal mustaqim (jalan yang lurus)”Tafsir Al Qurthubi (1/60)

” Rasulullah bersabda pula :‘Tidak ada sesuatupun yang dicurahkan Allah ke dadaku, melainkan seluruhnya kutumpahkan pula ke dada Abu Bakar Siddiq. ...”(teosofi.wordpress.com).

Ayo berburu database (Al Qur’an) kalau sudah ketemu copy paste ke dalam hati (dada) kita! Semoga bisa dicerna!Amin!

Allohu bissawab!

Advertisements
30 April 2013

Paradigma Aneh Orang Islam (awam)

Paradigma (kerangka berpikir ) kebanyakan orang Islam akan terasa aneh dan salah kaprah bila ditanya manakah Al-Qur’an itu? Kita (termasuk saya -dulu) akan menjawab itu di atas almari/bufet/ rak kumpulan kitab-kitab.Baik di rumah ataupun di masjid-masjid. Yang ditunjukkan adalah benda terbuat dari kertas berjilid-jilid yang bertuliskan huruf Arab( yang populer disebut kitab), produksi pabrikan. Posisinya diletakkan ditempat yang tinggi pula- bahkan sulit diraih- katanya meninggikan derajat kitab itu. Bagaimanakah ini?

Kajian pustaka dan kajian faktual berbanding terbalik dengan hal di atas :

1. Al – Quran, yang merupakan wahyu yang diturunkan kepada Nabi Muhammad bukanlah berupa berjilid-jilid kertas bertuliskan huruf Arab. Kita buka Surat 26, Asy Syu’araa’ ayat 192 – 195 : ” Dan sesungguhnya Al Qur’an ini benar-benar diturunkan oleh Tuhan semesta alam, dia dibawa turun oleh Ar-Ruh Al Amin (Jibril), ke dalam hatimu (Muhammad) agar kamu menjadi salah seorang di antara orang-orang yang memberi peringatan, dengan bahasa Arab yang jelas”.

Yang membawa adalah ruh , yang tentu berdimensi sangat-sangat halus bahkan kasat mata (tidak tampak oleh mata ). Jibril mustahil membawa jilidan kertas bertebal-tebal lalu membelah dada dan hati Muhammad untuk memasukkannya kitab (buku) Al -Qur’an itu sementara dia benda ruh. Lho, Allah kan bersifat kuasa. Cukup bilang Kun Fa Yakun! Ah, kalimat ngeles ini adalah pembodohan umat. Bagaimana Allah mengajarkan bim salabim ala tukang sulap ? Meski Allah itu bersifat wenang namun tidak lepas dari sunahtullahnya yakni ada proses. Allah sanggup mencipta Adam dengan kehendaknya, tapi tetap saja ada media tanah liat hitam dibentuk dulu setelah sepurna baru ditiupkan sebagian RuhNya. Lalu kenapa tidak langsung saja , kun fa yakun , bleb…tiba-tiba jadi, tanpa membentuk dari tanah? Kalau Allah itu sanggup bim sala bim , lalu mengapa masih nyuruh Jibril bertemu Muhammad? Ini lah yang dinamakan proses.

Hal penguat kemustahilan ini, yakni sejarah terbentuknya Kitab Al Qur’an itu sendiri. Mula-mula Muhammad bin Abdullah yang menerima wahyu dari Jibril lalu memanggil sahabatnya untuk mendokumentasikan wahyu itu. Jaman itu bunyi-bunyi wahyu dari (maaf) mulud Nabi Muhammad dituliskanlah di atas batu, tulang-tulang onta, serta di pelepah- pelapah  kurma. Baru pada jaman sahabat lain -sepeninggal Nabi dipindahkan ke dalam bentuk Mushaf (lembaran-lembaran). Dan selanjutnya pada jaman mana telah ditemukannya kerta maka bunyi-bunyi dan atau huruf-huruf wahyu itu disalin ke dalam bentuk kertas, yang selanjutnya jaman telah semakin maju dicetaklah ke atas kertas yang lebih halus lagi (produksi pabrikan), maka jadilah kitab  atau buku al-Quran yang kita baca di Masjid/ Musholla/ di surau-surau itu.

2. Al-Qur’an , yang dalam bentuk dimensi halusnya (tidak berhuruf  dan tidak  bersuara ) perlahan -lahan bisa kita maklumi dengan menbandingkan pada perkembangan teknologi akhir-akhir ini. Coba kita lihat televisi saat tampil tanyangan Adzan. Misal, Allahu akbar, Allah hu akbar! Pergilah keluar rumah. Lihatlah langit sekitar. Adakah huruf serta bunyi Alif, Lam , Ha, ba dan ro’  tampak oleh mata berbondong-bondong datang dari langit lalu masuk ke antena televisi itu?

Tidak , khan! Yang terjadi adalah dimensi gelombang /frekuensi radio(televisi) yang membawanya lalu masuk kepada alat yang bernama TV. Sebab komponen TV itu telah dilengkapi dengan alat dan program yang bisa menerjemahkan gelombang tadi kedalam  bentuk audio (bunyi) visual( gambar) maka tampaklah gambar dan bunyinya Allah hu Akbar itu 2x. Tidak menutup kemungkinan dan seterusnya dan seterusnya , bisa jadi 30 Juz sampai tamat! Nah, yang begini ini bukanlah disebut Kitab Al-Qur’an tetapi TV Al-Quran. Sedang Al-Qur’an dengan media HP disebut Al Qur’an SELULER ( ingat progrannya AA Gym?). Yang di dalam LAP TOP , ya Lap top Al Qur’an bukan kitab Al-Qur’an,  CD AL QUR’AN, FLASH DISK AL QUR’AN, SMART PHONE AL QUR’AN, dll. Jadi,  kita bisa membaca Surat Yasin pada acara pengajian umum cukup hanya membuka  SMART PHONE  saja, tidak menggunakan media buku-buku/kitab Al- Qur’an/ kertas berjilid-jilid! Praktis dan futuristik!

Dengan demikian bisa dikatakan Kitab Al Quran , TV Al Qur’an, Al Qur’an SELULER, Lap top Al Qur’an, CD AL QUR’AN, FLASH DISK AL QUR’AN, SMART PHONE AL QUR’AN adalah bid’ah (?????)

Yang tidak bid’ah adalah  batu Al Qur’an, tulang-tulang onta Al Qur’an, serta di pelepah- pelapah  kurma Al Qur’an (!!!!!) Nah, cari dah sono di Arab Saudi , entar kalau sudah ketemu, kasihlah saya agar saya tidak terkena bid’ah! OK!

Alhamdulillah! Semoga bisa dicerna. Amin!

Tags:
27 June 2012

Alquran bukanlah Kitab Alquran

Memang miris saat membaca berita  bahwa Kemenag diduga korupssi pengadaan Alquran. Yang menggalaukan hati bukan kata korupsinya ( sebab  kemenag terindikasi departemen terkorup) tapi tidak dicantumkannya  kata kitab dalam berita itu. Mengapa?

Inilah yang harus kita selidik.

read more »

Tags: