Ongkos Kirim 5000

Sudah dua hari yang lalu, kurs rupiah nyungsep ke Rp 15.000 terhadap dolar Amrik. Salah satu komentar netizen di twitter, itu hoax. Yang bener adalah beli rupiah 10 ribu, ongkirnya 5 ribu. wkwkwk….

Bisa jadi ini sebuah gaya bahasa ironi. Yakni gaya bahasa sindiran agar tidak menusuk hati. Model guyon, maksut maknanya serius. Bahwa netizen mulai bosan dengan kalimat yang baku seorang kritikus. Sebab kritik seorang pakar saja tak bisa menembus kuping pemerintah. Apalagi hanya seorang netizen, rakyat biasa yang hanya bergulat dengan kehidupan sesuap nasi. Belum lagi, banyak menteri yang  seharusnya menjaga marwah mandat dengan perkatan berbasis data, justru omongannya mencla-mencle model dagelan ludruk suroboyoon. Mosok rek, rakyat gak iso tuku daging kon mangan bekicot! Beras mahal ya suruh nawar! Tabiye mahal, orahin nanem bedidi! ( Dah, bahasa campur dah, Jawa ya Bali).

Lah, kalau rakyat mengharap langkah serius kok malah dagelan, ya gak usah jadi mentri kali. Tukang becak di prapatan juga bisa. Gak usah tinggi-tinggi sekolahnya sampai ke luar negeri segala. Lah menteri itu dipilih karena dirasa cakap menangani persoalan. Mampu, cakap, dan layak. Gitu, lho!!!!

Kalau gak mampu, mestinya cukup lapor, ” Pak Presiden gak sanggup saya. Mohon carikan pengganti saja!”

Cukup begitu saja, gak usah dagel apalagi ngeyel. Jadi rakyat gak niru. Iya toh?????

 

 

 

Tinggalkan Komentar Ya!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: