Matahari Telah Terbit Dari Barat?

Siapa yang bertaubat sebelum matahari terbit dari Barat, maka Allah akan menerima taubatnya.” H.R Abu Hurairah.

Hadist atau perkataan nabi Muhammad ini akan dikaitkan bila kita berbicara tentang kiamat (hancurnya alam semesta ). Namun, akankah secara fisik betul akan terjadi matahari terbit dari barat. Walluhua’lam!(Allah yang maha tahu). Sebagai orang beriman tentu akan percaya sebab bagian dari keyakinan. Sedangkan sebagai orang yang dikaruniai akal, hal ini tidak mudah diterima. Wajar sebab orang kebanyakan tidak tahu persis ilmu fisika, astronomi alam semesta. Kita hanya bisa menghubungkan tanda-tanda alam  dengan segala firman Tuhan Al-Quran dan hadist yang diturunkan ribuan tahun yang lalu, yang saat itu justru ilmu pengetahuan alam belum megetahuinya.

Selalu ada sudut pandang lain untuk memahami bahasa. Suatu kalimat bermakna denotatif, tetapi juga bisa bermakna konotatif. Hadist di atas jika dimaknai denotatif maka kita siap menunggu sampai betul terjadi matahari itu besok pagi tidak terbit dari timur sebagaimana lazimnya, namun terbit dari arah barat, yang biasanya tempat tenggelamnya. Tentu – sampai postingan ini dipublish- belumlah terjadi. Bila sebaliknya, saya maknai dengan makna kias (konotasi) maka matahari sudah terbit dari barat. Apa alasannya?

Matahari itu identik dengan cahaya, sinar putih yang menerangi kegelapan. Sedangkan barat itu identik dengan dunia barat (daratan Eropa)  yang produktif dalam ilmu dan teknologi. Dunia yang sudah maju, melek dengan pengetahuan alam. Ilmuwan yang populer di dunia saat ini datangnya dari barat. Ahli kedokteran, ahli fisika, ahli biologi serta ahli-ahli yang lain. Meski sebenarnya masih kontroversi sebab  penemu matematika bukanlah berasal dari Barat tetapi berasal dari daratan Arab, yaitu Abu Abdullah Muhammad Ibn Musa al-Khwarizmi. Atau Avicenna (Ibnu Sina) dari Persia sebagai bapak kedokteran dunia yang karya-karyanya menjadi refeernsi ilmuwan kedokteran barat.(klik sini).

Sebagai dunia barat ternyata akhir-akhir ini, para ilmuwannya banyak yang memberitakan kebenaran Al Quran. Mereka meriset lalu menemukan hal yang telah dirilis Nabi Muhammad SAW ribuan tahun yang lalu. Misal, tentang Firaun dalam Surat Yunus, 90-92. “Dan Kami memungkinkan Bani Israel melintasi laut, lalu mereka diikuti oleh Firaun dan bala tentaranya, karena hendak menganiaya dan menindas (mereka); hingga bila Firaun itu telah hampir tenggelam berkatalah dia: “Saya percaya bahwa tidak ada Tuhan melainkan Tuhan yang dipercayai oleh Bani Israel, dan saya termasuk orang-orang yang berserah diri (kepada Allah)”. Apakah sekarang (baru kamu percaya), padahal sesungguhnya kamu telah durhaka sejak dahulu, dan kamu termasuk orang-orang yang berbuat kerusakan. Maka pada hari ini Kami selamatkan badanmu supaya kamu dapat menjadi pelajaran bagi orang-orang yang datang sesudahmu dan sesungguhnya kebanyakan dari manusia lengah dari tanda-tanda kekuasaan Kami. 

Prof. Dr. Maurice Bucaille dengan jurnal laporannya berjudul ‘Les Momies des Pharaons et la Midecine‘ telah menemukan fakta kebenaran ayat ini pada tahun 1975.

Mr. Jacques Yves Costeau adalah seorang ahli Oceanografer dan ahli selam terkemuka dari Perancis menemukan fakta penyelaman yang menakjubkan di dalam lautan ternyata ada aliran air sungai yang airnya tidak bercampur satu sama lain. Hal ini berkesusaian dengan bunyi  Surat Al Furqan, ayat 53, “Dan Dialah yang membiarkan dua laut mengalir (berdampingan); yang ini tawar lagi segar dan yang lain asin lagi pahit; dan Dia jadikan antara keduanya dinding dan batas yang menghalangi.

Profesor William, salah satu anggota tim peneliti Inggris terperanjat dengan Surat Al-Israa’, ayat 44 yang berbunyi, “Langit yang tujuh, bumi dan semua yang ada di dalamnya bertasbih kepada Allah. Dan tak ada suatu pun melainkan bertasbih dengan memuji-Nya, tetapi kamu sekalian tidak mengerti tasbih mereka. Sesungguhnya Dia adalah Maha Penyantun lagi Maha Pengampun “. 

Ayat itu ternyata menjawab hasil penelitian yang termuat dalam  Journal of Plant Molecular Biologies, yang mengungkapkan hasil penelitian yang dilakukan sebuah tim ilmuwan Amerika Serikat tentang suara halus yang tidak bisa didengar oleh telinga biasa (ulstrasonik), yang keluar dari tumbuhan. Apa itu? (silakan klik ini)

Dengan demikian dapat dikatakan bahwa matahari atau sinar, cahaya penerang  yang mencerahkan kegelapan pengetahuan manusia sehingga dapat membenarkan firman Tuhan ternyata telah terbit dari barat. Orang awam memahami Al-Quran dengan keyakinan, sedangkan ilmuwan  dengan penelitian.

Katakanlah: “Sesungguhnya jika manusia dan jin berkumpul untuk membuat yang serupa Al Qur’an ini, niscaya mereka tidak akan dapat membuat yang serupa dengan dia, sekalipun sebagian mereka menjadi pembantu bagi sebagian yang lain”. (Q.S Al-Israa’; 88)

 

Tinggalkan Komentar Ya!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: