27 December 2016

Gara-gara Jadi Goro-goro

          Piye Le? Awakmu nyapo rene?

         Gini, lho Om. Saya kok jadi galau ya dg status Medsos akhir ini. Kok sepertinya yang punya status itu atau sebutan kerennya para netizen seolah tahu segalanya. Termasuk yang komen. Padahal dia sendiri tinggal dijauhan dari TKP. Misal, yang dishare dan dikomeni itu terjadi di Jakarta. Sedangkan netizen itu tinggal di pelosok deso Jawa Timur, misalnya. Lha, tak liat statusnya itu kok ya ya o sbg. orang yang kemlinti, keminter, seolah2 tahu permasahan yang dishare itu. Padahal itu kan sebatas pemberitaan media yang belum tentu kebenarannya. Tergantung medianya pula. Opo ngepro, ato kontra thd topiknya itu. Piye menurut, Om?

        tunujkHe…he…kamu tuh Le, tak pikir ada yg genting ttg. makmu! Gini Le. Sakbenernya hidup itu jangan main tunjuk jarimu. Sekarang hayo kamu berdiri sini. Hadap ke barat arah Jakarta. Angkat tanganmu lalu tunjuk jarimu. Nah, satu jarimu nunjuk orang yang di jakarta toh. Kamu komeni dia. Maki-maki lah, sumpah serapah lah. Fitnah lah.Kamu share di status medsosmu.Wuih….hatimu seneng banget toh iso nglarani wong lain. Itu kalo kontra. Kalo idolamu! kamu puji lah. Kamu ngefans lah. Kamu bela mati-matian. Kamu share juga.  Seneng toh, seolah jadi pahlawan belani idolamu? Trus kalo nunjuk gitu, keempat jarimu itu mengarah kemana? Trus Mata kepalamu (yg isi otak utk. mikir itu), bodimu, kakimu itu ada di mana? Jakarta gitu? Walah, Le…..di sini Le. Di tempat ini , jauh dari Kota Jakarta tempat kejadian perkara yang kamu share itu. Lha, ya gimana tahu yang sebenarnya, orang mata kepalamu ada di  sini. Kamu kan melihat sebatas kamera, media, opini, ato berita televisi. Gak tahu kondisi sebenarnya. Hayo, siapa tahu kameranya ngeblur karena murahan, medianya wis diboking mbelani sing bayar, opinine diputar balikkan faktane, televisine gak independen? Nah, iku jenenge makar, Le. Tipu muslihat, akal busuk. Tendensius. Hidden Agenda!Ada siasat tersembunyi. Coro jowone , ada udang di balik rempeyek. Inget Le, di akhir jaman iku Dajjal gentayangan nyebarne fitnah. Sing bener iso dadi salah. Yang salah iku iso dadi bener. Jaman wis edan. Ojo melok edan.

        Enake, sikapku piye Om?

        Introspeksi. Satu jari tunjuk orang /lembaga lain. Empat jari mengarah ke diri sendiri. Lihatlah di seputar dirimu saja. Jangan liat keberadaan orang lain. Salahmu opo, benermu opo. Jangan incer salahnya orang,sementara benermu gak ketoro. Semut di seberang tampak, gajah di pelupuk mata ra ketok. Elingo mareng Gusti Alloh, balekno wae nang Alloh kersaning gusti Alloh. Kalo mau ngeshare, share lah yang bermanfaat untuk semuanya. Ora nyinggung, ora golek musuh. Kalo kamu mumpung masih muda, kreatif lah yang positif. Buat orang lain bangga dengan kreasi dan karyamu. Jangan mung hanya bisanya maki-maki, komen kompor, fitnah, serta phobia.

        He..he…makasih ya om. Cerdas Omku rek!

        Kamu…. tu Le. Kok hanya Om Telolet Om sing disenengi!

Tags:
3 April 2016

Antara Ahok, Aku, dan Adikku

Jumat, 9 Oktober 2015 saya sekeluarga terbang ke Jakarta via Juanda, Surabaya sebab besoknya harus hadir di pernikahan adikku. Lebih kurang 1000 Km Surabaya – Jakarta hanya ditempuh  90 menit. Itu biasa!

share

Berangkat!

Sabtu, 10 Oktober 2015 sekira pukul 2 malam kami semua harus bangun. Persiapan berangkat ke tempat perhelatan di Jakarta Timur yang hanya 10 Km dari tempat menginap. Aqad nikah akan dilaksanaan sekira pukul 08.00 Wib. Alamak, apa pasal sepagi ini harus bangun. Padahal, cuma sepuluh kilometer? Menghindari macet Bro! Macak cih, aku tak percaya.

Habis sholat subuh langsung tancap gas. Tiga mobil yang tersedia, salah satunya akulah drivernya. Bismillah! Ha…benar, khan. Mana macet? Lancar saja kok. Tiba di TKP bahkan pintu gerbang area belum dibuka. Adikku tersenyum saja. Senyum karena sewotku atau karena bahagia yang sebentar lagi bersanding mesra di pelaminan. Hemm!

IMG_0506.JPG

Wakil Tim

Perhelatan usai pukul 14 wib, kami harus pulang ke tempat inap. Tiga mobil harus beriringan lagi. Bayanganku seperti tadi pagi. Salah pollllllll! Mulai keluar area komplek TNI tempat gedung itu berada masuk ke jalan utama mataku mulai terbelalak. Jubelan mobil berbagai merk memenuhi jalanan Jakarta. Mobil iringan merangkak pelan kayak bekicot. Waduhhhh, mulai nervous nih. Kaki mulai keder. Ac mobil tak bisa menghalangi keluarnya keringat dingin. Tenang, supirrrrr, bisikku sendiri. Nasib mobil pinjaman ini dan penumpangnya tanggung jawabmu! Aku coba ikuti mobil di depanku sebab aku iringan yang di tengah. Mata fokus ke depan, Eitt, gas…eit..rem..oper gigi. Aduhhhhh biyung, kaki mulai kesemutan pegel-pegel injak gas, rem, gas, rem!

IMG_1112.JPG

Hibur Diri

Alhasil, jarak 10 Km yang tadi pagi hanya ditempuh 30 menit, kini sampai rumah habis magrib bahkan hampir isyak. Alamak, berarti di jalanan tadi kurang lebih 5 jam. Busyett, deh..eh..astagfirullah! Ini baru RUARRR…BIASA! Itu artinya orang Jakarta harus rajin solat qodho’ atau qoshor sebab macet itu sudah rutinitas Jakarta. Aku berpikir kalau begini terus aku bisa stres dan mungkin mati duduk di kendaraan.

Pantas, Ahok sang gubernur  marah-marah. Itu baru persoalan macet. Belum banjir, prostitusi, gelandangan, sampah, deesbe! Stresss….berat, dah! Siapapun gubernurnya dari kalangan manapun kalau sistem dan masyarakatnya tidak baik maka sama saja. Jadi jangan salahkan gubernurnya semata. Semua harus introsepeksi.

Tentang bau primordialisme (perasaan kesukuan yang berlebihan) dalam pilihan pemimpin itu adalah biasa kita dengar. Mayoritas pemilih akan mengaitkan dengan agama, etnis, sikap akhlaq, bahkan dengan klan atau marga sang calon pemimpin tersebut.

Jujur saja saya bertanya, Anda juga demikian kan?

Ini adalah ikatan emosional yang kadang mengalahkan rasional. Sesungguhnya kalau kita berpikir dalam bingkai nasionalisme Indonesia, hal semacam itu tidak patut. Mestinya kita memilih pemimpin atas kompetensinya bukan atas like n dislike. Namun apa boleh buat, justru ruang otonomi daerah yang digulirkan sejak reformasi itu mengalami pembiasan makna. Lalu figur calon pemimpin akan dilihat apa sukunya? Apa agamanya? Apa marganya? dan apa-apa yang lain….

Tidak heran muncullah polemik seputar PILKADAL, PILGUB DAN PIL-PIL LAIN. Misal, sang calon harus beragama Kristen bagi pemilih mayoritas Kristen, Hindu yang mayoritas Hindu, dan Muslim yang mayoritas Muslim. Inilah sisi negatif otonomi daerah dan Pilihan Langsung. Padahal, masyarakat belumlah begitu siap mental.

 

 

 

 

 

 

16 March 2016

Matahari Telah Terbit Dari Barat?

Siapa yang bertaubat sebelum matahari terbit dari Barat, maka Allah akan menerima taubatnya.” H.R Abu Hurairah.

Hadist atau perkataan nabi Muhammad ini akan dikaitkan bila kita berbicara tentang kiamat (hancurnya alam semesta ). Namun, akankah secara fisik betul akan terjadi matahari terbit dari barat. Walluhua’lam!(Allah yang maha tahu). Sebagai orang beriman tentu akan percaya sebab bagian dari keyakinan. Sedangkan sebagai orang yang dikaruniai akal, hal ini tidak mudah diterima. Wajar sebab orang kebanyakan tidak tahu persis ilmu fisika, astronomi alam semesta. Kita hanya bisa menghubungkan tanda-tanda alam  dengan segala firman Tuhan Al-Quran dan hadist yang diturunkan ribuan tahun yang lalu, yang saat itu justru ilmu pengetahuan alam belum megetahuinya.

Selalu ada sudut pandang lain untuk memahami bahasa. Suatu kalimat bermakna denotatif, tetapi juga bisa bermakna konotatif. Hadist di atas jika dimaknai denotatif maka kita siap menunggu sampai betul terjadi matahari itu besok pagi tidak terbit dari timur sebagaimana lazimnya, namun terbit dari arah barat, yang biasanya tempat tenggelamnya. Tentu – sampai postingan ini dipublish- belumlah terjadi. Bila sebaliknya, saya maknai dengan makna kias (konotasi) maka matahari sudah terbit dari barat. Apa alasannya?

Matahari itu identik dengan cahaya, sinar putih yang menerangi kegelapan. Sedangkan barat itu identik dengan dunia barat (daratan Eropa)  yang produktif dalam ilmu dan teknologi. Dunia yang sudah maju, melek dengan pengetahuan alam. Ilmuwan yang populer di dunia saat ini datangnya dari barat. Ahli kedokteran, ahli fisika, ahli biologi serta ahli-ahli yang lain. Meski sebenarnya masih kontroversi sebab  penemu matematika bukanlah berasal dari Barat tetapi berasal dari daratan Arab, yaitu Abu Abdullah Muhammad Ibn Musa al-Khwarizmi. Atau Avicenna (Ibnu Sina) dari Persia sebagai bapak kedokteran dunia yang karya-karyanya menjadi refeernsi ilmuwan kedokteran barat.(klik sini).

Sebagai dunia barat ternyata akhir-akhir ini, para ilmuwannya banyak yang memberitakan kebenaran Al Quran. Mereka meriset lalu menemukan hal yang telah dirilis Nabi Muhammad SAW ribuan tahun yang lalu. Misal, tentang Firaun dalam Surat Yunus, 90-92. “Dan Kami memungkinkan Bani Israel melintasi laut, lalu mereka diikuti oleh Firaun dan bala tentaranya, karena hendak menganiaya dan menindas (mereka); hingga bila Firaun itu telah hampir tenggelam berkatalah dia: “Saya percaya bahwa tidak ada Tuhan melainkan Tuhan yang dipercayai oleh Bani Israel, dan saya termasuk orang-orang yang berserah diri (kepada Allah)”. Apakah sekarang (baru kamu percaya), padahal sesungguhnya kamu telah durhaka sejak dahulu, dan kamu termasuk orang-orang yang berbuat kerusakan. Maka pada hari ini Kami selamatkan badanmu supaya kamu dapat menjadi pelajaran bagi orang-orang yang datang sesudahmu dan sesungguhnya kebanyakan dari manusia lengah dari tanda-tanda kekuasaan Kami. 

Prof. Dr. Maurice Bucaille dengan jurnal laporannya berjudul ‘Les Momies des Pharaons et la Midecine‘ telah menemukan fakta kebenaran ayat ini pada tahun 1975.

Mr. Jacques Yves Costeau adalah seorang ahli Oceanografer dan ahli selam terkemuka dari Perancis menemukan fakta penyelaman yang menakjubkan di dalam lautan ternyata ada aliran air sungai yang airnya tidak bercampur satu sama lain. Hal ini berkesusaian dengan bunyi  Surat Al Furqan, ayat 53, “Dan Dialah yang membiarkan dua laut mengalir (berdampingan); yang ini tawar lagi segar dan yang lain asin lagi pahit; dan Dia jadikan antara keduanya dinding dan batas yang menghalangi.

Profesor William, salah satu anggota tim peneliti Inggris terperanjat dengan Surat Al-Israa’, ayat 44 yang berbunyi, “Langit yang tujuh, bumi dan semua yang ada di dalamnya bertasbih kepada Allah. Dan tak ada suatu pun melainkan bertasbih dengan memuji-Nya, tetapi kamu sekalian tidak mengerti tasbih mereka. Sesungguhnya Dia adalah Maha Penyantun lagi Maha Pengampun “. 

Ayat itu ternyata menjawab hasil penelitian yang termuat dalam  Journal of Plant Molecular Biologies, yang mengungkapkan hasil penelitian yang dilakukan sebuah tim ilmuwan Amerika Serikat tentang suara halus yang tidak bisa didengar oleh telinga biasa (ulstrasonik), yang keluar dari tumbuhan. Apa itu? (silakan klik ini)

Dengan demikian dapat dikatakan bahwa matahari atau sinar, cahaya penerang  yang mencerahkan kegelapan pengetahuan manusia sehingga dapat membenarkan firman Tuhan ternyata telah terbit dari barat. Orang awam memahami Al-Quran dengan keyakinan, sedangkan ilmuwan  dengan penelitian.

Katakanlah: “Sesungguhnya jika manusia dan jin berkumpul untuk membuat yang serupa Al Qur’an ini, niscaya mereka tidak akan dapat membuat yang serupa dengan dia, sekalipun sebagian mereka menjadi pembantu bagi sebagian yang lain”. (Q.S Al-Israa’; 88)

 

9 March 2016

Nyepi dan Dzikrullah

Dan sebutlah (nama) Tuhanmu dalam hatimu dengan merendahkan diri dan rasa takut, dan dengan tidak mengeraskan suara, di waktu pagi dan petang, dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang lalai. (Q.S 7;205)

th (2)

keepcalm.co.uk

Alhamdulillah! Di pagi yang cerah Rabu, 9 Maret 2016 bertepatan dengan hari raya Nyepi Th. 1938 Caka, saya duduk di teras rumah sambil menunggu kejadian langka yakni Gerhana Matahari Total(GMT). Saya berpikir bahwa begitu terjadi GMT tidak akan terjadi pukulan tetabuhan bunyi-bunyian dari lesung, panci dan pohon sebagaimana mitos masyarakat Jawa sebab hari ini adalah hari raya Nyepi. Pelaksanaan Hari Raya Nyepi mewajibkan umat Hindu melaksanakan Catur Brata, yang bisa diartikan empat pantangan selama 24 jam, yakni tidak menyalakan api atau penerangan (amati geni), tidak melakukan aktivitas kerja (amati karya), tidak bepergian (amati lelungan), dan (amati lelanguan) tidak diperkenankan bersenang-senang/menikmati hiburan (panbelog.wordpress.com)

Dengan kondisi seperti itu dapat dipastikan bahwa keadaan sunyi dan senyap dari pagi sampai larut malam akan terjadi. Keheningan dan kesenyapan yang seperti ini yang disukai para pemuja Tuhan. Yang suka menyebut-nyebut nama Tuhan dalam hatinya. Dzikrullah biasa disebut. Dzikir bermakna ingat ataupun sebut/seru. Allah adalah Tuhan yang Mahaesa.

Kutipan ayat Al-Quran sebagaimana termaktup di atas adalah landasan kuat bahwa meyeru, menyebut, dan mengingat nama Allah dalam hati haruslah dengan rasa takut dan dengan tidak mengeraskan suara. Sebab Allah itu tidak buta dan tuli. Lalu mengapa harus teriak-teriak bahkan menggunakan speaker segala. Padahal getaran hati itu lebih jauh radius tempuhnya daripada speaker.Sebagai analogi, bandingkan jarak jangkaunya dari perkembangan alat komunikasi berikut. Mulut, kentongan, speaker, Walky Talky, dan Telepon. Ternyata media telepon  lebih jauh jarak jangkaunya daripada alat yang sebelumnya. Semakin kecil dan halus perangkatnya semakin jauh jangkauannya. Luar biasa!

Telepon itu hanyalah penghubung antar regional, maksimal international belum antar planeter. Lalu alat apa yang bisa menjangkau  antar dimensional?  Sebab Allah dan manusia berbeda dimensinya!

Allah berfirman dalam Q.S Al-Anfal;2 ,” Sesungguhnya orang-orang yang beriman itu adalah mereka yang apabila disebut nama Allah gemetarlah hati mereka, dan apabila dibacakan kepada mereka ayat-ayat-Nya bertambahlah iman mereka (karenanya) dan kepada Tuhan-lah mereka bertawakal,”.

ALLAH telah berfirman dalam hadits qudsi,“Qalbul mukmin Baitullah.” Qalbu orang yang beriman itu adalah rumah ALLAH.

Tidak dapat memuat dzat-Ku bumi dan langit-Ku, kecuali “Hati” hamba-Ku yang mukmin, lunak dan tenang“ (HR Abu Dawud ).

Subhanallah! Di langit angkasa gerhana matahari telah terjadi. Di sini cahayanya hanya redup saja, sementara di belahan bumi lain terjadi malam sesaat. Mudah-mudahan kejadian langka ini berpengaruh positif bagi kehidupan semua.Amin!

Selamat Hari Raya Nyepi Th. Caka 1938 bagi Umat Hindu di Bali

Tags: , ,
8 March 2016

Mitos Yang Terjawab

Perkataan ilmuwan NASA menarik dicerna. Ia mengatakan di salah satu stasiun TV swasta bahwa gerhana matahari yang akan terjadi 9 Maret 2016 ini, misalnya, tidak akan mengagetkan manusia. Manusia kini telah memiliki pengetahuan yang luas tentang kejadian langka itu. Namun berbeda dengan dunia hewan. Para binatang akan reaktif sebab menganggap malam telah tiba. Insting mereka mensiyalkan jika malam maka burung terbang pulang ke sarang. Hewan nokturnal, semacam burung hantu keluar dari peraduan untuk mencari mangsa.  Reaksi hewan itu bersifat naluri belaka tanpa wawasan rasional.

Demikian halnya yang terjadi kepada manusia bila tidak ada panduan pengetahuan ilmiah. Kejadian gerhana matahari ataupun gerhana bulan akan menimbulkan tanggapan beragam sehingga memunculkan mitos-mitos. Kalangan masyarakat Jawa menyatakan bahwa matahari saat itu ditelan Buto(raksasa) yang mendendam kepada Dewa Suryo yang telah memanahnya sehingga leher dan badan buto jatuh ke bumi menjadi lesung dan kepalanya gentayangan di angkasa mengincar matahari untuk ditelannya. Alasan itulah maka  lesung dipukul-pukul agar sang buto memuntahkan matahari. Sementara anak-anak disuruh bersembunyi dan ibu hamil mengusap-usap perutnya sambil berlindung di bawah kolong tempat tidur.

Sangat naif memang bila dipandang dari sudut kekinian, yang pengetahuan  sudah berkembang pesat. Namun, itulah yang saya alami pada saat gerhana matahari total pada tahun 1983. Bahkan propaganda pemerintah saat itu bahwa kejadian langka itu seolah hal yang menakutkan dan harus dihindari. Berbanding terbalik dengan euforia orang barat yang justru berduyun-duyun keluar rumah ingin tahu lebih.

Kejahiliahan (kebodohan)  semacam itu juga terjadi di lingkungan masyarakat Arab mana kala terjadi gerhana matahari saat Ibrahim, putra nabi Muhammad SAW meninggal dunia. Kejadian itu dihubung-hubungkan dengan kematian. Namun, Nabi Muhammad menanggapi dengan ilmiah. Ini terekam dalam hadist berikut. Al-Mughirah bin Syubah berkata, “Terjadi gerhana matahari pada masa Rasulullah pada hari meninggalnya Ibrahim. Orang mengatakan, ‘Matahari gerhana karena meninggalnya Ibrahim.’ Lalu Rasulullah bersabda, ‘Sesungguhnya matahari dan bulan (adalah dua dari tanda tanda kebesaran Allah). Keduanya tidak gerhana karena meninggal atau hidupnya seseorang. Apabila kamu melihatnya, maka shalatlah (gerhana) dan berdoalah kepada Allah sehingga ia menjadi cerah kembali.”

Tanda-tanda kebesaran Allah itu lebih jauh dinyatakan bahwa  Dialah yang telah menciptakan malam dan siang, matahari dan bulan. Masing-masing dari keduanya itu beredar di dalam orbitnya.” (Surah Al-Anbiyaa: 33). Sedangkan bunyi Surah Yasin, ayat 38 yakni, Dan matahari berjalan di tempat peredarannya. Demikianlah ketetapan Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui.”

Luar Biasa! Sesungguhnya kedua ayat itu menyiratkan makna rotasi dan revolusi pada istilah astronomi. Dengan tegas Nabi Muhammad menolak mengaitkan astronomi dengan mitologi. Astronomi didasari landasan ilmiah, sedangkan mitologi dasarnya adalah bentuk susastra konsep dongeng dan cerita suci kehidupan para dewa dan makluk halus ( KBBI). (Maka untuk memahami mitos, pakailah pendekatan kebudayaan).

Berbeda dengan perkembangan keilmuwan Yunani kuno, yang memadukan konsep astronomi dengan mitologi. Misalnya, pada sistem kalender masehi, nama bulan kesatu Maret diambil dari Mars, dewa perang, Aprilius, dewa cinta sampai bulan kesepuluh yakni December. Jadi ada sepuluh bulan. Sedangkan kalender Islam berpijak pada pergerakan bulan. Yang bulan pertama adalah 1 Muharram dan dalam setahun ada dua belas bulan. Ini bersandar dari pengetahuan Nabi Muhammad atas wahyu dari Allah. Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah ialah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menganiaya diri kamu dalam bulan yang empat itu, dan perangilah kaum musyrikin itu semuanya sebagaimana mereka pun memerangi kamu semuanya; dan ketahuilah bahwasanya Allah beserta orang-orang yang bertakwa.( At Taubah:36). Konon, untuk menyamakan jumlah bulan dalam setahun agar sama dengan kelender Islam, pihak gereja menambahi kalendernya dengan bulan Januari dan Februari.

Pernyataan-pernyataan Nabi Muhammad yang visioner dan terbukti ilmiah membuat kagum para ilmuwan akhir-akhir ini. Misal,

Prof. Gerald C. Goeringer ( Profesor Embriologi Medis,  Univeritas Georgetown)

Sebagian ayat Al-Qur’an memberikan deskripsi yang komprehensif tentang perkembangan manusia;dari campuran sel sampai penciptaan organ tubuh. Tidak ada catatan yang sedemikian setara tentang tahap ini, terminologinya dan penjelasan tentang perkembangan manusia yang pernah ada sebelumnya. Walaupun tidak semua, sebagian besar deskripsi dalam sastra ilmiah tradisional tentang perkembangan embrio manusia sudah diinformasikan oleh Al-Qur’an berabad-abad yang lalu.( Silakan klik ini).

Kita tahu dalam Q.S  Al-Mu’minuun, ayat 12-14, . “Kemudian Kami jadikan saripati itu air mani (yang disimpan) dalam tempat yang kokoh (rahim).  Kemudian air mani itu Kami jadikan “alaqah.” Lalu “alaqah” itu Kami jadikan segumpal daging, dan segumpal daging itu Kami jadikan tulang belulang, lalu tulang belulang itu Kami bungkus dengan daging. Kemudian Kami jadikan dia makhluk yang (berbentuk) lain.”

Profesor Inggris Mountaghmiri Watts berkata, 

“Apa yang dipaparkan Al Qur’an tentang realitas dan fenomena alam yang sempurna menurut saya adalah di antara kelebihan dan keistimewaan Kitab ini. Yang jelas semua temuan dan ilmu pengatahuan yang didokumentasikan dewasa ini, tidak mampu menandingi Al Qur’an.” (lihat ini)

Tags: , ,