Posts tagged ‘jujur’

26 September 2012

Amerika Perlu Belajar dari Indonesia

Berbagai tanggapan atas kasus ‘Innoncence of Muslim’ belumlah reda sampai saat ini. Buktinya respon yang menyinggung film ini di Forum PBB masih signifikan.  Ini menunjukkan bahwa tingkat keseriusan akibat dari sebab film itu  mendunia. Tidak luput Presiden Indonesia menyorotinya secara efektif, yakni mengusulkan konsensus internasional untuk mencegah permusuhan berlatar agama .

Negara Indonesia dalam hal ini diwakili oleh Presiden SBY justru memandang bahwa tidak ada akibat tanpa sebab. Karena ada sebab lah maka ada akibatnya. Hubungan kausalitas , sebab akibat ini lah yang membuat masyarakat dunia gempar. Sebab penistaan agama Islam  dengan film ‘ Innoncennce of Muslim’ mengakibatkan kerusuhan di Libya, Mesir, Pakistan, serta belahan dunia yang lain.   Dengan demikian  secara nalar  logis dan jujur hati, mestinya penyebabnyalah yang harus diamputasi. Ibarat aliran pipa air yang ilegal tak terkendali lalu mengakibatkan kebocoran di sana sini, maka langkah yang efektif matikan dulu (off dulu ) aliran air lalu benahi yang bocor.  Bukan sebaliknya.

Lebih jauh dalam pidatonya, SBY menekankan  budaya universal saling toleransi dan menghargai keyakinan beragama satu sama lain. Sebagai bangsa yang menjunjung tinggi keragaman budaya dan agama, Indonesia menyerukan saling menghormati dan pengertian di antara orang-orang yang memiliki keyakinan berbeda-beda.
SBY prihatin bahwa pencemaran nama baik agama itu sampai sekarang masih ada. “Meskipun ada inisiatif dari negara-negara PBB dan juga forum lain, pencemaran nama baik agama terus berlanjut. Kami telah melihat lagi salah satu wajah yang buruk dalam film ‘Innocence of Muslims’ yang sekarang menyebabkan kegemparan internasional,” kata SBY.

Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia menegaskan bahwa dalam melaksanakan kebebasan berekspresi, setiap orang harus memperhatikan moralitas dan ketertiban umum. “Kebebasan berekspresi itu tidak mutlak. Oleh karena itu, saya meminta sebuah instrumen internasional untuk secara efektif mencegah hasutan permusuhan atau kekerasan berdasarkan agama atau kepercayaan. Instrumen ini, produk dari konsensus internasional, yang masyarakat dunia harus mematuhinya,” ujar SBY(http://news.detik.com).

Lain Indonesia , lain pula Amerika dalam menanggapi peristiwa itu. Nada Amerika justru menegaskan pada akibatnya.  Sedangkan penyebabnya dibiarkan datar tanpa penegasan. Bahkan cenderung apatis terhadap penyebabnya.

 “Amerika Serikat menolak film anti-Islam yang beredar di internet. Semua agama pernah mengalami penghinaaan, tetapi hal tersebut bukan menjadi sebuah justifikasi untuk melakukan kekerasan,” ujar Clinton, seperti dikutip ABC News, Jumat (14/9/2012).

Dalam pidato yang disiarkan di televisi, Hillary menekankan bahwa Gedung Putih tidak ada hubungannya dengan video tersebut. Dia juga menegaskan, bahwa “tidak ada pembenaran” untuk menanggapi video film yang mengejek Nabi Muhammad SAW dengan kekerasan.

Selain itu Hillary mendesak para pemimpin negara lainnya untuk bersama-sama mengutuk kekerasan yang telah terjadi. “Hal ini terutama bagi kekerasan salah tujuan terhadap misi diplomatik. Padahal tempat tersebut memiliki tujuan untuk mempromosikan pemahaman yang lebih baik di seluruh negara dan budaya,” katanya.(http://showbiz.liputan6.com)

Clinton menegaskan, pemerintah AS tidak ada hubungannya dengan film yang dimaksud, merupakan pelecehan terhadap agama Islam dengan menggambarkan Nabi Muhammad SAW sebagai sosok yang sangat negatif. “Film itu adalah upaya sinisme untuk menyerang orang lain atas keyakinan relijiusnya.
 
Bagi kami, khususnya bagi saya secara personal, video ini benar-benar menjijikkan dan sangat tercela. Nampaknya memang sengaja memiliki tujuan menghina, untuk merendahkan sebuah agama yang besar dan memprovokasi kemarahan,” kata Clinton, Kamis (13/9).
 
“Pemerintah AS sama sekali tidak ada kaitannya dengan video ini. Kami secara tegas menolak isi dan pesan video ini,” imbuhnya. Meski demikian, Clinton menyatakan semestinya film tersebut tidak dapat dijadikan pembenaran untuk merusak fasilitas dan menyerang diplomat AS. Sejauh ini, Clinton masih bungkam atas tuntutan para pengunjuk rasa untuk menghukum para pembuat film itu.(http://pakarinfo.blogspot.com).
Karena perduli dengan akibatnya, Indonesia mengusulkan  konsensus internasional itu .  Karena tidak perduli kepada penyebabnya, Amerika  mendesak para pemimpin negara lainnya untuk bersama-sama mengutuk kekerasan yang telah terjadi.
Penyebabnya adalah mereka yang berpihak kepada intoleransi sedangkan akibatnya adalah mereka yang menanggapi dan terjebak kepada ektremisme.

 

Tags:
26 May 2012

Lulus : Putih atau Abu-abu

KOMPAS.com/Yatimul Ainun

Lulus Ujian Nasional memang sesuatu yang membanggakan sehingga wajar ada ekspresi bahagia saat pengumuman. Corat-coret ala vandalisme sampai konvoi di jalanan adalah hal yang mudah ditemukan pada situasi ini. Padahal berbagai pihak telah menghimbau untuk tidak berkonvoi, tetapi hal ini diabaikan. Demikian pula pada hari ini, Sabtu 26 Mei 2012. Sepasukan anak SMA sedang girang lalu mencorat coret seragamnya lalu konvoi di jalan raya. Mereka dikenal dengan Putih Abu-abu sebab seragamnya  Putih Abu-abu. Apakah lulusnya mereka ada hubungannya dengan warna seragamnya ? Lulus : Putih atau Abu-abu?

Kita lihat saja Kamus Besar Bahasa Indonesia, bisa manual atau versi digitalnya !

  1. Putih berarti a) warna dasar yang serupa dengan warna kapas , b) kiasan murni; suci; tidak ternoda.
  2. Abu-abu berarti warna antara hitam dan putih (serupa dengan warna abu kayu bakar); kelabu.
  3. Sedangkan arti hitam adalah warna dasar yang serupa dengan warna arang, b) kiasan tentang sifat atau tabiat yang buruk.

Dengan demikian putih bisa dimaknai murni dan abu-abu bermakna setengah murni dan setengah buruk. Dihubungkan dengan kata lulus maka menjadi : lulus murni atau setengah murni!

Lalu apa hubungannya dengan pernyataan Mendikbud sekarang?

“Bicara UN bukan sekadar kelulusan, namun ada penanaman kejujuran di kalangan siswa. Itu sebabnya mekanisme pelaksanaan UN tahun (2012) ini lebih dipersulit untuk mengantisipasi kecurangan,” kata Nuh di Semarang, Jawa Tengah, Rabu (15/2/2012) malam.

Kalau dicermati pernyataan Mendikbud di atas tentu penegasannya pada penanaman kejujuran. Lulus UN iya, tidak curang harus. Sebagaimana motto yang ditempel di sampul soal : Prestasi Yes! Jujur Harus! Tetapi kalimat terakhir yang mengganggu lubang kuping bahwa …mengantisipasi kecurangan. Ini berarti pada tahun-tahun sebelumnya UN dilaksanakan dengan berbagai bentuk kecurangan. Pihak mentri rupanya telah membaca situasi itu, maka mekanisme kali ini dipersulit untuk memperkecil kecurangan. Kalau begitu sebenarnya pihak kementrian telah pula tahu peta daerah ataupun sekolah mana yang curang. Maka pada tahun 2011 lalu didapat bahwa Provinsi terjujur adalah DIY Jogjakarta. Sedangkan NTB pada urutan ke-17 terjujur, sedangkan Provinsi Kalteng masuk 5 besar terjujur (http://smpn2gerokgak.wordpress.com). Nah, bagaimana UN 2012 ini ? Nah, bagaimana pasukan putih dan abu-abu yang sedang konvoi dan vandalisme?

Patut berbangga kalau lulusnya putih dan mestinya tidak perlu bangga berlebihan kalu lulusnya abu-abu!

Yang menarik pernyataan Kepala Dinas Pendidikan Kota Malang, Sri Wahyuningtyas :”Peringkat itu bukanlah merupakan hal yang paling penting. Namun, kejujuran siswa dalam mengerjakan UN lebih penting “. (MALANG, KOMPAS.com)

“Percuma kalau peringkat UN kita bagus, tetapi siswa tidak jujur dalam mengerjakan soal UN. Yang terpenting adalah menanamkan kejujuran pada siswa. Peringkat bukan hal penting !

Tags: