Al Buraq adalah Binatang ( Imajinasi Parsial)

Petikan dari wikipedia:

“….. Makhluk ini diciptakan Allah tebuat dari cahaya. Dilihat dalam kamus bahasa, maka kita akan menemukan istilah “buraq” yang diartikan sebagai “Binatang kendaraan Nabi Muhammad Saw”, dia berbentuk kuda bersayap kiri kanan. Dalam pemakaian umum, “buraq” itu berarti burung cendrawasih, yang oleh kamus diartikan dengan burung dari sorga (bird of paradise) ….”

Mitos tentang apa atau siapa Al Buraq itu terus menjadi analisis awam, meskipun dianya seorang ilmuwan atau agamawan. Sebab sosok Al Buraq adalah cerita gaib, yang tidak mudah dalam mengkonkretkan. Oleh karena itu  penafsirannya bisa dari berbagai sudut pandang. Yang populer bahwa Al buraq bersosok binatang berbentuk kuda berwajah orang rupawan,  bersayap seperti burung Merak – bisa terbang.  Namun penafsiran mutakhir akan mempertanyakan, apakah benar demikian adanya?  Mengingat logika fisika akan bertentangan bila dipaksakan untuk diterima akal. Sementara itu sudut pandang agamawan justru menimbulkan imaginatif parsial terhadap sosok Al Buraq itu sendiri. Bahkan cenderung melenceng jauh dari nalar. Pengembalian kepada wallohua’alam akan memperparah situasi kekinian, yang cenderung ingin tahu jawabannya.

Mari, kita lihat gambar Buraq yang populer di masyarakat awam:

Sumber : bagusseven’s .blogspot.com

Analis Gambar :

  1. Bertubuh kuda. Apakah ini bermaksud sebenarnya bahwa Al Buraq itu adalah sejenis binatang kuda? Ataukah ini hanyalah sebuah simbolik imajinatif, yang makna konkretnya hanya ingin menunjukkan bahwa kekuatan angkutan saat itu  diwakili oleh  kuda? Nalar kekinian mengindikasikan makna imajinatif (berkias)  bukan makna lugas. Sebab mengarungi langit ( kalau yang dimaksud langit = angkasa luas) harus dengan kapsul khusus sesuai syarat -syarat astronomis.Bukan telanjang bulat, macam gambar kuda di atas.
  2. Bersayap indah seperti burung Merak atau Cendrawasih? Adalah simbol kekuatan terbang melintasi langit dalam mengarungi angkasa sebab kalau hanya digambarkan kuda -yang ia hanya berjalan di daratan saja- akan bertentangan dengan fenomena Isra’ Mi’raj yang melintasi angkasa. Burung Merak dan Cendrawasih adalah burung yang bulunya sangat indah saat itu maupun sekarang.
  3. Berwajah Orang ( manusia) rupawan. Dalam berbagai versi , rupawan dimaknai cantik ala seorang perempuan. Pada versi yang lebih ektrim , ini hanyalah rekayasa konpiratif untuk menyudutkan Nabi Muhammad. Namun, justru berwajah manusia inilah yang menjadi pertimbangan serius saya untuk memaknai apa yang dimaksud Al Buraq itu sendiri. Mengapa?

 Rujukan  Pemikiran ( referensi )

  • Q.S An-Nahl, ayat 43:

                   وَمَا أَرْسَلْنَا مِنْ قَبْلِكَ إِلا رِجَالا نُوحِي إِلَيْهِمْ فَاسْأَلُوا أَهْلَ الذِّكْرِ إِنْ كُنْتُمْ لا تَعْلَمُونَ

                Dan Kami tidak mengutus sebelum kamu, kecuali orang-orang lelaki yang Kami beri wahyu kepada mereka; maka bertanyalah kepada orang yang        

                mempunyai pengetahuan jika kamu tidak mengetahui,   

  • Q.S Al Imran, ayat 190-191

                   إِنَّ فِي خَلْقِ السَّمَاوَاتِ وَالأرْضِ وَاخْتِلافِ اللَّيْلِ وَالنَّهَارِ لآيَاتٍ لأولِي الألْبَابِ

                Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal,

                                     …الَّذِينَ يَذْكُرُونَ اللَّهَ قِيَامًا وَقُعُودًا وَعَلَى جُنُوبِهِمْ وَيَتَفَكَّرُون

                (yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring ….

Sebuah Pemikiran ( perlu dikaji ulang)

  1. Orang yang diberi pengetahuan bisa menjadi sumber ahli dalam menyingkap persoalan. Satu sisi lain bahwa serahkanlah sesuatu itu kepada ahlinya. Yang dimaksud ahli adalah orang yang pandai dan mahir dalam bidangnya. Ahli dzikir pada An-Nahl dimaknai orang yang memiliki pengetahuan.
  2. Tanda-tanda orang berakal ( Ulil Albab) adalah ahli dzikr,orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring…(Yang berakal bukan sekadar menunjuk kepada seorang sarjana , doktor bahkan profesor).
  3. Dengan demikian persoalan pengetahuan agama ( terlebih yang mengandung makna kias/simbolik/implisit/metafisis) harusnya ditanyakan kepada … أَهْلَ الذِّكْرِ (ahli dzikir) tersebut. Syukur seorang yang ahli dzikir itu juga bergelar doktor atau bahkan profesor.

Simpulan ( pelengkap postingan berjudul ” Menghadap Tuhan ,Butuh Waktu 50.000 Tahun)

Al Buraq haruslah dimaknai utuh menyeluruh( bukan parsial)  dengan terminologi makna kias metafisis bukan makna lugas fisik. Dia berwajah manusia rupawan ( bukan cantik atau tampan- sebab tidak mengenal laki perempuan atau laki-laki) , yang bisa ditumpangi sebagai kendaraan (namun bukan binatang) menuju Tuhan serta memiliki kecepatan luar biasa melesat  ( terbang bersayap hanyalah metafor).

Tags:

Tinggalkan Komentar Ya!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: