Archive for ‘Opini’

20 March 2017

Kelompok Ini Bikin Iri

IMG_20170319_131614Orang yang belas kasihan akan dikasihi Arrahman (Yang Maha Pengasih), karena itu kasih sayangilah yang di muka bumi, niscaya kamu dikasih-sayangi mereka yang di langit. (HR. Bukhari).

Alhamdulillah, rupanya Allah punya punya skenario tersendiri. Rencananya aku dan Rizal, anakku ke-2 silaturahmi ke Kota Gandrung, Banyuwangi. Di simpang 3 Cekik, Gilimanuk hati berbisik lain. Segera tancap gas Beat Putih produk 2013 belok ke kiri arah Jembrana. Mestinya ke kanan masuk pelabuhan Gilimanuk lalu nyebrang ke ketapang. Ah, it’s Ok. Lanjut saja gas rem gas rem sampailah di Cupel. Kopiah yang kucari di toko Busana Muslim kegedean ukuran. Lanjut arah Kota Negara via Tegal Badeng Barat. Panorama pemukiman Muslim dan Hindhu bergantian ditingkahi petak-petak sawah yang padinya mulai menguning. Tegal Badeng Timur lanjut ketemu Loloan Barat. Di sini kutemukan benda yang kami cari. Kopiah Nasional untuk pentas si Rizal, Pas ukurannya, pas duitnya. Sebab toko di kampung begini pasti harganya lebih rendah daripada di Toko Besar macam mall sebab pajak.

Ah, usai belanja perut mulai iri. Mampir di warung bubur milik orang Jogja yang sudah menetap di Loloan. Tak sangka Amri, anak pedagang bubur itu teman sekolah Rizal. Asyik makan bubur, hampir usai Adzan zuhur berkumandang. Amri terlihat naik sepeda bersiap menuju masjid. Segera bubur ayam yang sedap kami telan dak perlu dikunyah (he..he) lalu tanya, dimanakah masjid terdekat?

Dengan berbekal petunjuk pedagang bubur, kami siap pacu pelan menuju Masjid terdekat.Ternyata Masjid Ad-Dakwah, Loloan Timur kalu gak salah.  Alamak, di teras masjid banyak hidangan, sholat jamaah pun juga usai. Semula, aku kira hidangan untuk kafilah MTQ sebab di sekitar memang ada event MTQ. Ok, so must go on aja. Toh masjid tempat ibadah terbuka bagi siapa saja yang mau menghadap Allah SWT.Gak papa kami sholat sendiri. Sholat berakhir. Doa ku angkat sebagai mana biasa.

Belum usai tangan turun doa, belum kering air wudu di muka, seorang pemuda tampan baik hati datang menghampiri. Pak, mari bersama makan hidangan. Amboiii, inilah nikmat ganda. Sholat ditunaikan, makan minum dihidangkan. Alhamdulillah, pilihan saya ternyata tepat. Pilih bubur di warung tadi sehingga masih ada tempat nasi  di perut ini.(hick..hikc…malu-maluin aj). Suer..jujur sambil makan saya bertanya-tanya di hati. Acara apaan ini ya? Untungnya jawaban mudah saya temukan. Oh…ini rupanya acara khataman Al_quran yang digagas GPL (Gerakan Pemuda Loloan). Sambil nyantai komunitas itu saling sharing dengan bahasa Loloan yang khas.Meski tak banyak ngerti, kami larut dan asyik masyuk dalam obrolan namun sayang kami tidak punya waktu banyak. Sehingga tidak sempat berkenalan lebih jauh. Bahkan ketua GPLnyapun kami tidak tahu. Tapi trik ini sebenarnya kami jalankan untuk menjaga keikhlasan mereka itu. Sambil di otakku bicara pasti suatu komunitas ada sosial medianya. Pamit, ah….!

Eit, betul saja sampai di rumah aku googling Komunitas GPL. Nah, ketemu. (Ini alamatnya https://www.facebook.com/gerakanpemudaloloan/?fref=ts).Saya cari tahu lebih jauh. IMG_20170319_131551Subhanallah, GPL luar biasa. Menyantuni anak yatim piatu. Ada juga pengajian umum dalam Bingkai Kajian Pojok Surau. Wouw…..Gerakan Pemuda Loloan emang OK!Satu pandangan saja saya sudah bisa menilai. Gerakan ini didukung oleh masyarakat. Buktinya makanan dan minuman melimpah ruah saat khotmil Qur’an. Salut buat komunikasi mereka dengan warga. Salut buat Bapak Hasbil Muhammad ketua gerakan ini. (maaf, baru tahu setelah buka internet).Salam kenal semuanya!

Gerakan Pemuda Loloan(GPL) is Inspiring! Rupanya inilah dibalik batalnya kami ke Banyuwangi.Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan? (Arrahman-28).

Advertisements
Tags:
3 April 2016

Antara Ahok, Aku, dan Adikku

Jumat, 9 Oktober 2015 saya sekeluarga terbang ke Jakarta via Juanda, Surabaya sebab besoknya harus hadir di pernikahan adikku. Lebih kurang 1000 Km Surabaya – Jakarta hanya ditempuh  90 menit. Itu biasa!

share

Berangkat!

Sabtu, 10 Oktober 2015 sekira pukul 2 malam kami semua harus bangun. Persiapan berangkat ke tempat perhelatan di Jakarta Timur yang hanya 10 Km dari tempat menginap. Aqad nikah akan dilaksanaan sekira pukul 08.00 Wib. Alamak, apa pasal sepagi ini harus bangun. Padahal, cuma sepuluh kilometer? Menghindari macet Bro! Macak cih, aku tak percaya.

Habis sholat subuh langsung tancap gas. Tiga mobil yang tersedia, salah satunya akulah drivernya. Bismillah! Ha…benar, khan. Mana macet? Lancar saja kok. Tiba di TKP bahkan pintu gerbang area belum dibuka. Adikku tersenyum saja. Senyum karena sewotku atau karena bahagia yang sebentar lagi bersanding mesra di pelaminan. Hemm!

IMG_0506.JPG

Wakil Tim

Perhelatan usai pukul 14 wib, kami harus pulang ke tempat inap. Tiga mobil harus beriringan lagi. Bayanganku seperti tadi pagi. Salah pollllllll! Mulai keluar area komplek TNI tempat gedung itu berada masuk ke jalan utama mataku mulai terbelalak. Jubelan mobil berbagai merk memenuhi jalanan Jakarta. Mobil iringan merangkak pelan kayak bekicot. Waduhhhh, mulai nervous nih. Kaki mulai keder. Ac mobil tak bisa menghalangi keluarnya keringat dingin. Tenang, supirrrrr, bisikku sendiri. Nasib mobil pinjaman ini dan penumpangnya tanggung jawabmu! Aku coba ikuti mobil di depanku sebab aku iringan yang di tengah. Mata fokus ke depan, Eitt, gas…eit..rem..oper gigi. Aduhhhhh biyung, kaki mulai kesemutan pegel-pegel injak gas, rem, gas, rem!

IMG_1112.JPG

Hibur Diri

Alhasil, jarak 10 Km yang tadi pagi hanya ditempuh 30 menit, kini sampai rumah habis magrib bahkan hampir isyak. Alamak, berarti di jalanan tadi kurang lebih 5 jam. Busyett, deh..eh..astagfirullah! Ini baru RUARRR…BIASA! Itu artinya orang Jakarta harus rajin solat qodho’ atau qoshor sebab macet itu sudah rutinitas Jakarta. Aku berpikir kalau begini terus aku bisa stres dan mungkin mati duduk di kendaraan.

Pantas, Ahok sang gubernur  marah-marah. Itu baru persoalan macet. Belum banjir, prostitusi, gelandangan, sampah, deesbe! Stresss….berat, dah! Siapapun gubernurnya dari kalangan manapun kalau sistem dan masyarakatnya tidak baik maka sama saja. Jadi jangan salahkan gubernurnya semata. Semua harus introsepeksi.

Tentang bau primordialisme (perasaan kesukuan yang berlebihan) dalam pilihan pemimpin itu adalah biasa kita dengar. Mayoritas pemilih akan mengaitkan dengan agama, etnis, sikap akhlaq, bahkan dengan klan atau marga sang calon pemimpin tersebut.

Jujur saja saya bertanya, Anda juga demikian kan?

Ini adalah ikatan emosional yang kadang mengalahkan rasional. Sesungguhnya kalau kita berpikir dalam bingkai nasionalisme Indonesia, hal semacam itu tidak patut. Mestinya kita memilih pemimpin atas kompetensinya bukan atas like n dislike. Namun apa boleh buat, justru ruang otonomi daerah yang digulirkan sejak reformasi itu mengalami pembiasan makna. Lalu figur calon pemimpin akan dilihat apa sukunya? Apa agamanya? Apa marganya? dan apa-apa yang lain….

Tidak heran muncullah polemik seputar PILKADAL, PILGUB DAN PIL-PIL LAIN. Misal, sang calon harus beragama Kristen bagi pemilih mayoritas Kristen, Hindu yang mayoritas Hindu, dan Muslim yang mayoritas Muslim. Inilah sisi negatif otonomi daerah dan Pilihan Langsung. Padahal, masyarakat belumlah begitu siap mental.

 

 

 

 

 

 

9 March 2016

Nyepi dan Dzikrullah

Dan sebutlah (nama) Tuhanmu dalam hatimu dengan merendahkan diri dan rasa takut, dan dengan tidak mengeraskan suara, di waktu pagi dan petang, dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang lalai. (Q.S 7;205)

th (2)

keepcalm.co.uk

Alhamdulillah! Di pagi yang cerah Rabu, 9 Maret 2016 bertepatan dengan hari raya Nyepi Th. 1938 Caka, saya duduk di teras rumah sambil menunggu kejadian langka yakni Gerhana Matahari Total(GMT). Saya berpikir bahwa begitu terjadi GMT tidak akan terjadi pukulan tetabuhan bunyi-bunyian dari lesung, panci dan pohon sebagaimana mitos masyarakat Jawa sebab hari ini adalah hari raya Nyepi. Pelaksanaan Hari Raya Nyepi mewajibkan umat Hindu melaksanakan Catur Brata, yang bisa diartikan empat pantangan selama 24 jam, yakni tidak menyalakan api atau penerangan (amati geni), tidak melakukan aktivitas kerja (amati karya), tidak bepergian (amati lelungan), dan (amati lelanguan) tidak diperkenankan bersenang-senang/menikmati hiburan (panbelog.wordpress.com)

Dengan kondisi seperti itu dapat dipastikan bahwa keadaan sunyi dan senyap dari pagi sampai larut malam akan terjadi. Keheningan dan kesenyapan yang seperti ini yang disukai para pemuja Tuhan. Yang suka menyebut-nyebut nama Tuhan dalam hatinya. Dzikrullah biasa disebut. Dzikir bermakna ingat ataupun sebut/seru. Allah adalah Tuhan yang Mahaesa.

Kutipan ayat Al-Quran sebagaimana termaktup di atas adalah landasan kuat bahwa meyeru, menyebut, dan mengingat nama Allah dalam hati haruslah dengan rasa takut dan dengan tidak mengeraskan suara. Sebab Allah itu tidak buta dan tuli. Lalu mengapa harus teriak-teriak bahkan menggunakan speaker segala. Padahal getaran hati itu lebih jauh radius tempuhnya daripada speaker.Sebagai analogi, bandingkan jarak jangkaunya dari perkembangan alat komunikasi berikut. Mulut, kentongan, speaker, Walky Talky, dan Telepon. Ternyata media telepon  lebih jauh jarak jangkaunya daripada alat yang sebelumnya. Semakin kecil dan halus perangkatnya semakin jauh jangkauannya. Luar biasa!

Telepon itu hanyalah penghubung antar regional, maksimal international belum antar planeter. Lalu alat apa yang bisa menjangkau  antar dimensional?  Sebab Allah dan manusia berbeda dimensinya!

Allah berfirman dalam Q.S Al-Anfal;2 ,” Sesungguhnya orang-orang yang beriman itu adalah mereka yang apabila disebut nama Allah gemetarlah hati mereka, dan apabila dibacakan kepada mereka ayat-ayat-Nya bertambahlah iman mereka (karenanya) dan kepada Tuhan-lah mereka bertawakal,”.

ALLAH telah berfirman dalam hadits qudsi,“Qalbul mukmin Baitullah.” Qalbu orang yang beriman itu adalah rumah ALLAH.

Tidak dapat memuat dzat-Ku bumi dan langit-Ku, kecuali “Hati” hamba-Ku yang mukmin, lunak dan tenang“ (HR Abu Dawud ).

Subhanallah! Di langit angkasa gerhana matahari telah terjadi. Di sini cahayanya hanya redup saja, sementara di belahan bumi lain terjadi malam sesaat. Mudah-mudahan kejadian langka ini berpengaruh positif bagi kehidupan semua.Amin!

Selamat Hari Raya Nyepi Th. Caka 1938 bagi Umat Hindu di Bali

Tags: , ,
8 March 2016

Mitos Yang Terjawab

Perkataan ilmuwan NASA menarik dicerna. Ia mengatakan di salah satu stasiun TV swasta bahwa gerhana matahari yang akan terjadi 9 Maret 2016 ini, misalnya, tidak akan mengagetkan manusia. Manusia kini telah memiliki pengetahuan yang luas tentang kejadian langka itu. Namun berbeda dengan dunia hewan. Para binatang akan reaktif sebab menganggap malam telah tiba. Insting mereka mensiyalkan jika malam maka burung terbang pulang ke sarang. Hewan nokturnal, semacam burung hantu keluar dari peraduan untuk mencari mangsa.  Reaksi hewan itu bersifat naluri belaka tanpa wawasan rasional.

Demikian halnya yang terjadi kepada manusia bila tidak ada panduan pengetahuan ilmiah. Kejadian gerhana matahari ataupun gerhana bulan akan menimbulkan tanggapan beragam sehingga memunculkan mitos-mitos. Kalangan masyarakat Jawa menyatakan bahwa matahari saat itu ditelan Buto(raksasa) yang mendendam kepada Dewa Suryo yang telah memanahnya sehingga leher dan badan buto jatuh ke bumi menjadi lesung dan kepalanya gentayangan di angkasa mengincar matahari untuk ditelannya. Alasan itulah maka  lesung dipukul-pukul agar sang buto memuntahkan matahari. Sementara anak-anak disuruh bersembunyi dan ibu hamil mengusap-usap perutnya sambil berlindung di bawah kolong tempat tidur.

Sangat naif memang bila dipandang dari sudut kekinian, yang pengetahuan  sudah berkembang pesat. Namun, itulah yang saya alami pada saat gerhana matahari total pada tahun 1983. Bahkan propaganda pemerintah saat itu bahwa kejadian langka itu seolah hal yang menakutkan dan harus dihindari. Berbanding terbalik dengan euforia orang barat yang justru berduyun-duyun keluar rumah ingin tahu lebih.

Kejahiliahan (kebodohan)  semacam itu juga terjadi di lingkungan masyarakat Arab mana kala terjadi gerhana matahari saat Ibrahim, putra nabi Muhammad SAW meninggal dunia. Kejadian itu dihubung-hubungkan dengan kematian. Namun, Nabi Muhammad menanggapi dengan ilmiah. Ini terekam dalam hadist berikut. Al-Mughirah bin Syubah berkata, “Terjadi gerhana matahari pada masa Rasulullah pada hari meninggalnya Ibrahim. Orang mengatakan, ‘Matahari gerhana karena meninggalnya Ibrahim.’ Lalu Rasulullah bersabda, ‘Sesungguhnya matahari dan bulan (adalah dua dari tanda tanda kebesaran Allah). Keduanya tidak gerhana karena meninggal atau hidupnya seseorang. Apabila kamu melihatnya, maka shalatlah (gerhana) dan berdoalah kepada Allah sehingga ia menjadi cerah kembali.”

Tanda-tanda kebesaran Allah itu lebih jauh dinyatakan bahwa  Dialah yang telah menciptakan malam dan siang, matahari dan bulan. Masing-masing dari keduanya itu beredar di dalam orbitnya.” (Surah Al-Anbiyaa: 33). Sedangkan bunyi Surah Yasin, ayat 38 yakni, Dan matahari berjalan di tempat peredarannya. Demikianlah ketetapan Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui.”

Luar Biasa! Sesungguhnya kedua ayat itu menyiratkan makna rotasi dan revolusi pada istilah astronomi. Dengan tegas Nabi Muhammad menolak mengaitkan astronomi dengan mitologi. Astronomi didasari landasan ilmiah, sedangkan mitologi dasarnya adalah bentuk susastra konsep dongeng dan cerita suci kehidupan para dewa dan makluk halus ( KBBI). (Maka untuk memahami mitos, pakailah pendekatan kebudayaan).

Berbeda dengan perkembangan keilmuwan Yunani kuno, yang memadukan konsep astronomi dengan mitologi. Misalnya, pada sistem kalender masehi, nama bulan kesatu Maret diambil dari Mars, dewa perang, Aprilius, dewa cinta sampai bulan kesepuluh yakni December. Jadi ada sepuluh bulan. Sedangkan kalender Islam berpijak pada pergerakan bulan. Yang bulan pertama adalah 1 Muharram dan dalam setahun ada dua belas bulan. Ini bersandar dari pengetahuan Nabi Muhammad atas wahyu dari Allah. Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah ialah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menganiaya diri kamu dalam bulan yang empat itu, dan perangilah kaum musyrikin itu semuanya sebagaimana mereka pun memerangi kamu semuanya; dan ketahuilah bahwasanya Allah beserta orang-orang yang bertakwa.( At Taubah:36). Konon, untuk menyamakan jumlah bulan dalam setahun agar sama dengan kelender Islam, pihak gereja menambahi kalendernya dengan bulan Januari dan Februari.

Pernyataan-pernyataan Nabi Muhammad yang visioner dan terbukti ilmiah membuat kagum para ilmuwan akhir-akhir ini. Misal,

Prof. Gerald C. Goeringer ( Profesor Embriologi Medis,  Univeritas Georgetown)

Sebagian ayat Al-Qur’an memberikan deskripsi yang komprehensif tentang perkembangan manusia;dari campuran sel sampai penciptaan organ tubuh. Tidak ada catatan yang sedemikian setara tentang tahap ini, terminologinya dan penjelasan tentang perkembangan manusia yang pernah ada sebelumnya. Walaupun tidak semua, sebagian besar deskripsi dalam sastra ilmiah tradisional tentang perkembangan embrio manusia sudah diinformasikan oleh Al-Qur’an berabad-abad yang lalu.( Silakan klik ini).

Kita tahu dalam Q.S  Al-Mu’minuun, ayat 12-14, . “Kemudian Kami jadikan saripati itu air mani (yang disimpan) dalam tempat yang kokoh (rahim).  Kemudian air mani itu Kami jadikan “alaqah.” Lalu “alaqah” itu Kami jadikan segumpal daging, dan segumpal daging itu Kami jadikan tulang belulang, lalu tulang belulang itu Kami bungkus dengan daging. Kemudian Kami jadikan dia makhluk yang (berbentuk) lain.”

Profesor Inggris Mountaghmiri Watts berkata, 

“Apa yang dipaparkan Al Qur’an tentang realitas dan fenomena alam yang sempurna menurut saya adalah di antara kelebihan dan keistimewaan Kitab ini. Yang jelas semua temuan dan ilmu pengatahuan yang didokumentasikan dewasa ini, tidak mampu menandingi Al Qur’an.” (lihat ini)

Tags: , ,
18 January 2016

Teroris Pipis di Pempers

Setiap orang atau komunitas yang menggunakan kekerasan untuk tujuan tertentu adalah teroris. Tidak memandang salah satu agama maka orang yang berkarakter demikian bisa tergolong teroris. Perbuatannya adalah terorisme. Terorisme bukanlah stigma yang harus melekat kepada salah satu agama. Pelaku teror bisa saja dari berbagai lapisan agama.

Cukup menarik pernyataan bintang film Aamir Khan (bahasa Hindi: आमिर ख़ान,  umur 50 tahun) adalah aktor, sutradara, dan produser  film Bollywood berikut. AamirKhanTIFFSept10

Well, buatku semua hal yang berhubungan dengan teror tidak berhubungan dengan agama apapun. Jadi, kalau pelaku merasa dia adalah Muslim, tapi melakukan teror, kurasa dia tidak mengikuti ajaran Islam dengan benar. Sama halnya dengan jika pelaku itu beragama Hindu, maka pelaku teror itu bukanlah penganut Hindu,” ujar Aamir seperti dilansir dari India Forums, Rabu (25/11).

Sedangkan pemerintahan Myanmar  pernah melarang beredarnya majalah Time. Menurut sumber http://news.fimadani.com , ” Myanmar Larang Majalah Time Beredar Karena Cover Teroris Budha ” 

 

 

 Sampul majalah itu menampilkan foto seorang biksu fundamentalis yang dikenal dengan nama Wirathu, dengan judul “The Face Of Buddhist Terror”. 

Pada tahun 2003, ia ditahan karena khotbahnya yang berisi kebencian kepada umat islam. Sehingga ia dijebloskan kedalam penjara selama 25 tahun. Namun, tahun 2010 ia dibebaskan bersamaan dengan tahanan politik.

Bagaimana dengan teroris dari kalangan Kristen? Menurut informasi dari sumber https://id.answers.yahoo.com ada Army of God, Lambs of Christ , National Liberation Front of Tripura  (Mereka berusaha memisahkan diri dari india dan mendirikan negara kristen sejati di Tripura), Nagaland Rebels, Guardians of the Cedars, Lebanese Forces (Christian Phalangist Militia). Kelompok di Irlandia Utara Katolik :
• Provisional Irish Republican Army, Official IRA , Irish National Liberation Army ( Catholic Reaction Force), Irish People’s Liberation Organisation, Continuity IRA, Real IRA .  Protestan:
Motif mereka adalah kalau kepausan adalah antikristus dan menyimpangkan injil. Tersebutlah Kelompok Ulster Volunteer Force, Ulster Defence Association,  Loyalist Volunteer Force,  Red Hand Commandos, Ulster Resistance. 

Belum lagi yang terjadi akhir-akhir ini yakni penembakan brutal di Amerika Serikat oleh kalangan mereka sendiri. Liputan 6 menyatakan bahwa Kasus penembakan massal di AS tahun 2015 merupakan kasus dengan korban terbanyak dan intensitas yang nyaris tiap hari terjadi. Silakan klik di sini.

Media menyebutnya dengan istilah penembakan atau kriminalis atau istilah amelioratif yang lain. Padahal hakikatnya ya terorisme yakni praktik tindakan teror. Mestinya tidak perlu sekolah tinggi untuk memaknai ini, namun kembalilah kepada nurani. Mengapa hanya agama Islam yang distigmakan teroris, pelaku teror? Sementara faktanya  pelaku teror itu dari kalangan agama apapun baik Hindu, Budha, Kristen dan Islam.

Saya (mudah-mudahan) tidak subjektif sehingga tulisan ini seolah-olah membela teroris muslim. Namun sebagai orang yang berpendidikan harusnya objektif dan terbuka pikirannya yang didasari kejernihan data nurani. Apapun bentuk teror itu, siapa pun pelaku teror itu ,dari kalangan agama apapun peneror itu, akibatnya  akan terpulang kepada dirinya, bapak ibunya, keluarganya, bangsa dan negaranya, bahkan agamanya.

Ibaratnya TERORIS ITU PIPIS PAKAI PEMPERS. Maksud hati kencing tersembunyi namun apa daya basah di selangkangan sendiri. Sedangkan selangkangan inilah muasal kita. 

Katakanlah: “Hai hamba-hamba-Ku yang beriman. Bertakwalah kepada Tuhanmu”. Orang-orang yang berbuat baik di dunia ini memperoleh kebaikan. Dan bumi Allah itu adalah luas. Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas.” (Qur’an Surat Az-Zumar; 10)