Nyepi dan Dzikrullah

Dan sebutlah (nama) Tuhanmu dalam hatimu dengan merendahkan diri dan rasa takut, dan dengan tidak mengeraskan suara, di waktu pagi dan petang, dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang lalai. (Q.S 7;205)

th (2)

keepcalm.co.uk

Alhamdulillah! Di pagi yang cerah Rabu, 9 Maret 2016 bertepatan dengan hari raya Nyepi Th. 1938 Caka, saya duduk di teras rumah sambil menunggu kejadian langka yakni Gerhana Matahari Total(GMT). Saya berpikir bahwa begitu terjadi GMT tidak akan terjadi pukulan tetabuhan bunyi-bunyian dari lesung, panci dan pohon sebagaimana mitos masyarakat Jawa sebab hari ini adalah hari raya Nyepi. Pelaksanaan Hari Raya Nyepi mewajibkan umat Hindu melaksanakan Catur Brata, yang bisa diartikan empat pantangan selama 24 jam, yakni tidak menyalakan api atau penerangan (amati geni), tidak melakukan aktivitas kerja (amati karya), tidak bepergian (amati lelungan), dan (amati lelanguan) tidak diperkenankan bersenang-senang/menikmati hiburan (panbelog.wordpress.com)

Dengan kondisi seperti itu dapat dipastikan bahwa keadaan sunyi dan senyap dari pagi sampai larut malam akan terjadi. Keheningan dan kesenyapan yang seperti ini yang disukai para pemuja Tuhan. Yang suka menyebut-nyebut nama Tuhan dalam hatinya. Dzikrullah biasa disebut. Dzikir bermakna ingat ataupun sebut/seru. Allah adalah Tuhan yang Mahaesa.

Kutipan ayat Al-Quran sebagaimana termaktup di atas adalah landasan kuat bahwa meyeru, menyebut, dan mengingat nama Allah dalam hati haruslah dengan rasa takut dan dengan tidak mengeraskan suara. Sebab Allah itu tidak buta dan tuli. Lalu mengapa harus teriak-teriak bahkan menggunakan speaker segala. Padahal getaran hati itu lebih jauh radius tempuhnya daripada speaker.Sebagai analogi, bandingkan jarak jangkaunya dari perkembangan alat komunikasi berikut. Mulut, kentongan, speaker, Walky Talky, dan Telepon. Ternyata media telepon  lebih jauh jarak jangkaunya daripada alat yang sebelumnya. Semakin kecil dan halus perangkatnya semakin jauh jangkauannya. Luar biasa!

Telepon itu hanyalah penghubung antar regional, maksimal international belum antar planeter. Lalu alat apa yang bisa menjangkau  antar dimensional?  Sebab Allah dan manusia berbeda dimensinya!

Allah berfirman dalam Q.S Al-Anfal;2 ,” Sesungguhnya orang-orang yang beriman itu adalah mereka yang apabila disebut nama Allah gemetarlah hati mereka, dan apabila dibacakan kepada mereka ayat-ayat-Nya bertambahlah iman mereka (karenanya) dan kepada Tuhan-lah mereka bertawakal,”.

ALLAH telah berfirman dalam hadits qudsi,“Qalbul mukmin Baitullah.” Qalbu orang yang beriman itu adalah rumah ALLAH.

Tidak dapat memuat dzat-Ku bumi dan langit-Ku, kecuali “Hati” hamba-Ku yang mukmin, lunak dan tenang“ (HR Abu Dawud ).

Subhanallah! Di langit angkasa gerhana matahari telah terjadi. Di sini cahayanya hanya redup saja, sementara di belahan bumi lain terjadi malam sesaat. Mudah-mudahan kejadian langka ini berpengaruh positif bagi kehidupan semua.Amin!

Selamat Hari Raya Nyepi Th. Caka 1938 bagi Umat Hindu di Bali

Tags: , ,

Tinggalkan Komentar Ya!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: