metamorfosa

butterfly

Metamorfose

Sebuah siklus kehidupan manusia tidak lebih sebagai metafora kupu-kupu. Dari awal sebagai sosok ulat yang penampilannya seram, berbulu serta menjijikkan tiba-tiba berubah bentuk yang cantik, anggun dan menawan. Rahasianya? Ulat yang sedari lahir sudah menkonsumsi dedaunan (suka daun muda) sepanjang hidupnya tak pernah berhenti meskipun harus mencuri tanaman petani menjadikan dia sosok yang dibenci dan dibasmi. Ulat yang berbulu lebat suka menaburkan benih gatal di kulit manakala diganggu aktivitasnya.Buntutnya manusia yang terkena racun bulunya akan mengumpat sambil garuk-garuk dan pasti akan mencari penangkalnya, entah olesan balsam ataupun balutan minyak kelapa. Ulat-ulat di umpat, kalau dengar akan nestapa dan nelangsa.Padahal manusialah terkadang yang suka menggoda.Tetapi terkadang faktor human interes atau ulat intereslah yang menyebabkan genderang perang ditabuh. Sayang, sesama makhluk tuhan saling serang dan saling bunuh. Barbarian, kata si ulat.

Pada saatnya nanti ( kurang lebih satu mingguan lah), si ulat akan menjadi dewasa, tua dan renta. Di sinilah awal moksa ulat untuk bisa terbang ke taman syurga. Dia akan melakukan ritual sekuat tenaga demi yang dicita-citakan akan tercapai. Pertama, ulat renta akan memilih tempat yang pas dan nyaman serta aman dari gangguan alam.Dia akan memilih yang teduh,minim tiupan angin.teduh dari sinar matahari.Di balik daun yang kokoh,kuat tangkainya sehingga tidak akan mudah jatuh. Kedua, si ulat akan merajut kapsul pelindungnya untuk menutup diri dari interaksi luar sehingga dia konsentrasi pada kedalaman hati.Semadi.Ketiga, ulat akan puasa makan,tidak minum,tidak  bicara dan aktivitas lain selain tafakkur konsentrasi memuja sang khalik dalam diam yang manunggal. Tapa brata, amati lelungoan, amati karya.Berdiam diri dalam kepompong, tahannut dalam goa sunyi.Keempat, jika proses demi proses selamat dalam takdir ilahi, sang ulat dalam kepompong akan berubah bentuk-metamorfosis-menjadi kupu-kupu cantik, anggun dan mempesona.Bentuk yang indah penuh warna-warni serta bersayap pertanda bisa terbang ke sana –sini. Kun fa yakun,maka jadilah : Butterfly , fly in the sky.Kupu-kupu yang terbang di angkasa,hinggap di taman bunga. Kupu-kupu tak lagi makan daun ,yang mungkin kotor berdebu.Tak lagi minum di air keruh bercampur embun,tapi kupu-kupu sudah menghisap sari bunga-sari madu bunga di taman.Moksa bersama keindahan taman puspa aneka warna, terbang dan terus terbang riang bersama nyanyian alam.

Pada saatnya nanti, kupu-kupu akan kembali menjadikan taman bunga penuh dengan ulat, berbulu, gatal, serta bentuk yang serem menjijikkan. Siklus kehidupan yang penuh misteri.

 

 

 

 

 

 

 

 

One Comment to “metamorfosa”

Tinggalkan Komentar Ya!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: