Peran Salihin

Dalam surat Al Fatihah setiap dipanjatkan ada doa , ” Tunjukilah kami jalan yang lurus. Yakni jalan orang yang Kau beri nikmat. Bukan jalan mereka yang Engkau murkai dan bukan jalan orang yang sesat ! “.

Pertanyaanya siapakah orang yang diberi nikmat? Allah mewahyukan dalam surat An-Nisa’ , 69 : Dan barang siapa yang menaati Allah dan Rasul (Nya), mereka itu akan bersama-sama dengan orang-orang yang dianugerahi nikmat oleh Allah, yaitu: Nabi-nabi, para shiddiiqiin, orang-orang yang mati syahid dan orang-orang saleh. Dan mereka itulah teman yang sebaik-baiknya”. 

Orang-orang yang dijamin nikmat bukan kepalang (garansi Tuhan) itu adalah 1) Nabi-nabi; 2)  Para shiddiiqiin ; 3)  Orang-orang yang mati syahid; 4)  Orang-orang yang saleh. Diantara empat golongan orang ini – jujur – manakah yang paling mudah diakses dengan tepat dan akurat? Pernah ketemukah kita dengan para nabi?  Siapakah orang yang siddiq selain Abu Bakar Asiddiiq?  Manakah orang-orang yang mati syahid selain para syuhada di jaman Nabi hidup? Siapakah orang-orang saleh itu?

Diantara pertanyaan-pertanyaan itu yang mudah dijawab dan ditindaklanjuti tentu yang terakhir. Logikanya, orang yang saleh lebih mudah kita temukan dan temui di jaman pasca ditinggalnya rasul Allah. Meski harus merangkak untuk menemukan dan menemui tetaplah jadi kewajiban agar bisa mengaplikasikan doa fatihah itu. Orang yang saleh? Apa, siapa dan bagaimana orang saleh itu?

Kamus Besar Bahasa Indonesia menyatakan bahwa kata saleh berasal dari bahasa Arab yang bermakna , 1. taat dan bersungguh-sungguh dalam beribadah ; 2. suci dan beriman.  Dengan arti begini , sudahkah kita menemukannya? Gampang-gampang susah menentukannya. Siapakah orang-orang saleh ini? Kok, ngebet sekali sih mau menemukannya? Lho, ini penting dan fatal menyangkut selamat atau tidak , nikmat atau tidak di akhirat nanti! Sebab orang yang saleh inilah yang satu-satunya bisa diakses dengan mudah (meski sulit juga memilah dan meilihnya). Sebab Nabi Muhammad nabi terakhir sudah berpulang 16 abad yang lampau, demikian juga para siddiqin. Ya, kalau orang-orang  bernama Muhammad dan  Sidiq ya banyak!

Mari kita lihat betapa urgen (pentingnya) peran orang-orang saleh ini. Dalam surat Al – Kahfi , ayat 17 dinyatakan ,Dan kamu akan melihat matahari ketika terbit, condong dari gua mereka ke sebelah kanan, dan bila matahari itu terbenam menjauhi mereka ke sebelah kiri sedang mereka berada dalam tempat yang luas dalam gua itu. Itu adalah sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Allah. Barang siapa yang diberi petunjuk oleh Allah, maka dialah yang mendapat petunjuk; dan barang siapa yang disesatkan-Nya, maka kamu tak akan mendapatkan seorang pemimpin pun yang dapat memberi petunjuk kepadanya”. 

Pemimpin yang memberi petunjuk adalah وَلِيًّا مُرْشِدًا ( waliyam mursyida; lihat terjemah Kitab Al-Quran). Dialah yang akan memberikan petunjuk agar kita tidak sesat sebab dia berilmu dan alim. Inilah yang disebut kemudian dengan istilah Para Alim Ulama. Orang-orang yang mampu memberikan petunjuk jalan sesuai ilmunya Nabi Muhammad SAW kepada jalan akhirat yang akan kita lalui. Inilah ulama sebenar-benarnya, yang masuk  pada kriteria Al Ulama  Waristatul Anbiya’ . Pesan Nabi Muhammad  yang populer kurang lebih , ” Ikutilah aku, para sahabat, tabi’in, tabi’ut tabi’in dan al-ulama’  waristatul anbiya’!.

Carilah dia, pilah dan pilih, temukan segera sebelum ajal datang. Kalau sudah menemukan pegang erat-erat , akrabi (kumpulono; bhs. Jawa) ,  jadikan teman akrab( bersahabat) lahir dan batin. Inilah ejawantah ( aplikasi/ perwujudan) salah satu butir TOMBO ATI , bahkan telah dinyanyikan artis religi yaitu si  Opik. ” Wong kang soleh kumpulono/ Berkumpullah dengan orang yang saleh!

Bersahabatlah / Berkumpullah lahir dan batin. Memang berkumpul lahir tentu terbatas pada dimensi ruang dan waktu. Limited, tidak bisa intens. Beliau ke kamar mandi masak kita ikut! Beliau kumpul dengan istrinya, masak kita mau nimbrung! Ah, yang benar aje…kata Bang Rhoma! Lalu bagaimana bersahabat dengan beliau dalam dimensi batin? Hemmm, It’s Unlimited!

Alhamdulillah hi robbil alamin!

Tinggalkan Komentar Ya!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: