Toilet Sepanjang Jalan( is my country)

Dilland Warden,bocah 3 tahun saat berlari di seputaran rumahnya di Piedmont, Oklahoma, AS. Ia mungkin melakukan hal yang benar dengan tak kencing di celana, namun aksinya kencing di halaman rumahnya membuat ibunya dihadapkan oleh ancaman denda 2500 dolar atau Rp 23, 7  juta “.( Bali Pos, 9 November 2012)

Tanggapan :

” Hah, anak kecil!

” Hah, kencing di halaman rumahnya sendiri?”

” Hah, 24 juta rupiah sekali kencing!” dan hah..heh..hoh…yang lain.

Itulah hukum Amerika. Polisi dengan disiplin melakukan tugasnya . Memberikan sanksi bagi pelanggarnya. Tanpa pandang bulu.Tanpa kompromi di bawah meja. Apapun alasan sang ibu, silakan hak jawab dilakukan di pengadilan.  Amrik adalah penganut liberalisme tapi tampak dari kasus itu tidak bisa juga sembarangan. Bebas tapi ada adabnya (sopan santun/etikanya). Aktivitas kencing si anak kecil meski di halaman rumahnya sendiri tetapi karena bisa dilihat oleh orang umum maka tetap saja polisi ngotot menilangnya.  Tidak tanggung-tanggung kalau dirupiahkan , yakni bisa beli dua sepeda motor baru nilai  dendanya.

Bagaimana dengan kita di Indonesia?

Kencing di pinggir jalan , di bawah rerimbunan pohon asam atau angsana, sambil memandang langit biru , hadap membelakangi lalu lalang mobil jalanan, enjoy ..enjoy aja tuh! Serasa tak bersalah sambil bersiul naikkan rensleting dan menggetarkan badan  sebagai  tanda finishing ritual hajatan . Wow, masa bodoh ah…..so must go on. Untung di setiap pohon asam tidak tertulis : ” Anjing biasanya kencing di sini! , Wk wkwwkwkwkw…………..”

Tags:

Tinggalkan Komentar Ya!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: