Paradigma Aneh Orang Islam (awam)

Paradigma (kerangka berpikir ) kebanyakan orang Islam akan terasa aneh dan salah kaprah bila ditanya manakah Al-Qur’an itu? Kita (termasuk saya -dulu) akan menjawab itu di atas almari/bufet/ rak kumpulan kitab-kitab.Baik di rumah ataupun di masjid-masjid. Yang ditunjukkan adalah benda terbuat dari kertas berjilid-jilid yang bertuliskan huruf Arab( yang populer disebut kitab), produksi pabrikan. Posisinya diletakkan ditempat yang tinggi pula- bahkan sulit diraih- katanya meninggikan derajat kitab itu. Bagaimanakah ini?

Kajian pustaka dan kajian faktual berbanding terbalik dengan hal di atas :

1. Al – Quran, yang merupakan wahyu yang diturunkan kepada Nabi Muhammad bukanlah berupa berjilid-jilid kertas bertuliskan huruf Arab. Kita buka Surat 26, Asy Syu’araa’ ayat 192 – 195 : ” Dan sesungguhnya Al Qur’an ini benar-benar diturunkan oleh Tuhan semesta alam, dia dibawa turun oleh Ar-Ruh Al Amin (Jibril), ke dalam hatimu (Muhammad) agar kamu menjadi salah seorang di antara orang-orang yang memberi peringatan, dengan bahasa Arab yang jelas”.

Yang membawa adalah ruh , yang tentu berdimensi sangat-sangat halus bahkan kasat mata (tidak tampak oleh mata ). Jibril mustahil membawa jilidan kertas bertebal-tebal lalu membelah dada dan hati Muhammad untuk memasukkannya kitab (buku) Al -Qur’an itu sementara dia benda ruh. Lho, Allah kan bersifat kuasa. Cukup bilang Kun Fa Yakun! Ah, kalimat ngeles ini adalah pembodohan umat. Bagaimana Allah mengajarkan bim salabim ala tukang sulap ? Meski Allah itu bersifat wenang namun tidak lepas dari sunahtullahnya yakni ada proses. Allah sanggup mencipta Adam dengan kehendaknya, tapi tetap saja ada media tanah liat hitam dibentuk dulu setelah sepurna baru ditiupkan sebagian RuhNya. Lalu kenapa tidak langsung saja , kun fa yakun , bleb…tiba-tiba jadi, tanpa membentuk dari tanah? Kalau Allah itu sanggup bim sala bim , lalu mengapa masih nyuruh Jibril bertemu Muhammad? Ini lah yang dinamakan proses.

Hal penguat kemustahilan ini, yakni sejarah terbentuknya Kitab Al Qur’an itu sendiri. Mula-mula Muhammad bin Abdullah yang menerima wahyu dari Jibril lalu memanggil sahabatnya untuk mendokumentasikan wahyu itu. Jaman itu bunyi-bunyi wahyu dari (maaf) mulud Nabi Muhammad dituliskanlah di atas batu, tulang-tulang onta, serta di pelepah- pelapah  kurma. Baru pada jaman sahabat lain -sepeninggal Nabi dipindahkan ke dalam bentuk Mushaf (lembaran-lembaran). Dan selanjutnya pada jaman mana telah ditemukannya kerta maka bunyi-bunyi dan atau huruf-huruf wahyu itu disalin ke dalam bentuk kertas, yang selanjutnya jaman telah semakin maju dicetaklah ke atas kertas yang lebih halus lagi (produksi pabrikan), maka jadilah kitab  atau buku al-Quran yang kita baca di Masjid/ Musholla/ di surau-surau itu.

2. Al-Qur’an , yang dalam bentuk dimensi halusnya (tidak berhuruf  dan tidak  bersuara ) perlahan -lahan bisa kita maklumi dengan menbandingkan pada perkembangan teknologi akhir-akhir ini. Coba kita lihat televisi saat tampil tanyangan Adzan. Misal, Allahu akbar, Allah hu akbar! Pergilah keluar rumah. Lihatlah langit sekitar. Adakah huruf serta bunyi Alif, Lam , Ha, ba dan ro’  tampak oleh mata berbondong-bondong datang dari langit lalu masuk ke antena televisi itu?

Tidak , khan! Yang terjadi adalah dimensi gelombang /frekuensi radio(televisi) yang membawanya lalu masuk kepada alat yang bernama TV. Sebab komponen TV itu telah dilengkapi dengan alat dan program yang bisa menerjemahkan gelombang tadi kedalam  bentuk audio (bunyi) visual( gambar) maka tampaklah gambar dan bunyinya Allah hu Akbar itu 2x. Tidak menutup kemungkinan dan seterusnya dan seterusnya , bisa jadi 30 Juz sampai tamat! Nah, yang begini ini bukanlah disebut Kitab Al-Qur’an tetapi TV Al-Quran. Sedang Al-Qur’an dengan media HP disebut Al Qur’an SELULER ( ingat progrannya AA Gym?). Yang di dalam LAP TOP , ya Lap top Al Qur’an bukan kitab Al-Qur’an,  CD AL QUR’AN, FLASH DISK AL QUR’AN, SMART PHONE AL QUR’AN, dll. Jadi,  kita bisa membaca Surat Yasin pada acara pengajian umum cukup hanya membuka  SMART PHONE  saja, tidak menggunakan media buku-buku/kitab Al- Qur’an/ kertas berjilid-jilid! Praktis dan futuristik!

Dengan demikian bisa dikatakan Kitab Al Quran , TV Al Qur’an, Al Qur’an SELULER, Lap top Al Qur’an, CD AL QUR’AN, FLASH DISK AL QUR’AN, SMART PHONE AL QUR’AN adalah bid’ah (?????)

Yang tidak bid’ah adalah  batu Al Qur’an, tulang-tulang onta Al Qur’an, serta di pelepah- pelapah  kurma Al Qur’an (!!!!!) Nah, cari dah sono di Arab Saudi , entar kalau sudah ketemu, kasihlah saya agar saya tidak terkena bid’ah! OK!

Alhamdulillah! Semoga bisa dicerna. Amin!

Tags:

Tinggalkan Komentar Ya!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: