Indonesia, Savety and Unity : Negara Aman, Ibadah Nyaman!

Yang dapat  saya simpulkan dari ceramah khatib Jumat, 16 agustus 2013 di Masjid Nurul Huda , Dusun Sumberpao, Desa Sumberkima adalah  bahwa jika negara dalam keadaan aman , maka kita dalam beribadahpun menjadi nyaman. Simpulan ini seolah simpel namun maknanya sangat urgen dan dalam. Tidak saja bagi umat Islam namun juga bagi yang lain. Semua anak bangsa Indonesia.

cristianhermawan.wordpressCoba kita layangkan pandangan kita sejenak ke belahan negara lain. Sebut saja Tunisia, Libya, Syria dan yang terkini Mesir. Entah sebab sudah digariskan yang Kuasa untuk menuju apa yang disebut Armageddon atau Skenario Politik Dunia, yang dipelopori negara adi daya – ketidak amanan di negara-negara itu menjadi nyata penghalang kenyamanan warganya. Tidak nyaman melakukan aktivitas keseharian termasuk ibadahnya. Bagaimana merasa  nyaman beribadah kalau setiap sujudnya ada deruman dan dentuman  tank dan sepatu tentara ? Bagaimana berasa khusuk dalam heningnya berzikir dan berdoa kepada Allah kalau perasaan was-was atas bombardir jet tempur serta roket yang siapa tahu nyasar? Pendeknya dalam situasi itu dapat dibayangkan kekacauan dan kegalauan setiap  orang mengurus keperluan harian masing-masing. Bisa-bisa BAB di tengah porak porandanya bangunan dan setumpuk selongsong peluru yang bertikai.

Indonesia, sampai sejauh ini – Alhamdulillah – masih dalam batas kenyamanan nasional. Meski terkadang ada riak gelombang gangguan keamanan skala lokal atau regional. Ini berkat kesadaran semua warga bahwa negara Indonesia pernah melarat dan sengsara di tengah beradunya bambu runcing dengan senjata senapan  pada  perang kolonial melawan Inggris, Belanda dan Jepang . Kurang lebih 350 tahun dalam cekraman penjajah membuat potensi alam dan sumberdaya Indonesia habis-habisan  terkuras. Tidak menutup kemungkinan kekayaan alam Indonesia ikut andil menyejahterakan keluarga raja dinasti   penguasa Britania Raya, Dinasti Negara Kincir Angin dan Dinasti Negara Matahari Terbit. Sedangkan sumber daya manusia tercatat banyak yang mati menjadi tumbal pekerja rodi dan romusha.

Berapa rakyat mati meringis terkena  senapan mesin Inggris, berapa raja nusantara terpecah  saudara sebagai korban politik pecah belah Belanda? Berapa rakyat telanjang dada miskin, menderita sebab  kekejaman Jepang meraja lela ? Sampai-sampai terdengar nyanyian ” Inggris kita linggis, NICA kita setrika! ”  Pekik histeria pejuang lantang berteriak,” MERDEKA ATAU MATI ! “. INDONESIA FOR FREEDOM. Tahun 1945 , proklamasi berkumandang se- nusantara. ” Kami atas nama rakyat Indonesia menyatakan dengan ini kemerdekaannya – SOEKARNO HATTA”.

Kini, setelah 68 tahun kemerdekaan itu bukan lagi Indonesia for freedom but INDONESIA FOR SAVETY AND UNITY. Indonesia yang aman dan bersatu. Jangan lagi centang perenang ,jangan  sikut-sikutan sesama saudara se-nusantara. Bersatu padu  dalam satu tujuan , Indonesia yang berbhineka tunggal ika. Ingat Jasmerah, jangan lupakan sejarah. Bahwa bertikai satu sama lain membuat mudah diadu domba. Ingat politik DEVIDE et IMPERA  yang dijalankan penjajah. Politik pecah belah atau politik adu domba adalah kombinasi strategi politikmiliter, dan ekonomi yang bertujuan mendapatkan dan menjaga kekuasaan dengan cara memecah kelompok besar menjadi kelompok-kelompok kecil yang lebih mudah ditaklukkan. Dalam konteks lain, politik pecah belah juga berarti mencegah kelompok-kelompok kecil untuk bersatu menjadi sebuah kelompok besar yang lebih kuat. Kalau provokasi ini terjadi maka tidak menutup kemungkinan Indonesia akan set back ke masa lalu. Lalu ujung-ujungnya keadaan Indonesia yang kacau – chaos – instabilitas politik serta tidak terkendalinya keamanan nasional. Yang pada akhirnya aktivitas normal warga menjadi aktivitas darurat tidak nyaman , model kacaunya kehidupan warga di belahan Timur Tengah. Ibadahnya pun menjadi darurat. Sholat darurat, doa darurat, dzikir darurat, naik haji darurat, baca quran darurat masuk surganya pun bisa darurat!

” SELAMAT ULANG TAHUN KE-68 KEMERDEKAAN INDONESIA, 17 AGUSTUS 2013!” Semoga Indonesia tetap aman dan nyaman. Amin!

Tinggalkan Komentar Ya!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: