Posts tagged ‘Pancasila’

21 September 2012

Megawati Sindir Bali?

Gb. dari Antarafoto.

Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarno Putri berharap penyelenggaraan pilkada di daerah lain dapat berjalan lebih baik daripada Pilkada di DKI Jakarta. Megawati berharap jangan ada lagi dalam pilkada di daerah lain kampanye berbau suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA) seperti yang terjadi di Jakarta (Kompas.com/21 september 2012).

Pernyataan Megawati ini berimplikasi terhadap Pilihan Kepala Daerah lain (Pilkada ) termasuk Provinsi Bali ,yang pada tahun 2013 akan mengadakan Pilgub – cawagub. Disadari atau tidak pernyataan penting Sang Ketua Umum PDI P ini sangatlah menarik untuk dihubungkan dengan Jakarta dan  Bali.

Pertama, Megawati dengan partainya telah mengusung pasangan Jokowi – Ahok -yang bukan orang  Betawi – untuk Pilkada Jakarta. Tentang ini telah dimaklumi bersama bahwa Jokowi – Ahok mendulang sukses. Bahkan isu Primordialisme  yang berhembuspun bukanlah persoalan penghalang. Pernyataan di atas adalah salah satu  bentuk lain ,euforia  sang Ketua Partai berlambang banteng ini dalam menyikapi hasil Quick Coun yang menguntungkan jagoannya.

Kedua, Megawati adalah sosok yang dekat dengan masyarakat Bali (bahkan memiliki garis darah Bali) . Beliau sangat tahu dan memahami bahwa Bali  pernah dipimpin oleh orang dari luar Bali. Gubernur Pertama,  Anak agung Bagus Sutedja ( 1950-1958), kedua    I Gusti Bagus Oka ( 1958-1959) , ketiga  Anak agung Bagus Sutedja ( 1959-1965) , keempat I Gusti Putu Martha ( 1965-1967) , kelima Soekarmen ( 1967-1978), keenam Prof. Dr Ida Bagus Mantra ( 1978-1988), ketujuh  Prof. Dr Ida Bagus Oka ( 1988-1993) , kedelapan Drs. Dewa Made Beratha ( 1998-2008) , kesembilan I Made Mangku Pastika ( 2008- 2013).

Soekarmen adalah gubernur Bali pertama yang beragama Islam dan bukan dari etnis Bali, memimpin di provinsi dengan mayoritas agama Hindu (http://id.wikipedia.org). Sementara kalau dibandingkan dengan Jakarta pernah ada yang namanya Ali Sadikin ,  dan Sutiyoso . Justru orang luar daerahlah yang menjadi fenomenal atas kerjanya dalam memimpin DKI Jakarta.

Dengan demikian , Bali tidaklah haram jika dipimpim oleh orang luar Bali. Mengapa tidak?  Bali adalah bagian dari wilayah Indonesia sebagaimana DKI Jakarta. Lebih jauh dalan situs yang sama, Megawati mengatakan  jika merasa sebagai warga negara yang memahami empat pilar, yakni Pancasila, UUD 1945 , Bhineka Tunggal Ika, dan NKRI, seharusnya isu SARA dan kampanye tak bermoral dan tak beretika lain tidak perlu ada.
“Harusnya melihat diri kita sebagai warga negara Indonesia, tidak beraliran agama, ras, dan tidak katakan mereka yang belainan. Tapi kita harus satu jua,” kata mantan Presiden itu.

Advertisements
Tags:
31 May 2012

Pancasila : Asli Indonesia Rasa Arabia

Sebuah ilustrasi : Apakah gelombang (sinyal) HP  itu begitu ada setelah kita membeli Hand Phonenya? Ataukah sinyal HP itu sendiri telah lama ada di sekitar rumah kita meski pesawat HP belum kita beli? Atau bahkan sinyal itu memang telah ada sejak dulu kala meskipun HP belum diciptakan?

Demikianlah bahwa Pancasila secara konsep formal dirumuskan pada tanggal 1 Juni 1945 oleh BPUPKI ( Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (Dokuritsu Zyumbi Tyoosakai) . Namun, secara hakikat materi Pancasila telah jauh ada sebelum 1945. Indikasinya setiap butir dari 5 rumusan Pancasila itu memerikan makna yang paralel dengan falsafah agama Islam yang telah 12 abad yang lampau menguasai jazirah Arabia. Tentu pada tahun 1945 tidak sedikit tokoh -tokoh Indonesia terpengaruh ajaran Islam  ini. Tokoh-tokoh nasionalis ( namun beragama Islam ) apalagi tokoh agama Islam itu sendiri. Apakah ajaran Islam menjadi acuan ataukah hanya sebagai inspirasi dalam mewujudkan kehidupan berbangsa dan bernegara Indonesia , yang jelas telah lahir rumusan Pancasila  yang bercermin pada agama Islam – sebagai berikut :

1. Sila pertama yang berbunyi Ketuhanan Yang Maha Esa bermakna bahwa bangsa Indonesia berdasarkan Tuhan Yang Maha Esa. Warga negara Indonesia diberikan kebebasan untuk memilih satu kepercayaan, dari beberapa kepercayaan yang diakui oleh negara. Dalam konsep Islam, hal ini sesuai dengan istilah hablun min Allah, yang merupakan sendi tauhid dan pengejawantahan hubungan antara manusia dengan Allah SWT. Al-Qur’an dalam beberapa ayatnya menyebutkan dan selalu mengajarkan kepada umatnya untuk selalu mengesakan Tuhan. Di antaranya adalah yang tercermin di dalam Al-Qur’an Surat Al-Baqarah ayat 163. Dalam kacamata Islam, Tuhan adalah Allah semata, namun dalam pandangan agama lain Tuhan adalah yang mengatur kehidupan manusia, yang disembah.

2. Sila kedua yang berbunyi Kemanusiaan yang Adil dan Beradab bermakna bahwa bangsa Indonesia menghargai dan menghormati hak-hak yang melekat pada pribadi manusia. Dalam konsep Islam, hal ini sesuai dengan istilah hablun min al-nas, yakni hubungan antara sesama manusia berdasarkan sikap saling menghormati. Al-Qur’an dalam beberapa ayatnya menyebutkan dan selalu mengajarkan kepada umatnya untuk selalu menghormati dan menghargai sesama. Di antaranya adalah yang tercermin di dalam Al-Qur’an Surat Al-Maa’idah ayat 8.

3. Sila ketiga berbunyi Persatuan Indonesia bermakna bahwa bangsa Indonesia adalah bangsa yang satu dan bangsa yang menegara. Dalam konsep Islam, hal ini sesuai dengan istilah ukhuwah Islamiah(persatuan sesama umat Islam) dan ukhuwah Insaniah (persatuan sesama umat manusia). Al-Qur’an dalam beberapa ayatnya menyebutkan dan selalu mengajarkan kepada umatnya untuk selalu menjaga persatuan. Di antaranya adalah yang tercermin di dalam Al-Qur’an Surat Ali Imron ayat 103.

4. Sila keempat berbunyi Kerakyatan yang Dipimpin Oleh Hikmad Kebijaksanaan Dalam Permusyawaratan/Perwakilan bermakna bahwa dalam mengambil keputusan bersama harus dilakukan secara musyawarah yang didasari oleh hikmad kebijaksanaan. Dalam konsep Islam, hal ini sesuai dengan istilah mudzakarah (perbedaan pendapat) dan syura (musyawarah). Al-Qur’an dalam beberapa ayatnya menyebutkan dan selalu mengajarkan kepada umatnya untuk selalu selalu bersikap bijaksana dalam mengatasi permasalahan kehidupan dan selalu menekankan musyawarah untuk menyelesaikannya dalam suasana yang demokratis. Di antaranya adalah yang tercermin di dalam Al-Qur’an Surat Ali Imron ayat 159.

5. Sila kelima berbunyi Keadilan Sosial  Bagi Seluruh Rakyat Indonesia bermakna bahwa Negara Indonesia sebagai suatu organisasi tertinggi memiliki kewajiban untuk mensejahterakan seluruh rakyat Indonesia. Dalam konsep Islam, hal ini sesuai dengan istilah adil. Al-Qur’an dalam beberapa ayatnya memerintahkan untuk selalu bersikap adil dalam segala hal, adil terhadap diri sendiri, orang lain dan alam. Di antaranya adalah yang tercermin di dalam Al-Qur’an Surat al-Nahl ayat 90.(http://blog.uin-malang.ac.id)

Nyatanya , para alim ulama Islam Indonesia saat itu tidak protes dan tidak  menggugatnya. Mereka mengamini tanda mengerti. Ya, karena PANCASILA ASLI INDONESIA RASA ARABIA !

Tags: