Fenomena Terbalik Capres – Cawapres

Ada yang saya amati ketika KPU menyelenggarakan Rapat Pleno Terbuka pengundian nomor urut capres – cawapres hari Minggu, 1 Juni 2014 di Jakarta. Pengamatan tersebut  menemukan beberapa fakta yang menarik. Fakta itu ternyata bisa dikatakan bermakna terbalik dengan image atau gambaran yang dipopulerkan oleh media. Rangkuman fakta terbalik itu sebagai berikut.

NO OBJEK AMATAN PRABOWO – HATTA JOKO WIDODO – JUSUF KALLA
1 TOPI ATAU KOPIAH Pasangan ini memakainya. Kopiah hitam atau kopiah Bung Karno menutupi kepala Prabowo maupun Hatta Rajasa. Pasangan ini tidak memakai kopiah hitam sehingga hanya rambut saja yang menutupi kepala.
 2

 

SAY HELLO

 

 

Saat memasuki ruangan, pasangan ini menyalami atau menjabat tangan pesaingnya yakni Jokowi – Jusuf Kalla beserta tim suksesnya ditambah cium pipi kanan-cium pipi kiri (cipikacipiki). Karena sudah berada di dalam ruangan lebih dulu, pasangan ini menerima jabat tangan dari pasangan Prabowo-Hatta R.
 3

 

 

 

NOMOR UNDI CAWAPRES

 

 

 

Cawapres Hatta nomor undi 4. Layaknya urutan angka, nomor 4 adalah lebih dulu urutannya daripada angka 8. Namun kali ini (karena aturan main KPU), cawapres yang ambil nomor undi lebih besar maka capresnya disilakan lebih dulu mengambil nomor undi pasangan Capres – Cawapres. Cawapres Jusuf Kalla ambil nomor undi 8.

 

 

 

 4

 

 

 

 

NOMOR UNDI PASANGAN

 

 

 

 

Pasangan ini mengambil pada urutan kedua ternyata bernomor urut 1.

 

 

 

 

Karena jusuf Kalla bernomor lebih besar daripada Hatta R, maka Jokowi dipersilakan mengambil lebih dulu gulungan nomor urut yang ada di dalam kotak kaca. Namun, hasilnya meski lebih dulu ambil ternyata Jokowi mengambil nomor urut 2.
 5

 

 

SALAM PEMBUKA

 

 

 

Ketika masing-masing pasangan diberikan waktu untuk sambutan, Prabowo mengawali dengan salam pembuka yang lengkap oleh banyak agama. Assalamualaiakum – Salam sejahtera – Solom – dan  Om Swastiastu, dst. Sedangkan Jokowi hanya salam Mukadimah Islam, yakni Assalamualaikum… assolatuwasalamua muala asrofil ….amma ba’du, dst. Salam untuk agama Kristen, katolik dan Hindu tidak saya dengar.
 6

 

 

 

 

SAPAAN

 

 

 

 

 

Layaknya sebuah sambutan, Prabowo melengkapi dengan sopan santun sapaan kepada orang-orang penting dalam pertemuan itu. Tak pelak terucap dari lisan capres ini penghormatan kepada KPU, Jokowi-Jusuf Kalaa, Megawati, TNI-POLRI, Para petinggi Koalisi Merah Putih, Wartawan , dll. Dari Jokowi tidak terdengar sapaan ( saya lupa apa KPU pun tidak disapa,ya?) tetapi langsung berkampanye dengan menjelaskan uniknya nomor urut 2 yang diambilnya tadi.
 7 POSISI Pasangan ini benar sesuai umurnya, Prabowo lebih tua jadi capres – Hatta lebih muda cawapres. Jokowi lebih muda sebagai Capres, sedangkan Jusuf Kalla yang lebih tua menjadi cawapres.
 8 BAJU

 

Pasangan ini memakai ikon baju warna putih ala jaman Bung Karno dan bawahan cream, praktis hanya dua warna padahal diusung oleh banyak partai politik. Jokowi memakai baju warna kotak-kotak banyak warna bawahan hitam, padahal mengiklankan koalisi ramping.
 9 RESPON NARASUMBER (sesaat setelah ditutupnya rapat pleno KPU). Pakar Semiotika yang diundang oleh TV One menyatakan bahwa Jokowi tampak ngeyel (entah apa maksudnya) padahal kalem orangnya. Prabowo kata pakar itu biasa saja padahal tampak tegas. Pakar yang diundang Metro TV menyatakan bahwa bawaslu harus tegas dalam mengusut kampanye hitam.

Tinggalkan Komentar Ya!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: