Renungan Ramadhan

Satu Agustus 2011 awal ramadhan.Ini berdasarkan perhitungan.Kalau rukyat belum tentu. Tapi harapan kita hisap dan rukyat akan klop, sebab menihilkan perbedaan.Sebab inti Ramadhan adalah Pembakaran. Bukan ribut-ribut awal dan akhir bulan puasa. Pembakaran diri sendiri dari unsur nafsu atau unsur X selama sebulan, itulah yang dimaksud JIHAD. Bahkan jihad akbar. Betapa nabi menyebutnya  hal ini adalah jihad yang lebih besar daripada jihad di medan pertempuran. Apa yang menjadikan Akbar? Tak lain adalah jika di medan pertempuran akan saling berhadapan satu sama lain- sesama manusia- maka yang ini tak akan berhadapan dengan orang lain, tapi dengan diri sendiri yang bersekutu dengan syaitan. Bagaimana bisa kita bertempur dengan bayangan sendiri kalaulah pasti akan kelelahan sendiri. Belum lagi bahwa nafsu kita inilah cikal bakal Iblis musuh utama. Iblis yang belum pernah mati sejak diciptakan, sementara kita makluk baharu. Iblis lulusan Universitas langit,kita universitas dunia- tak tamat pula. Jangan mimpi bisa kalahkan iblis! Lalu bagaimana ini? Selama hayat dikandung badan tak pernah menang dalam proses pembakaran ini? Jangan mimpi masuk surga! Berpikirlah!

Satu-satunya yang bisa mengalahkan sang iblis adalah dimensi Tuhan itu sendiri. Allah aja wajalla. Lalu bagaimana kita bisa memperoleh dimensi ini? Tentu jawabnya ada pada pesuruhnya yang pastilah bisa berkomunikasi dengan Tuhan. Mungkinkah nabi Muhammad atau nabi-nabi yang lain ,yang diutus oleh Allah untuk menyampaikan risalah tanpa dibekali alat komunikasi olehNya? Mustahil, pasti yang disuruh dan yang menyuruh ada komunikasi. Bentuk apa? Allah adalah gaib/abstrak. Sang Nabi adalah berupa/konkret. Hukum nyata yang konkret bisa berhubungan dengan yang konkret. Yang ghaib dengan ghaib. Tuhan ghaib, Jibril ghaib maka berkomunikasi. Jibril ghaib, Nabi konkret maka Jibril berkomunikasi setelah mengkonkretkan diri. Atau setelah nabi mengghaibkan diri. Barulah hukum pasti bisa terlaksana. Ketika Jibril membawa sang Nabi, bertanyalah Nabi karena ketiadatahuannya , “Siapakah itu?”. Jawab Jibril, “ Itu Ifrit! Maka Jibril melempar ifrit dengan suluh api.” Nabi ber-guide kepada Jibril dalam perjalanan menuju Sang khalik. Nabi kenal Jibril, lha kalau kita : kenalkah Jibril? Lalu kita ber-guide kepada siapa? Tanpa guide, mustahil! Dunia yang begitu sempit ini dibandingkan keluasan ciptaan Allah yang lain, masih kita buta tanpa sang guide-apalagi dimensi jagad raya alam semesta ini! Jawabnya  kita mesti ber-guide kepada Nabi. Satu pertanyaan kemudian : kenalkah kita pada nabi? ( bersambung)

Selamat Menunaikan Ibadah Puasa , Ramadhan 1432 H. Semoga kita bisa membakar diri.Amin!

Tags:

Tinggalkan Komentar Ya!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: