Terimakasihlah kepada Iblis!

Siapa bilang iblis tidak bisa masuk surga? Meski kita tidak pernah melihat langsung, dari kisah para nabi dapat dimengerti bahwa Nabi Adam tergoda olah iblis justru di surga. Di tengah kebun surga yang gemerlap nan indah penuh warna dan kedamaian , Nabi Adam dilarang makan buah khuldi. Ditemani sang hawa yang konon perempuan tercipta dari tulang rusuknya ,terus berusaha taat kepada Tuhannya untuk tidak mendekati buah itu. Namun apa daya tipu Iblis sangat kuat, menelusuk pada seluruh nadinya sampai kedalaman qalbu yang lupa mengingat Allah. Ah….dengan desahan…lalu dia dan hawa tersadar kalau sudah melanggar perintahNya. Seketika beliau-beliau terkesiap dan merasa malu pada satu sama lainnya, lalu menutup segala auratnya dengan segala seadanya. Tidak usah dipertanyakan apa yang dipakai menutup ,kain atau sarung atau hanya daun! Wallohua’lam! Yang jelas intinya bahwa mereka telah berdosa. Dan peritiwa inilah yang menjadi cikal bakal kehidupan manusia di bumi ini, termasuk Anda dan saya. Karena dengan pelanggaran itulah mereka disemprit Alloh untuk hengkang dari syurga dan kenikmatannya , terusir satu sama lain turun ke bumi. ( maaf ,jangan bayangkan turunnya bagaimana? Pakai apa? Tangga atau Roket?). Konon ( maaf terus berkonon karena ngak lihat langsung) nenek buyut kita itu turun di tempat yang berbeda. Antara Jazirah Arab dan India. Yang mana di India , kalau tidak salah ingat nenek Hawalah itu.Lalu mbah kita itu saling mencari satu sama lain, terus bergerak dengan susah payah tentu- karena Arab dan India sangat jauh lho- mana saat itu belum ada mobil apalagi pesawat. Ibaratnya mbah buyut kita itu disiksa sebagai wujud sanksi bagi yang melanggar perintahNya, meski bentuknya mengelana sendiri-sensiri di tengah sunyinya bumi saat itu tanpa manusia lain. Dapat dibayangkan mungkin itulah nerakaNya untuk Adam dan Siti Hawa. Dengan susah payah –jungkir balik-, akhirnya, singkatnya beliau kemudian dipertemukan oleh Alloh di padang Arafah. Tempat yang sekarang menjadi tempat wukuf bagi yang berhaji. Sekelumit kisah nabi Adam dan hawa. Lalu apa yang dapat kita ambil sebagai hikmah?

1. Allah punya rencana-grand master plan- pada manusia dan semesta.

2. Allah membiarkan iblis tetap hidup sampai akhir zaman, berjuta-juta tahun umurnya sebagai bagian ambil peran dalam rencanaNya.

3. Allah menciptakan Adam dan Hawa sebagai pengambil peran lain dari master planNya.

4. Allah membiarkan saja iblis untuk mengoda-goda Adam dan Hawa agar berjalan sesuai skenarioNya. Sebab kalau mau , iblis akan dipites seperti orang mites kutu karena Allah itu sangat maha berkuasa. Dan Adam adalah makhluk kesangan Allah. Indikatornya, saat Adam akan diciptakan lalu ditentang oleh MalaikatNya, saat itu Allah tetap tak terpengaruh bahkan Allah balik menguji malaikat . Allah tetap membela Adam. Jadi mestinya kalau ada yang menganggu kesanganNya pastilah murka.Tapi tidak dilakukan ! Sekali lagi ,Allah memiliki rahasia, verry-verry top secret.

5. Allah memberikan pelajaran kepada Adam dan Hawa bahwa meski sudah dekat dengan Allah ( karena tinggal di syurga dengan fasilitasnya) kalau lupa mengingatNya maka akan ditemani syaitan/iblis. Ini pasti. Sesuatu yang gelap akan menyingkir otomatis kalau datang yang terang. Ibarat: Kamar yang gelap, lalu pencet tombol saklar listrik hidupkan neon. Byar, yang gelap ngacir. Sebaliknya juga demikian. Kalau yang terang dimatikan, maka kegelapan akan melingkupi.Allah adalah nur yang terang benderang. Iblis adalah pangeran kegelapan. Jadi hadirkan terus menerus cahaya Allah itu dalam kalbu agar bisik kegelapan sang iblis tak sempat kerasan dan bersarang di hati.

6. Allah memberikan pelajaran kepada Adam dan Hawa bahwa iblis bisa masuk syurga, sekali lagi SYURGA dan menggodanya di sana. Betapa hebatnya ilmu iblis ini, syurga saja bisa ditembusnya apalagi tempat lain. Janganlah kita sok jago , mau ngusir-ngusir iblis dan syaitan dengan bekal asal-asalan. Iblis dedengkotnya jendral. Lulusan S3 Universitas Langit lagi. Kita, apa….?

7. Hikmah yang paling membahagiakan dan mendasar adalah kita harus berterima kasih kepada iblis karena berhasil menggoda nenek buyut kita. Sebab kalau tidak kita tidak akan menemukan ajaran Muhammad SAW. Kalaulah iblis tidak mampu menggoda Adam dan Hawa, lalu tetap mbah kita itu di syurga, tidak akan ada nabi Idris, Musa, Ibrahim, Isa dan Nabi Muhammad SAW ,dll. Buntutnya tidak akan ada manusia penghuni bumi, sebagai anak turunnya. Termasuk kita. Bumi akan hampa manusia. Kalau demikian, siapa yang dihisap dosa dan tidaknya? Akhirnya syurga dan neraka yang dijanjikan tidak akan ada berpenghuni manusia. Inilah salah satu GRAND PLAN SANG PENCIPTA. ALLAH SANG MAESTRO JAGAD SEMESTA. THE REAL MAKER! Wallohua’lam.

Jadi bersyukurlah kepada Allah yang telah menciptakan segalanya seisi semesta ; malaikat,

Jin, manusia, syaitan/iblis, hewan, tumbuhan , batu-batuan dan lain-lainnya agar saling bersinggungan satu sama lain dan berbagi serta menopang peran sesuai kehendakNya. Alhamdulillah!

Tags:

3 Comments to “Terimakasihlah kepada Iblis!”

  1. Wah memang hak anda u membiarkan imajinasi liar anda tentang iblis, tapi ini cuman memenuhi kebutuhan rasio manusia belaka, sedang kebenarannya hanya sebuah spekulasi belaka, ok kreatif namun spekulatif

Tinggalkan Komentar Ya!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: