Jejaring Sosial Digital dan Sisi Jeleknya

Mampukah Hidup Sendiri?

Media Jejaring Sosial ini memiliki beberapa kelebihan dan kelemahan. Kelebihan yang dapat dipetik adalah :

  • Memelihara silaturahmi, baik dengan teman atau kerabat yang dekat ataupun yang jaun nun di sana secara digital .
  • Membuat komunikasi kata, dengan ketik mengetik kata bahkan kalimat. Yang pendek saja atau yang panjang berparagraf.
  • Tukar info, sebagai media share/ berbagi informasi dengan cepat dan ekspresif.
  •  Media dialog, untuk ngobrol sesama kawan akrab dari topik A sampai Z.
  • Open Aktivity, alias tukar menukar aktivitas keseharian atau momen-momen tertentu lewat gambar dan video.
  • Media Curhat, diary atau agenda personal namun bisa diakses orang lain.
  • Menyimpan data baik gambar , video atau file catatan.
  • dsb.
Sedangkan kelemahan atau kejelekannya sebagai berikut:
  • Lebih dominan silaturahmi via media, tidak langsung bertemu secara fisik dengan orang lain. Efeknya adalah adanya kepekaan bermasyarakat menurun. Terjadilah Silent Efek atau efek sunyi atau terpola mensunyikan diri dari hingar bingar bermasyarakat. Ini disebabkan terlalau asyik bermain digital dan tak sadar kalau dirinya adalah makhluk sosial, makhluk yang ditakdirkan untuk bersama-sama dengan individu lain dalam mengarungi hidup secara fisik kemasyarakatan. Padahal kalau kita mati tidak mungkin di kubur dengan orang yang jauh di sana. Tetangga terdekatlah yang turun tangan. Sungguh menjadi arif bila bisa menyeimbangkan.
  • Komuni kata bisu. Artinya secara fisik bila bertemu dengan teman face book, maka tidak akan ngobrol lagi tentang yang sama. Pertemuan fisik setelah pertemanan di FB akan menjadi bisu karena sudah saling paham tentang hal itu. Diam, mungkin akan beralih ke topik lain.
  • Miss Gestur Mimik. Sangat dimungkinkan tidak akan tahu persis kondisi raut muka teman obrolan sebab FB hanya tukar info dan dialog lewat kata/kalimat tulis. Padahal makna ujaran ditopang oleh gesture mimik, ekpresi raut muka pembicara.
  • Curhat, foto, video sudah tidak lagi bersifat privasi manakala kita up loud ke media jaring sosial ini. Sebab  orang lain bisa mengaksesnya. Isi hati dan rumah tangga kita bisa diketahui oarang lain sepanjang kita memberikan jalan untuk diakses. Sebagai saran   tentu data bisa dikunci bila memungkinkan dan tidak dibagi pada orang lain.
Tags:

4 Comments to “Jejaring Sosial Digital dan Sisi Jeleknya”

  1. Setuju.yang penting silaturrahmi tetap terjalin walau dengan apa pun bentuk dan caranya,dan yang paling akut adalah tetap menjaga esensi nilai nilai bermsyarakat.@kutipan syair:Jangan sampi disaat berkumpul engkau laksana Nabi idris,di saat sendiri dan luput dari pandangan mereka engkau malah bagaikan Iblis.

  2. he..he…maka teladanilah Muhammad SAW, bukan Idris apalagi Iblis! ….fidduyah wal akhirat….hem…hm

  3. gambar gitu aja bagus apalagi beda mesti lebih bagus ha ha ha

    • Memelihara silaturahmi, baik dengan teman atau kerabat yang dekat ataupun yang jaun nun di sana secara digital .
      Membuat komunikasi kata, dengan ketik mengetik kata bahkan kalimat. Yang pendek saja atau yang panjang berparagraf.
      Tukar info, sebagai media share/ berbagi informasi dengan cepat dan ekspresif.
      Media dialog, untuk ngobrol sesama kawan akrab dari topik A sampai Z.
      Open Aktivity, alias tukar menukar aktivitas keseharian atau momen-momen tertentu lewat gambar dan video.

Tinggalkan Komentar Ya!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: