Archive for September, 2013

6 September 2013

Miss World atau Mind Set ?

Fakta IPTEK  menampakkan bahwa sedekat-dekatnya radio dengan studionya kalau tidak disinkronkan gelombangnya (frekuensinya)  tidak akan pernah nyambung. Sebaliknya sejauh-jauh jaraknya bila disinkronkan frekuensinya akan nyambung juga.  Contoh lainnya, dekatkanlah HP yang satu dengan HP yang lain. Tanpa sinkronisasi jangan harap bisa kringggg! Namun jauhnya HP yang satu, jika disinkronkan Р sampai kuping kita panas dan bibir dower  Рbolehlah kita berkomunikasi ( asal syarat dan rukun terpenuhi).

careerrocketeer.comIni artinya bahwa jarak bukanlah hal mutlak untuk menghubungkan diri. Tetapi konsentrasi pada tujuan atau target menjadikan frekuensi yang menyingkronkan pikiran dengan tujuan tersebut sehingga menimbulkan obsesi. Pendeknya, jarak  jauh atau dekat tidak menjadi soal tetapi kemampuan mengelola/menyetel pikiran itulah yang menjadi persoalan. Mind Set , demikian kalangan akademisi menyebutnya.

Fakta empiris berbicara bahwa saya yang berada di Kabupaten Buleleng ( 150 Km dari Nusa Dua, Bali ) tidak pernah terobsesi akan Miss World yang diselenggarakan di Nusa dua. Ini terjadi karena mind set ( setelan pikiran saya) tidak terkonsentrasi kepada hal itu. Sehingga tidaklah nyambung akan hal itu sampai pada titik di mana diributkannya Miss World ini, yang membuat mind set tergelitik juga akan hal itu. Hal ini saya yakini juga akan terjadi pada publik yang tinggal di kota Denpasar (radius lebih dekat dengan Nusa dua). Publik akan asyik masyuk saja bergelut dengan dunianya yang berurusan dengan perut. Di tengah hiruk pikuknya kota Denpasar yang mulai semrawut , publik nggak ngeh Miss-missan itu. Kecuali – mungkin – segelintir orang yang mind set nya sudah disinkronkan ke arah sana. Kalaulah demikian, meskipun jarak ribuan kilometer dari Nusa Dua tetaplah konek dengan dunia itu.

Sebut saja , bila Anda tinggal di Petamburan , ¬†Jakarta ( 1500 Km ¬†dari Bali) ¬†lalu pikiran Anda selalu tertuju kepada Miss world. Maka ¬†pikiran Anda akan berkonsentrasi dan menjadi obsesi yang pada akhirnya akan terkoneksi dengan dunia Miss World itu ¬†lalu membentuk halusinasi image sesuai daya tangkap pikiran Anda. Kontes wanita cantik, seksi, berbikini sampai full body ? Hemmm…imagination thingking!¬†Mengapa tidak dikembangkan kemudian ¬†menjadi positif thingking atau dalam bahasa Arabnya Husnuzon dan bukan berprasangka buruk atau suuzon . Sebab siapa tahu kaum yang diprasangkai buruk itu lebih baik dari yang berprasangka?¬†¬†Syeikh Abdul Qadir Al Jailani berkata : ”¬†Jika engkau bertemu dengan seseorang, maka yakinilah bahwa dia lebih baik darimu!”. Maka siapa sangka seorang pelacurpun bisa ahli surga sebab memberi minum anjing kehausan.

Sebut saja, bila saya dalam mind set sampai ke lubuk paling dalam berimajinasi blaraan sampai ke sudut remang-remang gang Dolly di Surabaya, atau pada adegan ngangkang di Saritem, Bandung atau bahkan sampai pada  tenda-tenda  biru mesum ,di sepanjang bantaran kali Angke ,  Grogol, Petamburan,  Jakarta Barat. Pertanda ,itulah kesalahan saya dalam menata pikiran. Saya yang berada di Singaraja, Bali telah salah berimajinasi. Salah dalam obsesi. Liar dalam berfantasi. Lebih parah lagi bila saya kemudian menghakimi iblis dan sekutunya. Baik yang Dolly, Saritem atau di Petamburan. Sebab, yang tinggal  dekat tempat itu sendiri  Рtentu ada yang  tidak ngeh dengan dunia pelacuran itu Рsehingga mind set mereka tidak konek dengan hal-hal itu. Lihat saja eksistensinya, di surabaya banyak para kyai  dan pondok pesantrennya. Di Bandung ada A.A Gym. Di Petamburan ada Habieb . Jadi, fakta IPTEK di atas sejalan khan dengan fakta empiris?

Fakta lekture religius  mengisyaratkan bahwa syetan itu tetaplah hidup sepanjang dunia terkembang. Tidak ada yang bisa memusnahkannya kecuali telah tiba saatnya. Itu adalah garansi Tuhan menghidupkan Iblis guna menggoda anak cucu Adam. Justru dengan adanya bisikan syetan maka kita tahu apakah kita termasuk beriman atau tidak? Kita termasuk tahan godaan atau terbujuk rayunya. Parang, pedang , senjata bahkan bom bukan tandingan pengusir syetan. Hanya kalimat Рkalimat suci atau toyyibah , yang memasrahkan kepada Allah sajalah yang bisa mengusirnya. Ini adalah pilihan hidup. Left or right.

Manusia bukanlah Tuhan, yang bisa memutihkan seluruh isi dunia, lalu menjadi suci semuanya. Maka biarkanlah dunia dengan beragam warna, sehingga menjadi indah seindah coretan warna-warni lukisan sang Maestro!

4 September 2013

Tour de Banyuwangi – Ijen – Bondowoso

Kalau ada Tour Paris РDakkar , maka saya mencoba tour dengan bersepeda motor melewati kebun dan hutan di kawasan Gunung Ijen Banyuwangi  sampai  Bondowoso. ( Jangan lupa bawa tampar , jaga-jaga kalau ban kempes . Lilitkan tampar di peleg ).

Ngopi di PaltudingJika kita mau ke Bondowoso dari Kota Banyuwangi  ( apakah dengan kendaraan pribadi atau angkutan umum) , biasanya melewati kota Situbondo atau Jember. Namun, kali ini saya mengendarai sepeda motor Honda Beat Injeksi , tahun 2012 dengan berboncengan mencoba menaklukkan sepi dan sunyinya jalur Gunung Raung (kawah Ijen) tembus ke kota Bondowoso dalam Tour de alam.

Perjalanan , kami mulai dari kota Banyuwangi pukul 07.00 wib, hari Minggu, 1 September 2013.  Matahari pagi telah menyinari kota Banyuwangi perlahan namun pasti. Cerahnya langit membuat nyaman suasana kota yang sempat membesarkan saya sampai SMPP. Hawa yang tadi malam dingin berganti hangat sehangat sruputan kopi hitam buatan adik iparku tadi. Tekad bulat harus bisa menembus Gunung Ijen , segera saya geber gas sepeda motor. Perlahan sampai di Cungking Рsebuah kawasan sekolahan di kota Banyuwangi. Motor saya arahkan terus naik ke arah barat yakni ke kecamatan Glagah, yang penuh pesona persawahan. Di sini pula terkenal dengan tarian magis РSeblang yang menjadi event tahunan ketika usai lebaran . Bunyi deru mesin 4 tak Beat ini, semakin garang sebab jalanan mulai menanjak menuju ke kecamatan Licin. Di tempat ini hawa perlahan mulai menggigit dingin sebab kanan kiri jalanan sudah mulai tampak pohon-pohon sengon milik warga bahkan pengusaha. Terkadang tampak warung khas kuliner ala pedesaan berjejer ketika mendekati daerah Jelun. Warung Wader Lalapan Semanggi. Begitu saya lirik promonya. Sayang saat itu masih tutup entah karena masih pagi atau masih suasana lebaran. pintu masuk kawah ijen

Beat Injeksiku ini rupanya tangguh dan lincah juga pada jalanan yang semakin menanjak dan berliuk-liuk. Tidak perlu bersusah payah akhirnya telah tiba di desa Jambu. Desa terakhir yang padat penduduknya sebelum bertemu puncak Ijen. Di desa ini saya tidak sempat istirahat sebab belum begitu lelah dan kondisi sepeda masih aman dan nyaman. Dengan perasaan yang ingin cepat sampai di Pos pendakian para pendaki gunung terus saja tancap gas. Dinginnya hawa pagi terus menggigit tangan kanan kiri yang terus memegang stang sepeda motor. Satu persatu mulai terlewati kawasan kebun cengkeh, lalu kebun kopi dan yang paling deg-degan ketika melewati hutan belantara dengan jalanan yang berkelok , tanjakan tajam, basah dan sepi persis di bawah Pal Tuding, yang merupakan Pos Istirahat pendaki gunung.  Untungya saat saya lewati ada banyak pekerja proyek jalan sedang memperbaiki senderan  jalan terowongan tidak beratap  itu.

jalan aspal di tengah safanaAlhamdulillah, pukul 09.00 wib saya sampai di Kawasan Pal Tuding, tempat para wisatawan pendaki gunung berkumpul sebelum atau sesudah mendaki. Di tempat ini terdapat penginapan dan warung kopi serta pos parkir mobil wisata. Kawasan ini cukup datar dan lebar untuk kongkow-kongkow sambil makan mie rebus telor atau minum kopi panas, Hot Black Coffe. Pal Tuding ini tempat yang paling tinggi yang bisa dilewati kendaraan. Maka kesempatan beginilah saya gunakan istirahat bersama bule-bule nongkrong di warung sambil berjemur di bawah sinar matahari. Ke tempat ini kurang lebih berjarak 30 Km dari kota Banyuwangi dengan lebar jalan rata-rata 4 meteran, beraspal halus namun berkelok dan menanjak. Kondisi jalanan sepi, sunyi, sejuk dan dingin, cocok untuk petualangan.

Kurang lebih 30  menit kami menikmati kawasan wisata Ijen ini, perjalanan tour dilanjutkan ke arah Bondowoso. Dari Pal Tuding , Kawah Ijen Honda Beat Injeksi CBS  saya start pukul 9.30 wib. Tidak perlu gas kencang sebab dari sini jalan sudah menurun. Yang perlu gas ringan saja sambil cengkram rem belakang dan depan bersamaan jika turunan.rumput liar Syukur kondisi jalan tidak turunan tajam bahkan lebih banyak datarnya.   Tidak berapa lama  dari Pal tuding , saya bertemu dengan Padang Safana luas, hamparan rumput liar setinggi orang dewasa dengan back ground gunung Ijen di satu sisi dan Gunung Argopuro di sisi lain. Habis berfoto ria di tempat ini , saya tancap gas dan sesaat kemudian bertemu dengan Air Terjun Belerang yang eksotik dan menawan. Rupanya tempat ini adalah tempat sodetan air kawah belerang dari puncak Gunung Raung (Ijen) menuju ke sungai pembuangan. Di sini bisa kita membidik gambar dengan latar batu-batu terjal yang diguyur air belerang dari ketinggian. Kalau punya waktu boleh numpang mandi untuk menghilangkan penyakit kulit yang diderita,

Selanjutnya dalam perjalanan ini bertemu dengan kebun Kol , Kentang dan strawbery. Namun, saat kemarau ini tanaman kebun  sudah habis panen dan telah berganti dengan  tumbuhnya bunga perdu liar berwarna ungu. Indah juga rupanya menghampar bak permadani alam. Tidak lama setelah ini, terdapatlah jajaran kebun kopi di desa Blawan. Berhektar-hektar kebun Kopi ini terus akan ditemui sampai di perkebunan Capil, sebelum Sempol. Di Sempol inilah banyak perumahan penduduk layak sebuah desa kecamatan yang ada  fasilitas umum.  Di tempat ini bolehlah istirahat sejenak sambil melihat-lihat pemandangan sekitar yang dikelilingi bukit-bukit. Sementara rumah-rumah penduduk kreatif berhiaskan polibag ditanami bawang prei. Sebagai hiasan plus penghasilan.safana

Puas dengan pemandangan ala desa di pegunungan , perjalanan dilanjutkan dengan santai menuju desa berikut yakni Sumberwringin atau bisa juga ke Tlogosari. Disepanjang jalur ini , kita akan melewati kelokan kebun-kebun dan hutan heterogen. Gas dan rem adalah andalan sebab jenis sepeda saya adalah matik.  Jalur ini masih sepi rumah penduduk apalagi bengkel sepeda oleh karena itu masih ada deg-degan was-was sampai tibalah di Sumberwringin yang ramai penduduk. Lalu lanjut bertemu desa Wonosari, lalu pertigaan Ke Tapen dan Bondowoso. Rasa takut dan was-was hilang sirna berganti bahagia sebab sudah tiba di jalur utama Situbondo РBondowoso. Maka sambil bersenandung gas digeber menuju kota Bondowoso , kota kelahiran saya. Kota Tape yang sepi namun sejuk sudah menanti saya tiba pada pukul 11 siang.

air terjun belerangSaya lihat kilometer ternyata Pal Tuding ke Bondowoso kota lebih kurang 70 Km dengan jalanan lebar 4 meter, kondisi beraspal halus , turunan dan datar. Jalur relatif berganti dari sunyi, sepi, dingin, perkebunan, perkampungan,  hutan heterogen, dan sejuk. Dengan demikian Banyuwangi РKawah Ijen РBondowoso berjarak 100 Km sementara kalau melewati Jalur Banyuwangi РSitubondo РBondowoso sepanjang 140 Km.

Masing-masing jalur memiliki sisi keunggulan dan kekurangan. Yang suka tour de alam dan bermental petualang bolehlah mencoba jalur yang saya ceritakan, Banyuwangi – Glagah – Licin – Jambu – Pal Tuding – Blawan – Sempol – Sumberwringin – Wonosari – Pertigaan Tapen – Tenggarang – Bondowoso Kota atau sebaliknya. Selamat berpetualang !

bunga ungu liar

bunga ungu liar