Archive for May, 2012

31 May 2012

Pancasila : Asli Indonesia Rasa Arabia

Sebuah ilustrasi : Apakah gelombang (sinyal) HP  itu begitu ada setelah kita membeli Hand Phonenya? Ataukah sinyal HP itu sendiri telah lama ada di sekitar rumah kita meski pesawat HP belum kita beli? Atau bahkan sinyal itu memang telah ada sejak dulu kala meskipun HP belum diciptakan?

Demikianlah bahwa Pancasila secara konsep formal dirumuskan pada tanggal 1 Juni 1945 oleh BPUPKI ( Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (Dokuritsu Zyumbi Tyoosakai) . Namun, secara hakikat materi Pancasila telah jauh ada sebelum 1945. Indikasinya setiap butir dari 5 rumusan Pancasila itu memerikan makna yang paralel dengan falsafah agama Islam yang telah 12 abad yang lampau menguasai jazirah Arabia. Tentu pada tahun 1945 tidak sedikit tokoh -tokoh Indonesia terpengaruh ajaran Islam  ini. Tokoh-tokoh nasionalis ( namun beragama Islam ) apalagi tokoh agama Islam itu sendiri. Apakah ajaran Islam menjadi acuan ataukah hanya sebagai inspirasi dalam mewujudkan kehidupan berbangsa dan bernegara Indonesia , yang jelas telah lahir rumusan Pancasila  yang bercermin pada agama Islam – sebagai berikut :

1. Sila pertama yang berbunyi Ketuhanan Yang Maha Esa bermakna bahwa bangsa Indonesia berdasarkan Tuhan Yang Maha Esa. Warga negara Indonesia diberikan kebebasan untuk memilih satu kepercayaan, dari beberapa kepercayaan yang diakui oleh negara. Dalam konsep Islam, hal ini sesuai dengan istilah hablun min Allah, yang merupakan sendi tauhid dan pengejawantahan hubungan antara manusia dengan Allah SWT. Al-Qur’an dalam beberapa ayatnya menyebutkan dan selalu mengajarkan kepada umatnya untuk selalu mengesakan Tuhan. Di antaranya adalah yang tercermin di dalam Al-Qur’an Surat Al-Baqarah ayat 163. Dalam kacamata Islam, Tuhan adalah Allah semata, namun dalam pandangan agama lain Tuhan adalah yang mengatur kehidupan manusia, yang disembah.

2. Sila kedua yang berbunyi Kemanusiaan yang Adil dan Beradab bermakna bahwa bangsa Indonesia menghargai dan menghormati hak-hak yang melekat pada pribadi manusia. Dalam konsep Islam, hal ini sesuai dengan istilah hablun min al-nas, yakni hubungan antara sesama manusia berdasarkan sikap saling menghormati. Al-Qur’an dalam beberapa ayatnya menyebutkan dan selalu mengajarkan kepada umatnya untuk selalu menghormati dan menghargai sesama. Di antaranya adalah yang tercermin di dalam Al-Qur’an Surat Al-Maa’idah ayat 8.

3. Sila ketiga berbunyi Persatuan Indonesia bermakna bahwa bangsa Indonesia adalah bangsa yang satu dan bangsa yang menegara. Dalam konsep Islam, hal ini sesuai dengan istilah ukhuwah Islamiah(persatuan sesama umat Islam) dan ukhuwah Insaniah (persatuan sesama umat manusia). Al-Qur’an dalam beberapa ayatnya menyebutkan dan selalu mengajarkan kepada umatnya untuk selalu menjaga persatuan. Di antaranya adalah yang tercermin di dalam Al-Qur’an Surat Ali Imron ayat 103.

4. Sila keempat berbunyi Kerakyatan yang Dipimpin Oleh Hikmad Kebijaksanaan Dalam Permusyawaratan/Perwakilan bermakna bahwa dalam mengambil keputusan bersama harus dilakukan secara musyawarah yang didasari oleh hikmad kebijaksanaan. Dalam konsep Islam, hal ini sesuai dengan istilah mudzakarah (perbedaan pendapat) dan syura (musyawarah). Al-Qur’an dalam beberapa ayatnya menyebutkan dan selalu mengajarkan kepada umatnya untuk selalu selalu bersikap bijaksana dalam mengatasi permasalahan kehidupan dan selalu menekankan musyawarah untuk menyelesaikannya dalam suasana yang demokratis. Di antaranya adalah yang tercermin di dalam Al-Qur’an Surat Ali Imron ayat 159.

5. Sila kelima berbunyi Keadilan Sosial  Bagi Seluruh Rakyat Indonesia bermakna bahwa Negara Indonesia sebagai suatu organisasi tertinggi memiliki kewajiban untuk mensejahterakan seluruh rakyat Indonesia. Dalam konsep Islam, hal ini sesuai dengan istilah adil. Al-Qur’an dalam beberapa ayatnya memerintahkan untuk selalu bersikap adil dalam segala hal, adil terhadap diri sendiri, orang lain dan alam. Di antaranya adalah yang tercermin di dalam Al-Qur’an Surat al-Nahl ayat 90.(http://blog.uin-malang.ac.id)

Nyatanya , para alim ulama Islam Indonesia saat itu tidak protes dan tidak  menggugatnya. Mereka mengamini tanda mengerti. Ya, karena PANCASILA ASLI INDONESIA RASA ARABIA !

Tags:
26 May 2012

Lulus : Putih atau Abu-abu

KOMPAS.com/Yatimul Ainun

Lulus Ujian Nasional memang sesuatu yang membanggakan sehingga wajar ada ekspresi bahagia saat pengumuman. Corat-coret ala vandalisme sampai konvoi di jalanan adalah hal yang mudah ditemukan pada situasi ini. Padahal berbagai pihak telah menghimbau untuk tidak berkonvoi, tetapi hal ini diabaikan. Demikian pula pada hari ini, Sabtu 26 Mei 2012. Sepasukan anak SMA sedang girang lalu mencorat coret seragamnya lalu konvoi di jalan raya. Mereka dikenal dengan Putih Abu-abu sebab seragamnya  Putih Abu-abu. Apakah lulusnya mereka ada hubungannya dengan warna seragamnya ? Lulus : Putih atau Abu-abu?

Kita lihat saja Kamus Besar Bahasa Indonesia, bisa manual atau versi digitalnya !

  1. Putih berarti a) warna dasar yang serupa dengan warna kapas , b) kiasan murni; suci; tidak ternoda.
  2. Abu-abu berarti warna antara hitam dan putih (serupa dengan warna abu kayu bakar); kelabu.
  3. Sedangkan arti hitam adalah warna dasar yang serupa dengan warna arang, b) kiasan tentang sifat atau tabiat yang buruk.

Dengan demikian putih bisa dimaknai murni dan abu-abu bermakna setengah murni dan setengah buruk. Dihubungkan dengan kata lulus maka menjadi : lulus murni atau setengah murni!

Lalu apa hubungannya dengan pernyataan Mendikbud sekarang?

“Bicara UN bukan sekadar kelulusan, namun ada penanaman kejujuran di kalangan siswa. Itu sebabnya mekanisme pelaksanaan UN tahun (2012) ini lebih dipersulit untuk mengantisipasi kecurangan,” kata Nuh di Semarang, Jawa Tengah, Rabu (15/2/2012) malam.

Kalau dicermati pernyataan Mendikbud di atas tentu penegasannya pada penanaman kejujuran. Lulus UN iya, tidak curang harus. Sebagaimana motto yang ditempel di sampul soal : Prestasi Yes! Jujur Harus! Tetapi kalimat terakhir yang mengganggu lubang kuping bahwa …mengantisipasi kecurangan. Ini berarti pada tahun-tahun sebelumnya UN dilaksanakan dengan berbagai bentuk kecurangan. Pihak mentri rupanya telah membaca situasi itu, maka mekanisme kali ini dipersulit untuk memperkecil kecurangan. Kalau begitu sebenarnya pihak kementrian telah pula tahu peta daerah ataupun sekolah mana yang curang. Maka pada tahun 2011 lalu didapat bahwa Provinsi terjujur adalah DIY Jogjakarta. Sedangkan NTB pada urutan ke-17 terjujur, sedangkan Provinsi Kalteng masuk 5 besar terjujur (http://smpn2gerokgak.wordpress.com). Nah, bagaimana UN 2012 ini ? Nah, bagaimana pasukan putih dan abu-abu yang sedang konvoi dan vandalisme?

Patut berbangga kalau lulusnya putih dan mestinya tidak perlu bangga berlebihan kalu lulusnya abu-abu!

Yang menarik pernyataan Kepala Dinas Pendidikan Kota Malang, Sri Wahyuningtyas :”Peringkat itu bukanlah merupakan hal yang paling penting. Namun, kejujuran siswa dalam mengerjakan UN lebih penting “. (MALANG, KOMPAS.com)

“Percuma kalau peringkat UN kita bagus, tetapi siswa tidak jujur dalam mengerjakan soal UN. Yang terpenting adalah menanamkan kejujuran pada siswa. Peringkat bukan hal penting !

Tags:
22 May 2012

Muhammad bin Abdullah, Yes! Muhammad Rasulullah, No!

Tidak menutup kemungkinan, anak yang lahir pada jaman kini berkarakter kekinian. Lahir di era digital, cukup asupan gizi, fasilitas mumpuni akan membuat anak pintar di luar perkiraan. Maka pertanyaan jenius yang sekaligus menguji orang tua atau masyarakat akan keluar dari mulut mereka. Misal, Ma katanya manusia adalah ciptaan Tuhan, tapi kok keluar dari perut Mama? Apa Tuhan ada di dalam perut Mama?  Atau Pa, Nabi Muhammad kan punya wajah, lalu mengapa tidak boleh digambar? Hem….m…mm…masuk akal, ya!

Sesunggunhnya, nalar itu tidak salah. Bahwa Nabi Muhammad adalah seorang manusia itu benar. Dia dilahirkan oleh seorang Ibu yang bernama Siti Aminah adalah fakta. Dia memiliki seorang bapak ,bernama Adullah adalah sejarah. Setiap manusia yang dilahirkan ke dunia pasti memiliki wajah, kecuali cacat, itu pasti. Muhammad bin Abdullah terlahir sempurna (tidak cacat) maka pasti memiliki fisik dan wajah . Lalu apa masalahnya, jika saat beliau lahir tumbuh menjadi anak-anak, besar, remaja lalu dewasa digambarkan fisiknya  sebagai bagian dari momen aktivitas. Sebagai kenangan dan dokumentasi, misalnya, sebagaimana layaknya dilakukan masyarakat!

Memang secara kebetulan empat belas abad yang lampau – ketika Muhammad hidup- belum ada teknologi jepret-jepret foto. Paling banter hanya teknik sketsa sederhana pada pelepah kurma atau pahatan patung perupa sebagaimana seninya di jaman  Namruz, rajanya nabi Ibrahim. Andai, teknologi pengambil gambar sudah maju- macam sekarang- pasti foto Muhammad bin Abdullah tidak langka. Bahkan bisa terpampang dengan besar ditembok dirumah kaum muslim sebab cintanya kepada beliau. Analoginya, banyak foto para kyai, syech ataupun gambar para wali menghiasi dinding rumah. No, problem tuh!  It’s ok !

Kedudukan Muhammad bin Abdullah juga tidak terlepas sebagai Muhammad Rasulullah. Tentang ini Nabi Adam pernah mohon ampun sebab dosanya. Nabi Adam  merajuk berkali-kali tidak diampuni karena begitu berat dan besarnya dosa. Namun setelah memohon ampun atas hak Muhammad, Allah mengampuni Adam. Luar biasa ! Siapakah Dia? Yang marahnya Allah lunak karena Dia? Yang terciptanya dunia ini  karena Dia? Yang tangan Allah di atas tanganNya? Yang kasihnya Allah karena Dia? Yang menjadi rahmat sekalian alam? Dia lah (bukan beliau lah) Muhammad Rasululloh!  Allohumma Solli ala Muhammad!

Bagaimana rupaNya, wajahNya? Wallo hu a’lam! Sebab sebelum Muhammad bin Abdullah ada , Dia telah ada. Setelah Muhammad bin Abdullah wafat, Dia pun tetap ada( Ingat : Rahmatan lil alamin/ Rahmadt sekalian alam). Sareang bedeh kakaknah, bungsoh bede aleknah ( peribahasa Madura)

Ilustrasi : 

Apakah warna setrum dalam kabel listrik itu? No colour ( gaib). Tapi apakah warna lampu neon itu?   Yes: red, green, yellow or white, etc!Ini adalah fakta dan tidak gaib.  Hem…mmm..mmmmmmmmmmmmm!