8 March 2016

Mitos Yang Terjawab

Perkataan ilmuwan NASA menarik dicerna. Ia mengatakan di salah satu stasiun TV swasta bahwa gerhana matahari yang akan terjadi 9 Maret 2016 ini, misalnya, tidak akan mengagetkan manusia. Manusia kini telah memiliki pengetahuan yang luas tentang kejadian langka itu. Namun berbeda dengan dunia hewan. Para binatang akan reaktif sebab menganggap malam telah tiba. Insting mereka mensiyalkan jika malam maka burung terbang pulang ke sarang. Hewan nokturnal, semacam burung hantu keluar dari peraduan untuk mencari mangsa.  Reaksi hewan itu bersifat naluri belaka tanpa wawasan rasional.

Demikian halnya yang terjadi kepada manusia bila tidak ada panduan pengetahuan ilmiah. Kejadian gerhana matahari ataupun gerhana bulan akan menimbulkan tanggapan beragam sehingga memunculkan mitos-mitos. Kalangan masyarakat Jawa menyatakan bahwa matahari saat itu ditelan Buto(raksasa) yang mendendam kepada Dewa Suryo yang telah memanahnya sehingga leher dan badan buto jatuh ke bumi menjadi lesung dan kepalanya gentayangan di angkasa mengincar matahari untuk ditelannya. Alasan itulah maka  lesung dipukul-pukul agar sang buto memuntahkan matahari. Sementara anak-anak disuruh bersembunyi dan ibu hamil mengusap-usap perutnya sambil berlindung di bawah kolong tempat tidur.

Sangat naif memang bila dipandang dari sudut kekinian, yang pengetahuan  sudah berkembang pesat. Namun, itulah yang saya alami pada saat gerhana matahari total pada tahun 1983. Bahkan propaganda pemerintah saat itu bahwa kejadian langka itu seolah hal yang menakutkan dan harus dihindari. Berbanding terbalik dengan euforia orang barat yang justru berduyun-duyun keluar rumah ingin tahu lebih.

Kejahiliahan (kebodohan)  semacam itu juga terjadi di lingkungan masyarakat Arab mana kala terjadi gerhana matahari saat Ibrahim, putra nabi Muhammad SAW meninggal dunia. Kejadian itu dihubung-hubungkan dengan kematian. Namun, Nabi Muhammad menanggapi dengan ilmiah. Ini terekam dalam hadist berikut. Al-Mughirah bin Syubah berkata, “Terjadi gerhana matahari pada masa Rasulullah pada hari meninggalnya Ibrahim. Orang mengatakan, ‘Matahari gerhana karena meninggalnya Ibrahim.’ Lalu Rasulullah bersabda, ‘Sesungguhnya matahari dan bulan (adalah dua dari tanda tanda kebesaran Allah). Keduanya tidak gerhana karena meninggal atau hidupnya seseorang. Apabila kamu melihatnya, maka shalatlah (gerhana) dan berdoalah kepada Allah sehingga ia menjadi cerah kembali.”

Tanda-tanda kebesaran Allah itu lebih jauh dinyatakan bahwa  Dialah yang telah menciptakan malam dan siang, matahari dan bulan. Masing-masing dari keduanya itu beredar di dalam orbitnya.” (Surah Al-Anbiyaa: 33). Sedangkan bunyi Surah Yasin, ayat 38 yakni, Dan matahari berjalan di tempat peredarannya. Demikianlah ketetapan Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui.”

Luar Biasa! Sesungguhnya kedua ayat itu menyiratkan makna rotasi dan revolusi pada istilah astronomi. Dengan tegas Nabi Muhammad menolak mengaitkan astronomi dengan mitologi. Astronomi didasari landasan ilmiah, sedangkan mitologi dasarnya adalah bentuk susastra konsep dongeng dan cerita suci kehidupan para dewa dan makluk halus ( KBBI). (Maka untuk memahami mitos, pakailah pendekatan kebudayaan).

Berbeda dengan perkembangan keilmuwan Yunani kuno, yang memadukan konsep astronomi dengan mitologi. Misalnya, pada sistem kalender masehi, nama bulan kesatu Maret diambil dari Mars, dewa perang, Aprilius, dewa cinta sampai bulan kesepuluh yakni December. Jadi ada sepuluh bulan. Sedangkan kalender Islam berpijak pada pergerakan bulan. Yang bulan pertama adalah 1 Muharram dan dalam setahun ada dua belas bulan. Ini bersandar dari pengetahuan Nabi Muhammad atas wahyu dari Allah. Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah ialah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menganiaya diri kamu dalam bulan yang empat itu, dan perangilah kaum musyrikin itu semuanya sebagaimana mereka pun memerangi kamu semuanya; dan ketahuilah bahwasanya Allah beserta orang-orang yang bertakwa.( At Taubah:36). Konon, untuk menyamakan jumlah bulan dalam setahun agar sama dengan kelender Islam, pihak gereja menambahi kalendernya dengan bulan Januari dan Februari.

Pernyataan-pernyataan Nabi Muhammad yang visioner dan terbukti ilmiah membuat kagum para ilmuwan akhir-akhir ini. Misal,

Prof. Gerald C. Goeringer ( Profesor Embriologi Medis,  Univeritas Georgetown)

Sebagian ayat Al-Qur’an memberikan deskripsi yang komprehensif tentang perkembangan manusia;dari campuran sel sampai penciptaan organ tubuh. Tidak ada catatan yang sedemikian setara tentang tahap ini, terminologinya dan penjelasan tentang perkembangan manusia yang pernah ada sebelumnya. Walaupun tidak semua, sebagian besar deskripsi dalam sastra ilmiah tradisional tentang perkembangan embrio manusia sudah diinformasikan oleh Al-Qur’an berabad-abad yang lalu.( Silakan klik ini).

Kita tahu dalam Q.S  Al-Mu’minuun, ayat 12-14, . “Kemudian Kami jadikan saripati itu air mani (yang disimpan) dalam tempat yang kokoh (rahim).  Kemudian air mani itu Kami jadikan “alaqah.” Lalu “alaqah” itu Kami jadikan segumpal daging, dan segumpal daging itu Kami jadikan tulang belulang, lalu tulang belulang itu Kami bungkus dengan daging. Kemudian Kami jadikan dia makhluk yang (berbentuk) lain.”

Profesor Inggris Mountaghmiri Watts berkata, 

“Apa yang dipaparkan Al Qur’an tentang realitas dan fenomena alam yang sempurna menurut saya adalah di antara kelebihan dan keistimewaan Kitab ini. Yang jelas semua temuan dan ilmu pengatahuan yang didokumentasikan dewasa ini, tidak mampu menandingi Al Qur’an.” (lihat ini)

Advertisements
Tags: , ,
18 January 2016

Teroris Pipis di Pempers

Setiap orang atau komunitas yang menggunakan kekerasan untuk tujuan tertentu adalah teroris. Tidak memandang salah satu agama maka orang yang berkarakter demikian bisa tergolong teroris. Perbuatannya adalah terorisme. Terorisme bukanlah stigma yang harus melekat kepada salah satu agama. Pelaku teror bisa saja dari berbagai lapisan agama.

Cukup menarik pernyataan bintang film Aamir Khan (bahasa Hindi: आमिर ख़ान,  umur 50 tahun) adalah aktor, sutradara, dan produser  film Bollywood berikut. AamirKhanTIFFSept10

Well, buatku semua hal yang berhubungan dengan teror tidak berhubungan dengan agama apapun. Jadi, kalau pelaku merasa dia adalah Muslim, tapi melakukan teror, kurasa dia tidak mengikuti ajaran Islam dengan benar. Sama halnya dengan jika pelaku itu beragama Hindu, maka pelaku teror itu bukanlah penganut Hindu,” ujar Aamir seperti dilansir dari India Forums, Rabu (25/11).

Sedangkan pemerintahan Myanmar  pernah melarang beredarnya majalah Time. Menurut sumber http://news.fimadani.com , ” Myanmar Larang Majalah Time Beredar Karena Cover Teroris Budha ” 

 

 

 Sampul majalah itu menampilkan foto seorang biksu fundamentalis yang dikenal dengan nama Wirathu, dengan judul “The Face Of Buddhist Terror”. 

Pada tahun 2003, ia ditahan karena khotbahnya yang berisi kebencian kepada umat islam. Sehingga ia dijebloskan kedalam penjara selama 25 tahun. Namun, tahun 2010 ia dibebaskan bersamaan dengan tahanan politik.

Bagaimana dengan teroris dari kalangan Kristen? Menurut informasi dari sumber https://id.answers.yahoo.com ada Army of God, Lambs of Christ , National Liberation Front of Tripura  (Mereka berusaha memisahkan diri dari india dan mendirikan negara kristen sejati di Tripura), Nagaland Rebels, Guardians of the Cedars, Lebanese Forces (Christian Phalangist Militia). Kelompok di Irlandia Utara Katolik :
• Provisional Irish Republican Army, Official IRA , Irish National Liberation Army ( Catholic Reaction Force), Irish People’s Liberation Organisation, Continuity IRA, Real IRA .  Protestan:
Motif mereka adalah kalau kepausan adalah antikristus dan menyimpangkan injil. Tersebutlah Kelompok Ulster Volunteer Force, Ulster Defence Association,  Loyalist Volunteer Force,  Red Hand Commandos, Ulster Resistance. 

Belum lagi yang terjadi akhir-akhir ini yakni penembakan brutal di Amerika Serikat oleh kalangan mereka sendiri. Liputan 6 menyatakan bahwa Kasus penembakan massal di AS tahun 2015 merupakan kasus dengan korban terbanyak dan intensitas yang nyaris tiap hari terjadi. Silakan klik di sini.

Media menyebutnya dengan istilah penembakan atau kriminalis atau istilah amelioratif yang lain. Padahal hakikatnya ya terorisme yakni praktik tindakan teror. Mestinya tidak perlu sekolah tinggi untuk memaknai ini, namun kembalilah kepada nurani. Mengapa hanya agama Islam yang distigmakan teroris, pelaku teror? Sementara faktanya  pelaku teror itu dari kalangan agama apapun baik Hindu, Budha, Kristen dan Islam.

Saya (mudah-mudahan) tidak subjektif sehingga tulisan ini seolah-olah membela teroris muslim. Namun sebagai orang yang berpendidikan harusnya objektif dan terbuka pikirannya yang didasari kejernihan data nurani. Apapun bentuk teror itu, siapa pun pelaku teror itu ,dari kalangan agama apapun peneror itu, akibatnya  akan terpulang kepada dirinya, bapak ibunya, keluarganya, bangsa dan negaranya, bahkan agamanya.

Ibaratnya TERORIS ITU PIPIS PAKAI PEMPERS. Maksud hati kencing tersembunyi namun apa daya basah di selangkangan sendiri. Sedangkan selangkangan inilah muasal kita. 

Katakanlah: “Hai hamba-hamba-Ku yang beriman. Bertakwalah kepada Tuhanmu”. Orang-orang yang berbuat baik di dunia ini memperoleh kebaikan. Dan bumi Allah itu adalah luas. Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas.” (Qur’an Surat Az-Zumar; 10)

 

17 January 2016

Warna-warni Taman Kota Singaraja

Minggu pagi, 17 Januari 2016 di taman kota Singaraja penuh dengan aktivitas pagi. Kegiatan yang diistilahkan Car Free Day itu ternyata mengundang kerumunan massa untuk datang. Ada yang sekadar iseng jalan-jalan pagi sampai kegiatan spiritual pagi. Lho, Kok?

IMG20160117074248Saat itu saya tapakkan kaki dengan jalan kaki masuk lewat Jalan Ngurah Rai Utara yang ditutup untuk kendaraan bermotor. Di Pintu ini, Polisi dengan setia menunggui papan pengarah sambil sesekali mengarahkan penumpang sepeda motor yang ingin menerobos sambil mengatakan ” Olah Raga, Pak!”. Polisi tak peduli. Suasana sepanjang jalan Ngurah Rai lumayan sepi padahal biasanya padat lancar sebab di jalan itu ada  Hardi’s Mall,  BNI Singaraja, Asrama Tentara, bahkan Rumah Sakit Umum Daerah Singaraja.

Sambil melenggang kangkung sampai juga di pusat lapangan. Masuk dari sisi parkir utara …Eittt! Ternyata di sana telah berbaris massa  bertelanjang dada serempak mengikuti intruksi pelatih. Kurang lebih ratusan orang. Kebanyakan para dewasa, tua dan para renta. Penasaran senam apa mereka itu, saya tunggui saja sambil menyeruput kopi Banyuatis di warung. Warung atau kedai di Taman Kota ini berderet rapi membentuk huruf L dari sebelah utara pintu masuk ke Barat lalu ke selatan. Di sisi barat inilah saya duduk lesehan menikmati pemandangan pagi sambil sesekali memandangi muda-mudi yang lalu lalang mengitari lapangan. Di langit timur  biasan mentari indah putih berkilau, sedangkan di lintasan kilauan pesona bagai batang padi padat berisi saling berlari. Wouw, pesona mata lelaki memang susah terkendali. He..he…

IMG20160117073651.jpgSenam selesai, kopi hitam pun kubayar. Ah, ternyata itu senam ORHIBA. Olah Raga Hidup Baru. Ingin tahu lebih jauh tentang senam ini silakan buka websitenya, http://www.orhiba.net/, kalau ingin lihat videonya silakan klik www.youtube.com/watch?v=0f-H2Qz5tOY. Selepas ngobrol tentang orhiba dengan Kedar Manik yang kebetulan teman sekuliahan, saya lanjut ke sisi selatan lapangan. Mecoba mengitari Taman sambil cari tahu aktivitas apa saja yang ada.

Di sisi Selatan Taman Kota Singaraja ini terdapat komunitas Pelatihan  Anjing.Saya lihat banyak anjing kecil lucu-lucu sampai anjing kutub sedang antri untuk dilatih IMG20160117073726.jpgketangkasan. Dasar anjing, sesekali yang satu tertarik dengan lawan jenisnya. Sambil berlagak mau kencing mesum di kerumunan. 

IMG20160117073843Tak jauh dari pelatihan anjing tepatnya di sudut Tenggara Taman di bawah pohon beringin, saya lihat perkumpulan orang yang sedang menyanyikan pujian berirama India. Dengan sound system mobile,  lagu pujian Hare Krisna menggema diiringii alunan Harmonium, gendang India – Mridangga, serta Kartal India atau ceng ceng (bhs. Bali). Saya tidak tahu pasti apa nama perkumpulan ini, namun didengar dari lagu pujiannya mungkin ini adalah Perkumpulan Hare Krisna Singaraja. Kalau benar klik info lengkapnya di sini. Yang menarik perkumpulan ini girang membagikan bubur hangat kacang hijau kepada para pengunjung Taman Kota. Barangkali cukup menyenangkan bagi sebagian orang sebab fisik menjadi sehat, bubur dapat menahan lapar sementara spiritual tetap terjaga. Uniknya pelakunya adalah sekumpulan anak-anak muda. Inspiratif!

Yang terselib dari pandangan saya adalah ketika melihat ke pojok sudut belakang IMG20160117073910perkumpulan ini terdapat orang yang bermeditasi. Ada hubungan atau tidaknya orang ini dengan perkumpulan tersebut di atas, saya kurang paham. Tetapi dilihat dari posisi yang tidak menyatu saya meyakini bukanlah satu komunitas. Maksud apakah ia bermeditasi di pojok lapangan saya tidak paham. Cukup saya lihat sebagai warna-warni kehidupan.

Puas menikmati sudut ini, saya lanjutkan ke pintu masuk Taman Kota. Tepat di tengah pintu masuk terdapat Lanscap Kolam Air Mancur yang di hiasi  dengan Gentong-gentong batu sebagai mata air mancur. IMG20160117074334Di pelataran ini saya temukan komunitas anak muda skateboarding sedang beraksi. Dengan lincah khas skaters meliuk-liuk menjajal medan rata dan undagan. “Masa muda yang dinamis!”, gumamku sambil ngluyur meninggalkan Warna-warni Taman Kota Singaraja. Di Rumah sakit Tentara Singaraja, anak dan istriku sudah menunggu.

 

 

15 February 2015

Antara IS dan AS

Standar ganda negara Amerika sudah diketahui publik sejak dulu. Namun ada yang diam karena takut meski meradang. Ada yang tidak perduli sebab masa bodoh. Ada yang berani melawan meski embargo sanksinya. Lembaga sekelas Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB)  atau United Nation (UN) pun dibuat tak berkutik olehnya apalagi pemimpin-pemimpin negara kecil. Hemm, liciknya tuh di sini! (ingat lagunya Cita-Citata).

Namun demikian, tercatat dalam sejarah  ada dua pemimpin negara yang berani melawan  arogansi dan congkaknya Amerika. Pertama, Presiden Soekarno. Presiden kebanggaan Indonesia ini pernah mempermainkan dan mempermalukan kelakuan Amerika yang sok jago itu. Kisahnya bahwa setelah pesawat B-26 yang dipilotinya jatuh dihajar mustang AU dan kapal pemburu AL, komentar Pope: “Biasanya negara saya yang menang, tapi kali ini kalian yang menang”. Setelah itu dia masih sempat minta rokok. Kedua, Presiden Iran Ahmadinejad yang berani terang-terangan melawan yang berjuluk negeri paman sam itu. Ahmadinejad dengan lantang mengkritik Amrik dalam Konferensi Nuklir PBB (NPT) di New York dengan kalimat,“Dengan sangat menyesal, pemerintah Amerika Serikat bukan hanya pernah menggunakan senjata nuklir, melainkan juga terus mengancam akan menggunakan senjata nuklir kepada negara lainnya, termasuk kepada Iran,” kata Ahmadinejad. Diketahui, Amerika merupakan satu-satunya negara di dunia yang pernah menggunakan bom atom, yakni di Hiroshima dan Nagasaki di Jepang. (http://whibiwaskita.blogspot.com/)

Sekarang di tahun 2015, pasca penembakan masyarakat muslim Amerika di tempat parkiran Chape Hill, Nort Carolinna muncul pemimpin yang lantang bersuara. Recep Tayyip Erdogan, Presiden Turki mempertanyakan kebungkaman Obama.” Jika kalian tetap diam ketika menghadapi insiden seperti ini dan tidak membuat pernyataan apa pun, dunia akan mendiamkan kalian. Sebagai politisi, kita bertanggung jawab untuk segala hal yang terjadi di negara kita dan harus menunjukkan posisi kita”. Lalu lanjut Erdogan,” Saya mengajukan pertanyaan ini untuk Obama: Di mana Anda Bapak Presiden? (Sumber, International; Jawa Post, 14 Februari 2015).

Sebagai masyarakat awam, saya pun merasakan bahwa kalimat bercetak tebal di atas adalah tamparan keras di depan publik  kepada Obama, seorang pemimpin negara besar  yang mengaku negara demokrasi, sebuah negara yang berkelas elit bukan negara berkelas rendahan. Namun, justru sebaliknya. Ayam mengajari bebek berenang!  Tak pelak perilaku pemimpin negara adi daya ini membuat tweeter dunia lebih dari 1,8 juta tagar #ChapelHillShooting digunakan termasuk di Amerika, Inggris, Mesir dan negara-negara Timur Tengah. Bahkan seorang jurnalis Inggris, Pierce Morgan,  mengatakan dalam akun Twitternya bahwa “bila seorang Muslim yang membunuh tiga mahasiswa Kristen, maka akan lebih BANYAK mendapatkan perhatian media dibandingkan apa yang saya lihat saat ini”. (http://www.bbc.co.uk/)

Betapa nampak standar ganda mereka. Maka silakan membuktikan sendiri betapa tidak adilnya itu sehingga pembantaian terhadap banyak orang-orang muslim pelakunya hanya disebut KRIMINALIS. Sebaliknya jika terjadi, langsung stempel TERORIS BERTUBI-TUBI MENGHUNJAM. Memang ada misteri akhiran IS pada kata terorIS itu.Ataukah IS berganti akhiran AS nanti? Wait and see!

Tags: , ,
14 February 2015

Biar Valentino Valentinan!

unduhanhatiAda pernyataan bahwa benar itu belum tentu baik. Sebaliknya baik belum tentu benar. Misal, seorang anak balita yang sedang suka-sukanya memegang sesuatu, maka biarkanlah dia beraktivitas. Dia benar sesuai kodratnya untuk menggunakan otot-otot jemarinya. Namun bila dia meremas-remas pisau dapur, tentulah ibu atau bapaknya atau yang melihatnya akan bereaksi protektif. Sebaliknya bila si ibu yang sedang masak sebagai bukti dan bakti kebaikan kepada keluarga, namun mengayun-ayunkan pisau sambil menimang-nimang balitanya tentulah tidak benar. Orang yang melihatnya juga miris meski ibu itu sedang berbuat baik untuk keluarga.

Demikianlah tentang valentine day yang menjadi pro kontra setiap Februari 14. Jiwanya bahwa valentine day itu upaya mewujudkan ekspresi kasih sayang kepada semua makhluk adalah kebaikan. Baik jika kita selalu menyangi ibu yang melahirkan kita. Sayang kepada bapak yang mensponsori kehadiran kita ke dunia. Sayang kepada kakak, adik yang satu pabrik dengan kita. Juga sayang kepada binatang, tumbuhan serta lingkungan sebagai sesama ciptaan tuhan. It’s ok and you are is good people, Browww!

Valentine day, terlepas dari siapa dan latar belakang sosial atau agama apapun sebagai pencetusnya bernilai kebaikan. Namun kemudian terjadi salah kaprah bahkan cenderung pembelokan dari nilai-nilai kasih sayang itu. Bila diekspresikan dengan cara-cara yang bertentangan dengan nilai-nilai budaya ketimuran yang kita anut. Bila justru menimbulkan hal yang kontra normatif. Melawan arus sosial budaya atau agama. Maka kita bertanya, adakah adat dan budaya di Nusantara ini yang membolehkan pergaulan intim laki dan perempuan secara bebas bagaikan ayam? Adakah agama yang membolehkan penganutnya berperilaku sex bebas sebagaimana layaknya dunia binatang?

Inilah sebenarnya yang dikhawatirkan masyarakat yang menjunjung tinggi nilai moral adat, budaya serta agama. Bukan aroma kasih sayangnya itu sendiri tetapi penyimpangan dari kesalahkaprahan itu. Seluruh tokoh masyarakat serta agama apapun tentu sepaham bahwa cinta dan kasih sayang itu adalah anugerah terindah yang diberikan tuhan. Namun demikian perwujudanya tidak boleh melanggar norma-norma moral sosial itu sendiri.

Maka benarlah reaksi Bapak Wayan Gatra, Kadisperindag Denpasar dalam menanggapi paket coklat+kondom yang dijual di mini market dan mall. Dia menyatakan, ” Secara prinsip ini sudah berkaitan dengan moral, karena secara langsung jika memang ada paket tersebut akan mengajak anak muda untuk berbuat yang tidak baik!” (radar Bali).

Demikian juga reaksi MUI, Majelis Ulama Indonesia yang langsung tancap gas melindungi umatnya dengan memfatwakan haram. Ibarat bapak yang sangat sigap untuk memproteksi anak balitanya yang sedang memegang granat. Granat lho, bukan mercon apalagi pisau dapur!

Tinggal kita tunggu kepedulian tokoh-tokoh agama lain dalam bahu-membahu menyelamatkan masyarakat Nusantara dari cengkraman nilai-nilai yang bertentangan dengan nilai-nilai adat dan budaya ketimuran. 

Maka biarkanlah, si Valentino dan si  valentina valentinan sedangkan si Joko dan mbak Sri di pelaminan.