Archive for ‘Edukasi’

16 March 2016

Matahari Telah Terbit Dari Barat?

Siapa yang bertaubat sebelum matahari terbit dari Barat, maka Allah akan menerima taubatnya.” H.R Abu Hurairah.

Hadist atau perkataan nabi Muhammad ini akan dikaitkan bila kita berbicara tentang kiamat (hancurnya alam semesta ). Namun, akankah secara fisik betul akan terjadi matahari terbit dari barat. Walluhua’lam!(Allah yang maha tahu). Sebagai orang beriman tentu akan percaya sebab bagian dari keyakinan. Sedangkan sebagai orang yang dikaruniai akal, hal ini tidak mudah diterima. Wajar sebab orang kebanyakan tidak tahu persis ilmu fisika, astronomi alam semesta. Kita hanya bisa menghubungkan tanda-tanda alam  dengan segala firman Tuhan Al-Quran dan hadist yang diturunkan ribuan tahun yang lalu, yang saat itu justru ilmu pengetahuan alam belum megetahuinya.

Selalu ada sudut pandang lain untuk memahami bahasa. Suatu kalimat bermakna denotatif, tetapi juga bisa bermakna konotatif. Hadist di atas jika dimaknai denotatif maka kita siap menunggu sampai betul terjadi matahari itu besok pagi tidak terbit dari timur sebagaimana lazimnya, namun terbit dari arah barat, yang biasanya tempat tenggelamnya. Tentu – sampai postingan ini dipublish- belumlah terjadi. Bila sebaliknya, saya maknai dengan makna kias (konotasi) maka matahari sudah terbit dari barat. Apa alasannya?

Matahari itu identik dengan cahaya, sinar putih yang menerangi kegelapan. Sedangkan barat itu identik dengan dunia barat (daratan Eropa)  yang produktif dalam ilmu dan teknologi. Dunia yang sudah maju, melek dengan pengetahuan alam. Ilmuwan yang populer di dunia saat ini datangnya dari barat. Ahli kedokteran, ahli fisika, ahli biologi serta ahli-ahli yang lain. Meski sebenarnya masih kontroversi sebab  penemu matematika bukanlah berasal dari Barat tetapi berasal dari daratan Arab, yaitu Abu Abdullah Muhammad Ibn Musa al-Khwarizmi. Atau Avicenna (Ibnu Sina) dari Persia sebagai bapak kedokteran dunia yang karya-karyanya menjadi refeernsi ilmuwan kedokteran barat.(klik sini).

Sebagai dunia barat ternyata akhir-akhir ini, para ilmuwannya banyak yang memberitakan kebenaran Al Quran. Mereka meriset lalu menemukan hal yang telah dirilis Nabi Muhammad SAW ribuan tahun yang lalu. Misal, tentang Firaun dalam Surat Yunus, 90-92. “Dan Kami memungkinkan Bani Israel melintasi laut, lalu mereka diikuti oleh Firaun dan bala tentaranya, karena hendak menganiaya dan menindas (mereka); hingga bila Firaun itu telah hampir tenggelam berkatalah dia: “Saya percaya bahwa tidak ada Tuhan melainkan Tuhan yang dipercayai oleh Bani Israel, dan saya termasuk orang-orang yang berserah diri (kepada Allah)”. Apakah sekarang (baru kamu percaya), padahal sesungguhnya kamu telah durhaka sejak dahulu, dan kamu termasuk orang-orang yang berbuat kerusakan. Maka pada hari ini Kami selamatkan badanmu supaya kamu dapat menjadi pelajaran bagi orang-orang yang datang sesudahmu dan sesungguhnya kebanyakan dari manusia lengah dari tanda-tanda kekuasaan Kami. 

Prof. Dr. Maurice Bucaille dengan jurnal laporannya berjudul ‘Les Momies des Pharaons et la Midecine‘ telah menemukan fakta kebenaran ayat ini pada tahun 1975.

Mr. Jacques Yves Costeau adalah seorang ahli Oceanografer dan ahli selam terkemuka dari Perancis menemukan fakta penyelaman yang menakjubkan di dalam lautan ternyata ada aliran air sungai yang airnya tidak bercampur satu sama lain. Hal ini berkesusaian dengan bunyi  Surat Al Furqan, ayat 53, “Dan Dialah yang membiarkan dua laut mengalir (berdampingan); yang ini tawar lagi segar dan yang lain asin lagi pahit; dan Dia jadikan antara keduanya dinding dan batas yang menghalangi.

Profesor William, salah satu anggota tim peneliti Inggris terperanjat dengan Surat Al-Israa’, ayat 44 yang berbunyi, “Langit yang tujuh, bumi dan semua yang ada di dalamnya bertasbih kepada Allah. Dan tak ada suatu pun melainkan bertasbih dengan memuji-Nya, tetapi kamu sekalian tidak mengerti tasbih mereka. Sesungguhnya Dia adalah Maha Penyantun lagi Maha Pengampun “. 

Ayat itu ternyata menjawab hasil penelitian yang termuat dalam  Journal of Plant Molecular Biologies, yang mengungkapkan hasil penelitian yang dilakukan sebuah tim ilmuwan Amerika Serikat tentang suara halus yang tidak bisa didengar oleh telinga biasa (ulstrasonik), yang keluar dari tumbuhan. Apa itu? (silakan klik ini)

Dengan demikian dapat dikatakan bahwa matahari atau sinar, cahaya penerang  yang mencerahkan kegelapan pengetahuan manusia sehingga dapat membenarkan firman Tuhan ternyata telah terbit dari barat. Orang awam memahami Al-Quran dengan keyakinan, sedangkan ilmuwan  dengan penelitian.

Katakanlah: “Sesungguhnya jika manusia dan jin berkumpul untuk membuat yang serupa Al Qur’an ini, niscaya mereka tidak akan dapat membuat yang serupa dengan dia, sekalipun sebagian mereka menjadi pembantu bagi sebagian yang lain”. (Q.S Al-Israa’; 88)

 

Advertisements
14 February 2015

Biar Valentino Valentinan!

unduhanhatiAda pernyataan bahwa benar itu belum tentu baik. Sebaliknya baik belum tentu benar. Misal, seorang anak balita yang sedang suka-sukanya memegang sesuatu, maka biarkanlah dia beraktivitas. Dia benar sesuai kodratnya untuk menggunakan otot-otot jemarinya. Namun bila dia meremas-remas pisau dapur, tentulah ibu atau bapaknya atau yang melihatnya akan bereaksi protektif. Sebaliknya bila si ibu yang sedang masak sebagai bukti dan bakti kebaikan kepada keluarga, namun mengayun-ayunkan pisau sambil menimang-nimang balitanya tentulah tidak benar. Orang yang melihatnya juga miris meski ibu itu sedang berbuat baik untuk keluarga.

Demikianlah tentang valentine day yang menjadi pro kontra setiap Februari 14. Jiwanya bahwa valentine day itu upaya mewujudkan ekspresi kasih sayang kepada semua makhluk adalah kebaikan. Baik jika kita selalu menyangi ibu yang melahirkan kita. Sayang kepada bapak yang mensponsori kehadiran kita ke dunia. Sayang kepada kakak, adik yang satu pabrik dengan kita. Juga sayang kepada binatang, tumbuhan serta lingkungan sebagai sesama ciptaan tuhan. It’s ok and you are is good people, Browww!

Valentine day, terlepas dari siapa dan latar belakang sosial atau agama apapun sebagai pencetusnya bernilai kebaikan. Namun kemudian terjadi salah kaprah bahkan cenderung pembelokan dari nilai-nilai kasih sayang itu. Bila diekspresikan dengan cara-cara yang bertentangan dengan nilai-nilai budaya ketimuran yang kita anut. Bila justru menimbulkan hal yang kontra normatif. Melawan arus sosial budaya atau agama. Maka kita bertanya, adakah adat dan budaya di Nusantara ini yang membolehkan pergaulan intim laki dan perempuan secara bebas bagaikan ayam? Adakah agama yang membolehkan penganutnya berperilaku sex bebas sebagaimana layaknya dunia binatang?

Inilah sebenarnya yang dikhawatirkan masyarakat yang menjunjung tinggi nilai moral adat, budaya serta agama. Bukan aroma kasih sayangnya itu sendiri tetapi penyimpangan dari kesalahkaprahan itu. Seluruh tokoh masyarakat serta agama apapun tentu sepaham bahwa cinta dan kasih sayang itu adalah anugerah terindah yang diberikan tuhan. Namun demikian perwujudanya tidak boleh melanggar norma-norma moral sosial itu sendiri.

Maka benarlah reaksi Bapak Wayan Gatra, Kadisperindag Denpasar dalam menanggapi paket coklat+kondom yang dijual di mini market dan mall. Dia menyatakan, ” Secara prinsip ini sudah berkaitan dengan moral, karena secara langsung jika memang ada paket tersebut akan mengajak anak muda untuk berbuat yang tidak baik!” (radar Bali).

Demikian juga reaksi MUI, Majelis Ulama Indonesia yang langsung tancap gas melindungi umatnya dengan memfatwakan haram. Ibarat bapak yang sangat sigap untuk memproteksi anak balitanya yang sedang memegang granat. Granat lho, bukan mercon apalagi pisau dapur!

Tinggal kita tunggu kepedulian tokoh-tokoh agama lain dalam bahu-membahu menyelamatkan masyarakat Nusantara dari cengkraman nilai-nilai yang bertentangan dengan nilai-nilai adat dan budaya ketimuran. 

Maka biarkanlah, si Valentino dan si  valentina valentinan sedangkan si Joko dan mbak Sri di pelaminan.

10 March 2013

Oligarki

Kata politik identik dengan hal siasat atau strategi. Namun belakangan embel-embel licik dan kotor juga menemani kata politik itu sendiri. Hal ini tidak terlepas dari perilaku politikus yang terekspos di media selalu yg berbau negatif.Misal, terlibat korupsi dan konspirasi. Meski sejatinya politik bisa dieksplore sisi positifnya. Nah, trade mark yang sudah terlanjur melekat lalu menjadi stigma masyarakat umum bahwa politik itu berkarakter negatif dan bermakna mementingkan segala cara untuk mencapai tujuan. Sampai-sampai ada jargon politik yang mengatakan bahwa tidak ada kawan dan lawan , yang ada hanya kepentingan. Begitu kuatnya stigma ini sehingga bisa mengalahkan hal-hal positif dari makna politik itu sendiri.

austincrhonicle.com

austincrhonicle.com

Demikianlah yang terjadi manakala kehidupan masyarakat umum – segala lini- dlingkupi oleh aura politik. Syukur kalau  aura positif . Nah ,ini  yang negatif. Kebijakan yang seharusnya jauh dari sisi politik menjadi bias setelah terpengaruh aura politik. Politik sudah menjadi urat berakar dalam semua sendi kehidupan. Ibarat kanker stadium empat, menjalar kemana- mana. Yang paling tampak adalah politik mempengaruhi kebijakan para pejabat pendidikan.

Sejatinya dunia pendidikan yang lebih erat dengan dunia moral tak urung mendapat imbas tidak langsung dari pejabat politik. Bagaimana tidak kalau dinas pendidikan kabupaten berada dibawah kewenangan para bupati. Sedangkan bupati adalah kepala daerah yang diangkat oleh masyarakat atas wilayah politik. Secara normatif hitung-hitungan politik tentu ada program balas jasa dan investasi pencitraan. Balas jasa sang bupati kepada tim suksesnya dengan pengangkatan kepala dinas yang pro. Bahkan bisa diiringi pendepakan kepala dinas yang lama sebab kontra . Lalu investasinya berbentuk reward jabatan itu akan menjadi kantong-kantong suara dan kantong-kantong pencitraan atas keberhasilan kerja para bupati. Hal inilah yang tampak konyol manakala dunia pendidikan dibawa masuk ke dalam sistem balas jasa dan investasi pencitraan.

Pendidikan yang seharusnya bebas dari intervensi eksternal menjadi tidak nyaman dalam mengawal nilai-nilai edukatif. Misal, menanamkan kejujuran kepada peserta didik. Jujur dalam menjawab soal adalah sekelumit butir nilai yang harus ditanamkan seorang guru. Sebenarnya hal ini mudah djalankan oleh seorang guru.Misal, Ujian Nasional. Tinggal diawasi lalu ditunggu laporan jawaban siswa. Selesai sudah. Tapi ternyata sulit diterapkan. Guru yang nota bene pelaksana tingkat bawah sadar akan sendiko dawuh  kepala sekolah. Kepala sekolah juga harus mengamini apa kata kepala dinas. Dan wejangan kepala dinas sebagai corong investor pencitran itu cukup mengatakan bermainlah yang cantik. Kalimat inilah yang kemudian menjadi multi tafsir. Dalam bahasa gaul , “Maksud lhoh !”

Tags:
27 July 2012

Cara Downloud Video Ukg online di youtube

Mungkin Bapak ,Ibu guru  yang masih pemula terkadang kesulitan dalam mendownload video di youtube. Ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk download video dari youtube dengan gratis:

Langkah-langkahnya  sebagai berikut:

  1. Siapkan software IDM. Jika kita belum mempunyai perangkat lunak tersebut, kita bisa mendownload versi terbarunya disini Download IDM terbaru sekarang.
  2. Bukalah situs  youtube  di youtube.com.
  3. Carilah video klip favorit anda dengan mengetikkan kata kunci yang anda maksud, lalu tekan tombol search. Misalnya, kita masukkan kata kunci: video  ukg , maka akan ditampilkan semuavideo klip yang berhubungan dengan kata kunci tsb. Lalu kita pilih salah satunya.
    read more »

Tags:
21 July 2012

Al Fatihah bukan untuk dibaca (saja)

Bagi seorang muslim/mah surat Al Fatihah tidaklah asing. Sebab setiap sembahyang akan selalu dibacanya. Entah paham atau tidak terjemahannya. Bahkan terkadang yang  hafal pun,  belum tentu mengerti apa yang dimaksud. Pada umumnya Al Fatihah hanya kita baca dan hafalkan saja lafaznya. Al Fatihah hanyalah bacaan sambil lalu.  Padahal surat ini adalah doa, yakni sebuah permohonan agar kita ditunjuki jalan yang benar (lurus). Kita bermohon – dengan jalan yang benar  itu – kita akan menuju kepada Tuhan. Mestinya permohonan ini harus sudah dikabulkan ( ketemu jawabannya) jauh  sebelum mati. Lalu bagaimana nasib  kita yang akan pulang kepada sang khaliq itu kalau belum menemukan jalan yang lurus itu?

read more »

Tags: