Autobiografi

Bondowoso-Banyuwangi-Buleleng-Bangli

Bondowoso, 10 Juli 1967 adalah catatan dalam Surat Kenal Lahir yang ditorehkan orang tua. Di kota pensiunan ini saya habiskan masa kecil sampai kelas 4 SD Dabasah IV, sebab setelah itu Bapak Ibu pulang kampung ke Banyuwangi karena pensiun pada tahun 1978. Hari-hari sekolah pun dilanjutkan di SD Penganjuran II Banyuwangi. Awal yang sulit dari bahasa daerah Madura harus berganti ke bahasa Jawa. Tahun pertama  di kota pisang  ini, nilai raport kelas v tak karuan. Maklum adaptasi.

SD Penganjuran II ,Banyuwangi

Namun kelas VI luar biasa sebab  saya  bisa meraih juara meski hanya runer up.( juara I si Abdullah, gimana kabarnya ya?). Lulus dengan penuh kebanggaan tanpa kecurangan itulah yang dirasakan pada tahun 1980-an.Beberapa nama guru yang sempat saya ingat adalah Pak Mul, Pak Kun, Pak Busyairi ( KepSek) dan Pak Marwan, guru agama. Trima kasih ya ,Pak!

Berikutnya  bidikan sekolahan adalah SMP paling favorit di kota yang juga berjuluk kota gandrung, SMP Negeri I Banyuwangi. Alhamdulillah bisa diterima. Entah karena nilai atau Nepotisme , saat itu tak paham. Yang jelas ada fakta bahwa nilai SD saya bagus tapi juga ada Mas Bari kakak kandung ( yang saat itu guru honorer elektro di SMP itu). He…he…dua-duanya kali!

SMPN 1 Banyuwangi

Di sekolah ini , saya tak begitu menonjol prestasi. Hanya jadi siswa pas-pasan.Lazim sekali sebab siswa-siswi SMP ini adalah pilihan se kabupaten Banyuwangi. Mungkin kalau sekarang setara dengan predikat RSBI. Selama 3 tahun bisa bertahan tanpa reserve dan pada tahun 1983 bisa melenggang kangkung, lulus dengan NEM yang sudah diberlakukan saat itu.

Gapura SMPN 1 ( Kini)

Ada beberapa guru yang sampai sekarang  masih saya ingat  karena fenomenal dan kepiawainnya dalam mengajar yakni Pak Sarmadi ( maaf pak -mohon maaf lahir batin), Pak Qomarudin, Bu Sujiarto ( guru bahasa Indonesia yang pernah menempeleng saya), Pak Dhofir, Bu Sumarni, Pak Ari Subroto, Pak Soli, Pak Imam Sujalmono, dan Pak Thohirin.Yang lain-maaf-masih saya ingat-ingat!

Tiba saatnya masuk SMA, tujuan utama adalah SMPP. Sekolah ini adalah favorit ,idaman anak-anak berprestasi dan golongan the have (sebutan anak babe) . Sekolah yang terletak di seputaran Cung King menjadi rebutan. Seleksi pun saya ikuti. Entah karena murni atau nasib baik ( sebab ada teman bapak saya menjadi guru di sini) , saya diterima.

Gapura SMPP Banyuwangi (dulu-kini)

Masih low profil, maka jadi siswa pas-pasan ; IQ n Ekonomi. Enjoy aja saat itu- yang penting sekolah. Tiga tahun berlalu bertambah kenangan demi kenangan. Sudah banyak mengerti tentang dunia remaja. Komunitas muda yang siap sensasi dan jati diri. Endro ( Ponakan Pak Sarmadi)  yang terus menjadi teman akrab saat itu kini entah di mana. Sedang Yosafat , Suseno ,Kholik Ridha, Yusanto, Dedy Tambunan, Ahmad Fauzi masih sekali-kali sempat komunikasi. Buat mereka ; saya merasa kangen.

Kini : SMPP bernama SMAN 1 Giri

Pada tahun 1986 kepergian kami diiringi guru-guru yang terhormat : Pak Dardiri ( Terimakasih Pak atas semuanya), Pak Sean Sunarko, Pak Suparno, Pak Ida Bagus, Pak Made Widiang, Pak Sucipto, Bu Toliah, Pak Arjam, dan Pak Sadhono.

Kota Banyuwangi saya tinggalkan karena lulus Sipenmaru menjadikan Buleleng, Bali tempat selanjutnya. Kota panas , belahan utara pulau seribu pura ini menjadi harapan pasca SMA. Selat Bali saya seberangi. Diploma II , FKIP Udayana saya tapaki . Jurusan bahasa dan seni adalah baju almamater baru selama dua tahun. Di sinilah perlahan-lahan langkah pasti akan kehidupan nanti saya jalani. Suka duka seorang mahasiswa harus dilalui sendiri, jauh dari orang tua siap merantau. Bismillah, tahun 1986 berkas KTP Tanah Jawa saya cabut lalu angkat tancapkan kuku di Desa Kaliuntu, Singaraja. Mengalir begitu saja saat itu tanpa perencanaan sebelumya bahwa pasti menjadi penduduk Bali. Perlahan namun pasti satu per satu mata kuliah dilahap, meski waktu kuliahnya siang bahkan malam hari.

Fakultas Bahasa - Seni

Maklum saja jadwal diploma dominan dapatnya siang, sore dan malam. Sedang pagi milik S-I. Puji syukur berkat bimbingan dosen yang beragam akhirnya Ijazah dan Akta  DII dapat terselesaikan dan siap mengajar menjadi guru SMP. Wow….( gak nyana lho, kirain diploma itu urusannya departemen luar negeri). Trimakasih kepada  :Pak Suparman, Pak Son, Pak Lama,Pak Suandi, Pak Antara, Pak Gosong, Pak Seloka,Pak Bagus Sutresna, Pak Merdana, Pak Marta, Pak Rasna, Pak Wendra, Pak Sutama,  Pak Gede Artawan, Pak Artika, Ibu Pasmidi, Ibu Sulasmi, Ibu Astini,Ibu Sang Ayu, dan Ibu Sri. Tahun 1988 tamat D II.

Kampus Seribu Jendela

Pada tahun 1989 terpanggil dengan SK Mentri untuk menjadi guru SMPN 3 Kintamani di Satra. Dengan riang gembira melompat-lompat langsung saya ambil SK di gedung Ksirarnawa Denpasar. Cabutlah berkas KTP Penduduk Kaliuntu, Jalan Rajawali Gang Kalimertha untuk menjadi penduduk Kembangsari, Satra, Kintamani. Hidup dengan berpindah kos-kosan di Kembangsari maka trimaksih kepada Bapak Ra’i sekeluarga yang siap menjadi bapak angkat. Sebelumya terimakasih pula kepada bapak Beratha. Di desa asri dengan bunga warna-warni –khas iklim gunung- ini kulalui hari-hari awal menjadi guru dengan penuh kedinginan selama 4 tahun. Tahun 1993 saya pindah ke Kintamani Atas untuk kuliah di IKP PGRI Denpasar ( namun tak berhasil ) dan tinggal di Kampung Sudihati ,Kintamani. Berkas KTP-pun saya pindahkan dari Desa Satra ,ke kampung Sudihati ,Kintamani. Pada tahun 1994 saya harus tinggal di desa Songan dan menjadi penduduk Songan karena Sang tambatan hati , Yusita Indriana bertugas di SMPN 4 Kintamani di Songan, sebuah desa di kaki Gunung Batur yang tepat berada di  pinggir Danau Batur. Maka berkas KTP-pun harus di cabut dari Kampung Sudihati dan dipindah ke Desa Songan. Pada tahun 1996 saya pindah tugas antar kabupaten yakni ke Kabupaten Buleleng.Tepatnya ke SMP Negeri 2 Gerokgak, yakni sebuah sekolah yang berada di sebelah barat pura  Pulaki. Tahun 1997 sang istri juga saya mohonkan pindah ke kecamatan Gerokgak, Buleleng, Bali. Sampai sekarang saya menetap di sebuah desa bernama Sumberkima ( konon ada air bersumber di tengah-tengah kerang kima), Kec. Gerokgak, Buleleng,Bali. Semoga kami sekeluarga bisa bermanfaat untuk pendidikan di masyarakat Sumberkima ini.Amin

6 Comments to “Autobiografi”

  1. maaf,klau boleh tau siapa nama Anda….?
    Sy salah 1 lulusan smp 3 kintamani yg lulus thn 1990.
    Trims.

  2. Perjalanan hidup yang panjang sob….. Insya Allah berkah di dunia dan di akhirat….

  3. Slmt mlm pak..saya dewa dr singaraja…mau tanya seputar ambeien..sy trkna ambeien sdh parah ..itu kluar tonjolan bngkak dan kdang mngluarkn lendir..sakit dan terasa perih..duduk jg sakit..
    Yg saya tnykn bpk prnh brobat k dokter itu apkah mnjur? Mhn infonya

    • Kenyataannya, saya berobat ke dr. edy di klungkung hanya 2 kali balik. Namun, saya imbangi dengan terapi minum air putih setelah bangun tidur sebanyak 6-7 gelas. atau kurang lebih 1,5 liter. alhamdulillah ambein saya yang stadium 4 tidak pernah kambuh sampai sekarang. kalau pak dewa ingin coba silakan terapi airnya dulu.

Tinggalkan Komentar Ya!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: