Archive for November, 2012

10 November 2012

Makam ,Haram! – Hotel Halal, na’am!

Gonjang Рganjing pembongkaran makam rosulullah oleh Kerajaan Saudi Arabia (KSA ) menuai pro kontra.  

Inilah berita yang pro itu :

Lima tahun lalu, beredar selebaran dari Kementerian Urusan Islam Saudi atas rekomendasi Mufti Agung Saudi Abdul Aziz al-Syekh. Isinya mendesak penghancuran makam Nabi Muhammad, Abu Bakar, dan Umar. Seruan ini disokong para ulama Wahabi, sekte terbesar di Saudi, termasuk Syekh Ibnu al-Uthaymin.(http://www.merdeka.com).

Ini yang kontra :

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat KH Amidan mengatakan kabar yang menyebutkan Pemerintah Arab Saudi akan menghancurkan Masjid Nabawi beserta Makam Nabi Muhammad Saw adalah isu belaka. Dia menilai isu tersebut sengaja dihembuskan untuk mengadu domba kalangan Muslim, seperti diketahui Arab Saudi dalam manhajnya menisbatkan diri kepada dakwah Salafiyah.(http://arrahmah.com)

Analisis dan Tanggapan :

Wahhabisme¬†adalah¬†gerakan keagamaan[1]¬†atau¬†cabang[2]¬†dari¬†Islam. Gerakan ini dikembangkan oleh seorang teolog Muslim abad ke-18 (Muhammad bin Abdul Wahhab) dari¬†Najd,¬†Arab Saudi, yang menganjurkan membersihkan Islam dari “ketidakmurnian”. Wahhabisme adalah bentuk dominan dari Islam di Arab Saudi.[3]¬†Wahhabi telah mengembangkan pengaruh yang cukup besar di dunia Muslim di bagian melalui pendanaan masjid Saudi, sekolah dan program sosial. Doktrin utama Wahhabi adalah Tauhid, Keesaan dan Kesatuan¬†Allah.[4]¬†Ibn Abd-al-Wahhab dipengaruhi oleh tulisan-tulisan¬†Ibnu Taymiyyah¬†dan mempertanyakan interpretasi klasik Islam, mengaku mengandalkan¬†Alquran¬†dan¬†Hadits.[4]¬†Ia menyerang sebuah “kemerosotan moral yang dirasakan dan kelemahan politik” di¬†Semenanjung Arab¬†dan mengutuk apa yang dianggap sebagai¬†penyembahan berhala, kultus populer orang-orang kudus, dan kuil dan kunjungan ke kuburan.[4]Istilah “Wahabi” dan “Salafi” (serta¬†ahl al-hadith, orang-orang hadits) sering digunakan secara bergantian, tapi Wahabi juga telah disebut “orientasi tertentu dalam Salafisme”(http://id.wikipedia.org).

Kutipan dari http://wahabiindonesia.wordpress.com :… Muhamad bin Abdul Wahab ‘terbuka matanya’ dan dia melihaaaat bahawa banyak sekali amal ibadat Ummat Islam di Medinah berlawanan dengan Sunnah Rasul menurut kacamata Taimiyyahnya , umpamanya berbundung-bundung ke Medinah menziareahi kubur Nabi Muhamad saw, kubur Saidina Hamzah di Uhud , kubur Siti Khatijah di Al-Mu’la dan lain-lain perkuburan….

Tidak perlu bersusah payah mencerna alur pikiran yang pro pembongkaran. Sebab visi misi mereka jelas tampak tanpa tedeng aling-aling. KSA dalam hal ini adalah representasi kekuatan faksi wahabi telah lama memiliki target itu. Hanya strategi saja yang menyebabkan ekskusinya perlahan, namun pasti. Berdirinya  NU pada tahun 1926 MASEHI  adalah reaksi atas misi KSA  tersebut. Jadi berita pembongkaran makam-makam nabi dan sahabatnya adalah lagu lama yang diputar kembali.

Fakta kini :

 Awal tahun lalu Jerome melakukan peliputan investigasi. Hasilnya, dia menemukan bahwa selama lebih dari 20 tahun Kerajaan Arab Saudi telah melakukan vandalisme budaya dalam porsi yang mencengangkan. Situs-situs bersejarah di Mekkah dan Madinah, dua kota suci umat Islam, secara sistematis diboldozer. Situs-situs itu dibabat demi melapangkan jalan bagi pembangunan gedung-gedung pencakar langkit, hotel-hotel, dan pusat-pusat perbelanjaan. Mewah dan gemerlap. Satu kamar hotel, Jerome mencotohkan, memasang tarif termurah 500 dolar AS untuk satu malam!

Parahnya lagi, sebagian besar dari situs awal Islam yang dihapus dari peta dunia oleh rezim Saudi berhubungan langsung dengan jejak rekam Nabi Muhammad. Dari penjelasan arkeolog dan sejarawan Saudi Dr Irfan Alawi, Jerome memiliki daftar situs-situs yang telah hilang. Salah satunya sebut saja: rumah istri Nabi Siti Khadijah yang kini sudah berubah menjadi toilet. Lalu ada beberapa situs yang menunggu diratakan dengan tanah, yakni antara lain tiang-tiang tua dari periode Utsmani dan Abbasiah (Abad ke-17) di Masjidil Haram; rumah tempat kelahiran Nabi Muhammad; dan rumah paman Nabi Hamzah bin Abdul Muthalib.(http://www.islamtimes.org). Wallohua’lam bis sawab!

Prediksi : ¬†bila Anda pergi ke Arab Saudi dan berniat menziarahi makam Nabi Muhammad dan sahabatnya , laskar KSA akan mengusir Anda sambil menghardik, ” Haram…haram…la..la..!

Jika Anda bertujuan menginap di hotel mewah sambil menikmati pemandangan Ka’bah dari balik jendela hotel pencakar langit,” Halal..halal..na’am!

(Unta Nyletuk ) : Ente …majnun…dibahlulin mau aja! Makam no real, no dollar! Hotel is in come! THE NEW BERHALA majikanku!

Tags:
10 November 2012

Aqu – Lou dan Gue, Gitu Lhoh….

Behaviorisme menyatakan bahwa ada Stimulus РRespon dalam perilaku pembelajaran. Tokoh teori ini yakni Gage dan Berliner. Pembiasaan reaksi dari diri anak-anak setelah dipancing(penguatan) oleh eksternalnya. Terjadi perubahan perilaku sebagai hasil dari pengalamannya.  Contoh sederhana , bila setiap hari pada waktu yang sama kita membuka dapur lalu menebarkan biji-bijian maka ayam-ayam selalu meresponnya. Esok hari pada waktu yang sama demikian juga. Hari-hari berikutnya , kemunculan kita akan ditunggunya. Padahal sebelum diberikan penguatan itu, ayam liar dan tidak pernah menunggu di depan pintu dapur. Mario Teguh pernah menyimpulkan bahwa perubahan perilaku anak manusia ( uji coba pada bayinya sendiri) memerlukan waktu 5 hari .

Psikologi semacam ini sudah terjadi pada peserta didik. Kalimat, ” ...aqu, lho, gue , gitu lhoh! “, adalah hal yang lumrah didengar pada pergaulan siswa-siswi sekarang. Sedangkan diksi saya, kamu ,dan begitu tidak mudah lagi terdengar. ¬†Indikatornya, berapa kali siswa keceplosan mengucapkan aku saat berbicara dengan guru? ( situasi lokal sekolah kami). Puncaknya, ketika para siswa mendapat tugas Mapel Bahasa Indonesia dengan KD Pemeranan Drama, mereka lebih enjoy mengatakan lou – gue ( tapi bisa ditoleransi mengingat drama adalah ekspresi bahasa percakapan). Namun, di balik itu kefasihan dan kenyamanan melafalkannnya menandakan keterbiasaan penyebutan diksi itu.

Referensi – korelasi :

 Bagaimana tidak mengubah penampilan bahasa anak ( di desa ) kalau yang diaksesnya adalah tontonan ibu kota ? Sinetron ala gaul pada setiap chanel televisi selalu menstimulus setiap harinya. Bahkan tidak hanya sinetronnya, acara yang lainpun berbau miring dalam penggunaan bahasa Indonesia. Maka muncul istilah gaul yang disukai anak- anak muda (termasuk siswa-siswi kita, khan?) yakni bahasa alay dan lebay.

Akses lainnya sms, chat, kamfrog, yahoo mesengger, skpe, twitter, face book dan produk – produk lain teknologi kekinian mudah diakses dan fleksibel tinggi. Lentur dengan bahasa gaul yang mudah diplintar-plintir. Sah-sah saja memang, apalagi bahasa adalah konvensi – kesepakatan publik. Sepanjang disepakati dan dimengerti olah masyarakat – so what gitu lhoh ?Oleh karena itu , kita bersiap menuju era tampilan bahasa digital daripada penggunaan bahasa verbal. Alias : Berkomunikasi dengan orang lain tanpa pakai mulut. Hemmm, bagaimana jadinya, ya?

Tags:
9 November 2012

Toilet Sepanjang Jalan( is my country)

Dilland Warden,bocah 3 tahun saat berlari di seputaran rumahnya di Piedmont, Oklahoma, AS. Ia mungkin melakukan hal yang benar dengan tak kencing di celana, namun aksinya kencing di halaman rumahnya membuat ibunya dihadapkan oleh ancaman denda 2500 dolar atau Rp 23, 7 ¬†juta “.( Bali Pos, 9 November 2012)

Tanggapan :

” Hah, anak kecil!

” Hah,¬†kencing di halaman rumahnya sendiri?”

” Hah, 24 juta rupiah sekali kencing!” dan hah..heh..hoh…yang lain.

Itulah hukum Amerika. Polisi dengan disiplin melakukan tugasnya . Memberikan sanksi bagi pelanggarnya. Tanpa pandang bulu.Tanpa kompromi di bawah meja. Apapun alasan sang ibu, silakan hak jawab dilakukan di pengadilan.  Amrik adalah penganut liberalisme tapi tampak dari kasus itu tidak bisa juga sembarangan. Bebas tapi ada adabnya (sopan santun/etikanya). Aktivitas kencing si anak kecil meski di halaman rumahnya sendiri tetapi karena bisa dilihat oleh orang umum maka tetap saja polisi ngotot menilangnya.  Tidak tanggung-tanggung kalau dirupiahkan , yakni bisa beli dua sepeda motor baru nilai  dendanya.

Bagaimana dengan kita di Indonesia?

Kencing di pinggir jalan , di bawah rerimbunan pohon asam atau angsana, sambil memandang langit biru , hadap membelakangi lalu lalang mobil jalanan, enjoy ..enjoy aja tuh! Serasa tak bersalah sambil bersiul naikkan rensleting dan menggetarkan badan ¬†sebagai ¬†tanda finishing ritual hajatan . Wow, masa bodoh ah…..so must go on. Untung di setiap pohon asam tidak tertulis : ” Anjing biasanya kencing di sini! , Wk wkwwkwkwkw…………..”

Tags:
6 November 2012

Motivasi

Apa untungnya ketika harus memutuskan belajar lagi. Toh , sebenarnya Strata 1 sudah cukup untuk usia yang memasuki hampir 50 tahunan. Apalagi sudah pangkat pembina dan bergolongan empat A. Apa yang dikejar? Apa yang dihasilkan nanti? Jabatan ? Hemm, imposible. Bukannya menafikan sebuah kedudukan, namun faktor eksternal yang tidak memungkinkan. OK, so must go on!  Bukan meraih Eskudo ,lho!

Apa pasal? Ada pepatah populer menyatakan, ” Long Life Education ! ” Tapi belakangan ¬†baru saya ketahui bahwa pernyataan ¬†yang benar adalah ¬†Life Long Education. Yakni pendidikan seumur hidup. Rumus Arab menyatakan berilmu( bukan mencari ilmu) sampai ke liang lahat. ¬†Satu kalimat lain ,carilah ilmu sampai ke negeri cina. ¬†Implikasi maknanya bahwa kalau saya beli Eskudo (apakah produk Cina atau Jepang), tetap tidak akan dan tidak saya bawa mati. ¬†Ini yang menjadi motivasi utama. Paling warisan Eskudo itu akan jadi tumpangan yang hidup , rusak lalu di loak. Syukur tidak jadi warisan yang diperebutkan lalu sesama anak bermusuhan.

Motivasi berikut, bahwa ada anak-anak. Entah anak dalam arti denotatif atau pun konotatif. Yang jelas mereka tidak ¬†disable. Buta mata, buta rasa. Mereka punya insting , naluri, karakter kuat ¬†yang diwarisi dari orang tuanya. Secuil atau setitik gen karakter pun akan tampak pada diri anak. Lihat saja rambut, kuping, mata, cara jalan, hobi, insting, karakter mirip siapa? Andakah atau sang istri ? ( he..he…asal jangan mirip tetangga saja ,ya!) . Demikian pula hal yang abstrak. Misal, sifat ego, kaku, murah senyum, ramah, kuat daya pikir, suka musik, suka nonton televisi, senang baca, termasuk motivasi belajar yang kuat , deesbe , pasti akan turun temurun jatuhnya. ¬† ¬†Sebuah motivasi yang terjalin tanpa sadar secara vertikal ¬†atas dasar karakter gen terhadap – bapak/ibu kepada anak jasadnya.

Tidak menutup kemungkinan nilai motivasi ini tertular kepada anak didiknya karena ¬†publik figur. Guru adalah publik figur yang para digma lama menyebut ¬†digugu dan ditiru. ¬†Mengutip konsep terkenal oleh Bapak Pendikan, Ki Hajar Dewantara, ” Ing Ngarso Sung Tulodo, Ing Madyo Mangun Karso, Tut Wuri Handayani”.¬†

Hal lain adalah BONEK. Bondo Nekat, berbekal nekat untuk mewujudkan sandangan baru bukan papan baru bukan pangan baru. Meski Sandang, Papan dan Pangan adalah hal yang urgen. Dulu ketika umur 12 tahun sandangannya adalah SD. Lalu diraih SMP dan  SMPP. Ketika dewasa dan mulai kerja bersandang DII. Nekat lagi berselempang DIII. Tak puas dengan itu S.PD ( Insyaallah tidak berkarakter Sarjana Pedalem Dosen). Mudah-mudahan yang ini bisa dilalui dengan lancar meski nekat terseok-seok menyingkirkan tantangan dalam diri (antara lelah , pesimis dan optimis). Amin!

( For my wife : peluk aku saat berboncengan agar dingin malam dan hujan menjadi saksi bisu sepanjang perjalanan dan mari kita raih bukan dengan eskudo! )

( For my child : you are inpiration and take motivation !)

Tags: