Archive for November 14th, 2012

14 November 2012

Tahun Baru Hijriah adalah Bid’ah?

(Sebuah Presentasi Buat Yang akan Berangkat Suluk )

Bermula dari migrasi ¬†Nabi Muhammad SAW dari kota Mekkah ke kota Madinah pada bulan September ¬†tahun 622 Masehi adalah istilah ¬†hijrah = pindah. Momen ini pada kemudian hari ( sepeninggal Nabi ) , yakni zaman kekhalifaan Umar bin khatab dijadikan patokan penentu ¬†awal bulan kalender Islam. Tanggal 1 Muharram Tahun baru Hijriah.¬†Selanjutnya urutan bulannya disebut Safar, Rabiul Awal, Rabiul Akhir, Jumadil Awal, Jumadil Akhir, Rajab, Sya’ban, Ramadhan, Syawal, Dzulkaidah, dan dzulhijjah.

Bagaimana rasio – refleksinya ?

1. Kalender Hijriah adalah bid’ah! Karena bid’ah, segala produk ikutannya juga bid’ah. Bid‚Äėah¬†¬†dalam agama¬†Islam¬†berarti sebuah perbuatan yang tidak pernah diperintahkan maupun dicontohkan oleh¬†Nabi Muhammad SAW¬†tetapi banyak dilakukan oleh masyarakat sekarang ini. Hukum dari bidaah ini adalah¬†haram¬†( wikipedia).

Refleksi: Janganlah gampang dan gemar mem- bid’ah- kan segala amalan sesaudara muslim. ¬†Alangkah baiknya perkaya dengan beberapa referensi khalayak. Misal, bukunya¬†Al Ustad Al Habib Noval bin Muhammad Alaydrus dengan judul ¬†:¬†Ahlul Bid’ah Hasanah – Jawaban Untuk Mereka yang Mempersoalkan Amalan Para Wali

2. Bulan Muharram adalah bulan memandikan keris. Di pulau Jawa (terutama Jawa Tengah ) kegiatan memandikan keris pada bulan Muharram adalah hal lumrah. Kegiatan 1 suro sebut mereka ( bukan Surau = Musholla Рbhs. Melayu). Tentang ini http://margaluyu-pusat.blogspot.com menyatakan bahwa jamasan Keris atau mandi keris atau yg sejenis itu dilakukan oleh para orang tua kita di zaman dulu, adalah hanya ditujukan untuk ANAK BALITA sampai usia 7 TAHUN. Hal tersebut diyakini sebagai saran untuk tolak Bala mencegah agar anak-anak tidak gampang diserang penyakit.

Keris dicelupkan kedalam sebaskom air yang berisi “bunga setaman”, Setelah diberi do’a kemudian diketuk- ketuk tepi kersisnya ke sekujur tubuh anak. Keris yang biasa dipakai adalah keris yang lurus tanpa luk. Namun jika tidak ada keris yg lurus, keris yang ada luk nya juga bisa dipakai namun harus lebih hati hati agar tidak melukai kulit anak yang masih sangat lentur.

Analisa ilmiah dari Jamasan Keris atau mandi keris.
Keris atau Keris Pusaka umumnya diberi WARANGAN (racun) tertentu, yang memiliki efek pestisida atau memiliki efek mampu membunuh insect atau bakteri. Dan bersifat anti oksidan (tahan korosi). Oleh karena itu tidak aneh jika keris- keris yang ada, warangka (sarung) nya tidak lapuk dimakan rayap. Tahan hingga puluhan bahkan ratusan tahun, serta bilah keris tidak berkarat.

Refleksi : 

Kalaulah demikian, konteks kekinian tidak perlu lagi jamasan keris itu. Sebab obat-obatan medis serta pakar medis untuk balita sudah ada di mana-mana bahkan pelosok desa. Ritual itu pasti akan luntur sendiri, sejalan dengan pemikiran maju generasi serta perkembangan jaman.

3. Hijrahkan diri.  Nabi Muhammad SAW dan pengikutnya saat itu ,yang hanya 11 pria dan 4 wanita  menghijrahkan diri  ke Abisinia  untuk menghindari fitnah dan gangguan kau Quraiys.  Mencari tempat perlindungan yang aman untuk tetap mempertahankan agama. Menariknya Nabi Muhammad memilih Abisinia, negeri yang yang rakyatnya menganut Kristen ( http://www.republika.co.id).

Refleksi : 

Tentu hijrah dalam pengertian ini tidak relevan pada situasi kekinian. Karena umat Islam Indonesia tidak dalam posisi terfitnah dan terancam. Yang relevan justru  memigrasikan/menghijrahkan/ memindahkan diri yang batin kita masing-masing. Dari diri batin  yang kotor kepada diri yang bersih. Selama setahun yang lalu kita negatif thinking kepada orang lain mari berubah menjadi positif thinking pada tahun yang baru ini. Prinsipnya , hari ini lebih baik dari hari kemarin dan besok harus lebih baik dari hari ini. Bersihkan hati, bersihkan diri.

¬†‚ÄúBahwasanya hati itu itu kotor seperti besi yang berkarat dan pembersihnya adalah Dzikrullah!”,¬†

‚ÄúBagi setiap sesuatu ada alat pembersihnya, dan alat pembersih hati adalah ‚ÄúDZIKRULLAH‚ÄĚ ! “

Perumpamaan orang yang berzikir kepada Robbnya dan yang tidak, seumpama orang hidup dan orang mati. (HR. Bukhari dan Muslim) 

Nyanyian dan permainan hiburan yang melalaikan menumbuhkan kemunafikan dalam hati, bagaikan air menumbuhkan rerumputan. Demi yang jiwaku dalam genggamanNya, sesungguhnya Al Qur’an dan zikir menumbuhkan keimanan dalam hati sebagaimana air menumbuhkan rerumputan. (HR. Ad-Dailami)

Maukah aku beritahu amalanmu yang terbaik, yang paling tinggi dalam derajatmu, paling bersih di sisi Robbmu serta lebih baik dari menerima emas dan perak dan lebih baik bagimu daripada berperang dengan musuhmu yang kamu potong lehernya atau mereka memotong lehermu? Para sahabat lalu menjawab, “Ya.” Nabi Saw berkata,”Zikrullah.” (HR. Ahmad dan Ibnu Majah)

¬†Menang pacuan “Almufarridun”. Para sahabat bertanya, “Apa Almufarridun itu?” Nabi Saw menjawab, “Laki-laki dan wanita-wanita yang banyak berzikir kepada Allah.” (HR. Muslim)

Apabila kamu melewati taman-taman surga makan dan minumlah sampai kenyang. Para sahabat lalu bertanya, “Apa yang dimaksud taman-taman surga itu, ya Rasulullah?” Beliau menjawab, “Kelompok zikir (Kelompok orang yang berzikir atau majelis taklim).” (HR. Tirmidzi dan Ahmad)

( Semoga Lancar, Sukses dalam Lindungan Allah SWT!)

Tags: ,
14 November 2012

Tanpa Tanda Jasa?

………………………………..

Wahai kaum guru semua
bangunkan rakyat dari gulita
Kita lah penyuluh bangsa
pembimbing melangkah ke muka

Insyaflah ‚Äėkan kewajiban kita
mendidik mengajar p’tra putri
Kita lah pembangun jiwa
pencipta kekuatan negara

……………………………………

Kutipan syair Mars PGRI , karya Endropranoto itu akan berkumandang serentak di jagat Nusantara pada tanggal 25 November 2012. Momen ini adalah merayakan Hari Guru Nasional dan Hari Ulang Tahun ke- 67 PGRI. Guru, yang dalam paradigma lama harus digugu dan ditiru mengalami metamorfosa. Salah satunya adalah jargon ” Pahlawan Tanpa Tanda Jasa ” yang diganti dengan ” ¬†Pembangun Insan Cendikia”. ¬†Coba cek lagu Hymne Guru, karya Sartono ( versi feformasi).

Namun, tidakkah ini sebuah langkah yang grusa-grusu? Karena tren reformasi , lalu ikut-ikutan mereformasi?

Belakangan baru kita sadar bahwa sosok guru itu tidak hanya menjadikan siswa cendekia (tajam pikiran, cerdas atau pandai) tetapi juga berkarakter baik ( berbudi pekerti, berakhlaqul karimah, jujur dsj). Fungsionalitas guru mestinya tetap pada  2 rel , yakni mendidik dan mengajar. Mendidik melingkungi hati, jiwa, budi, olah rasa, karakter tingkah laku. Sedangkan Mengajar lebih penekanan kepada fisik, pikiran, otak, olah raga, karakter kecerdasan. Singkat kata mendidik adalah membangun sisi batiniah peserta didik dan mengajar membangun sisi jasmaniahnya.

Asumsi sederhana, peserta didik bisa jadi bertalenta cerdas pikiran tapi tingkah lakunya merugikan masyarakat umum. Tawuran siswa, teroris, hacker, Pembobol ATM, koruptor adalah contoh kasus yang kalau ditelisik banyak dilakukan oleh orang-orang yang cerdas, orang yang kaya pikiran tetapi miskin hati nurani. Mereka tidak bisa memilah dan memilih dengan kendali hati terdalam. Solusi baginya adalah nalar logika atau pikiran. Termasuk pengajaran agama dianggapnya hanya sebagai hukum halal dan haram saja. Bagi mereka , kitab suci adalah kumpulan tekstual, padahal ada sisi kontekstualnya.

Pada konteks mendidik inilah seorang guru berperan lebih luas, lebih besar, lebih kompleks demi kebaikan karakter anak didiknya. Tentu hal ini tidak bisa diukur dengan norma penilaian kuantitatif. Skop kebaikan hati adalah abstrak dan tidak instan bahkan tidak bisa diukur dengan pasti. Butuh waktu dan ketekunan dalam memperjuangkannya.  Pencapaian hasilnya pun justru didapat  setelah  anak didik tersebut telah lama lulus dari sekolah. For a long time . Hal inilah yang tidak bisa direward pada jasa guru. Jadi benarlah bahwa guru adalah pahlawan tanpa tanda jasa.

” Membangunkan rakyat dari gelap gulita , ¬†menjadi penerang anak bangsa ¬†agar bisa membimbing melangkah kemuka adalah sesuatu yang memerlukan komitmen tinggi , tanpa mengharap jasa!”

” Maka sadarlah bahwa kewajiban guru adalah mendidik dan mengajar putra-putri Indonesia. Gurulah yang membangunkan jiwa agar tercipta kekuatan negara sebab jika generasi kuat ¬†maka negara akan ¬†kuat! ”¬†

Pada sebuah kelakar , ” Anak didiknya sudah menjadi insyinyur, dokter, mentri bahkan presiden, gurunya -ya tetaplah – seorang ¬†guru!”

SELAMAT HARI GURU NASIONAL – SELAMAT ULANG TAHUN PGRI, SEMOGA TETAP ABADI NAN JAYA !

Tags: , ,