28 September 2014

Pilkadal atau Pilkawan

Heboh pemberitaan RUU Pilkada yang ditetapkan menjadi UU oleh DPR menuai pro kontra. Bahkan kabarnya Pak Beye dibully karena ini. Namun, sebenarnya hal ini sangat tambah menarik karena menjadi ikon pertarungan kedua kubu sebagai ikutan pilpres di bulan lalu. Yakni ada kubu Koalisi Merah Putih (KMP) dan kubu Jokowi. Padahal seandainya peristiwa itu terjadi jauh sebelum pilpres atau berdiri sendiri dan tidak ada pengaruh kubu-kubuan itu maka kemungkinannya pilkada oleh dewan (DPR/DPRD) mudah diterima. Yang semula PILKADAL (Pilihan Kepala Daerah Langsung oleh rakyat) menjadi PILKAWAN (Pilihan Kepala Daerah oleh Dewan). Why not?

Pertanyaan simpel itu agak rumit menjawabnya. Tetapi baiklah, bahwa pada sebagian warga seperti saya misalnya bahwa pilkadal itu mengandung fakta yang negatif. Saya sebagai pendidik memang suka telmi(telat mikir) dan kuper(kurang pergaulan) kalau menyangkut politik, meski tidak bisa disebut buta politik sebab berbagai info seliweran di media massa. Karena emoh dan wegah saja penyebab telmi dan kuper politik.

Jujur, saya sudah punya filing bahwa pilkadal itu punya fakta negatif jauh sebelum ini. Mungkin filing kita sama, manakala euforia reformasi menjadi tayangan bebas kebablasan di depan mata. Fakta bahwa masyarakat terbelah menjadi pro kontra pada pilihan gubernur atau bupati misalnya, berlanjut dalam pertentangan psikis dan fisik. Baik sebelum, pada saat dan setelah pilgub/pilbup berlangsung. Adu mulut, adu jotos, adu senjata tajam terus menjadi konsumsi empuk sang wartawan sebagai head line news. Rakyat terkotak-kotak dan terkoyak-koyak sendi-sendi kerukunannya. Kilas balik dari kran reformasi dibuka selebar-lebarnya pada tahun 98-an sampai sekarang masih berlanjut tawuran hajat politik itu. Konflik horisontal!

Yang lebih memprihatinkan lagi dunia pendidikan menjadi korban pilkadal. Kepala sekolah,guru serta siswa adalah objek empuk yang menjadi sasaran mendulang suara calon kepala daerah. Dengan sistem lingkaran setan perpolitikan yang salah, pendidikan terseret kepada arus politik balas jasa dan balas dendam. Maka tidak heran banyak kejadian di berbagai daerah hanya gara-gara hiruk pikuk pilkadal ada guru yang naik jabatan dan tidak sedikit juga yang turun jabatan sebab mutasi balas dendam. Inilah konflik birokrat! ( Baca juga, Oligarki). Inilah yang dinyatakan oleh Undang-undang Aparatur Sipil Negara (ASN) yang telah diundangkan pada tahun 2014, pada BAB I Ketentuan Umum, Pasal 1 butir 5 bahwa Manajemen ASN adalah pengelolaan ASN untuk menghasilkan Pegawai ASN yang profesional, memiliki nilai dasar, etika profesi, bebas dari intervensi politik, bersih dari praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme.

Itulah salah satu dampak dari Pilihan Kepala Daerah secara Langsung oleh Rakyat. Hal di atas memang kasuistis dan tidak bisa digeneralisasi. Sebab kematangan dan kedewasaan berpolitik dari semua lapisan warga lah yang menjadikan politik berjalan di atas jalan yang benar apapun sistemnya. Bahkan pilihan kepala daerah oleh dewanpun (pilkawan) tidak bisa juga terjamin lebih baik dari pilkadal. Namun, dari sisi konflik horisontal dan konflik birokrat pilkawan lebih minim. Yang beradu argument di dalam gedung, silakan! Biarkan rakyat tenang dalam damai sambil mendengarkan kicau burung-burung!

Tags:
17 July 2014

Pembahasan Jurusan-Jurusan Biologi di Universitas

sutrisnomuh:

Referensi bagi yang sedang galau!

Originally posted on Words of Joe:

Biologi adalah ilmu yang mempelajari mengenai makhluk hidup dan hubungan makhluk hidup dengan lingkungannya. Biologi merupakan salah satu dari 3 natural sains yang diajarkan di sekolah-sekolah menengah (fisika, kimia, biologi). Sekarang ini, biologi berkembang sangat pesat dan keberadaannya mutlak diperlukan dalam perkembangan teknologi sejak berbagai penemuan seperti genetika, bioteknologi, mikrobiologi, dan obat-obatan herbal. Ditambah lagi isu-isu mengenai “pemanasan global” mulai menyentuh bidang ekologi dan konservasi alam. Kesimpulannya, bisa saya katakan lulusan-lulusan biologi akan sangat diperlukan di masa yang akan datang.

Apa yang saya bahas disini semata-mata berdasarkan analisis, pengamatan, dan opini saya sendiri. Oleh karena itu, saya minta maaf jika ada kesalahan yang saya buat mengenai pembahasan ini.

1. Biologi


BiologyKeterangan: Biologi berdiri dibawah naungan Fakultas MIPA atau di beberapa universitas berdiri di fakultasnya sendiri (Fakultas Biologi). Biologi di universitas memfokuskan kepada studi mengenai hewan dan tumbuhan sementara studi mengenai manusia lebih diarahkan pada kedokteran dan psikologi. Jurusan ini memiliki…

View original 1,524 more words

1 June 2014

Fenomena Terbalik Capres – Cawapres

Ada yang saya amati ketika KPU menyelenggarakan Rapat Pleno Terbuka pengundian nomor urut capres – cawapres hari Minggu, 1 Juni 2014 di Jakarta. Pengamatan tersebut  menemukan beberapa fakta yang menarik. Fakta itu ternyata bisa dikatakan bermakna terbalik dengan image atau gambaran yang dipopulerkan oleh media. Rangkuman fakta terbalik itu sebagai berikut. Continue reading

21 May 2014

Di Sudut Taman Surau: dari Kyai sampai Capres

Mbah Kyai Kholifah  yang akrab dipanggil Bang yai baru turun dari sholat dhuha. Beliau berjalan ke Taman belakang  yang asri bertujuan menghirup udara segar di pagi hari. Di sudut taman dekat kolam ikan tampak Ansor (anak surau/penjaga surau) sedang berdiri di tepi kolam.

” Dik Abdi ! “, sapa Mbah yai.

Nggih, Bang ! “, jawab Abdi lirih sambil menghampiri Mbah yai.

” Minta tolong Dik ya. Buatin kopi item yang panas, bisa?”

” Oh, bisa Bang…bisa”, agak kikuk seketika tergopoh Abdi pergi ke dapur, ” Astagfirullah! Aku lupa.Bukahkah memang tugasku untuk buatkan kopi Bang yai.

” Maaf, Bang lupa sediakan kopi panas he..he… Itu tadi Bang, ada binatang yang nyemplung ke kolam berburu ikan. Jadi saya usir tadi. lalu Bang yai panggil saya tadi itu”, Abdi nyerocos sambil sodorkan kopi ke hadapan Mbah yai.

” Ah, gak papa. Sini duduk dulu sama saya. Ayo ngopi sambil lihat kolam, barangkali binatang itu balik lagi. Dik Abdi pake lepeannya, saya pake cangkirnya! “, mbah yai menuangkan kopi panas di lepean.

Nggih Bang….”, dengan tersipu Abdi si ansor tidak berani menolak ajakan mbah yai yang disegani di kalangan surau itu. Dengan membetulkan sikap duduknya Abdi sudah duduk di gubuk tepi kolam berhadapan dengan Mbah yai merengkuh lepean berisi kopi panas.

Sejurus kemudian kedua orang itu hanyut dalam sruputan kopi panas masing-masing, ” Sriutttt…..! Hemm..Alhamdulillah!”.

Abdi merasa puas ternyata Mbah yai menikmati kopi buatannya. Abdi hanya bisa bergumam dalam hati tak bisa berkata-kata. Sungkan dan canggung rasanya duduk bersama di atas dangau dengan mbah yai  yang sudah banyak makan asam garam dalam berguru olah hati. Abdi diam kaku membisu…..

” Dik Abdi….!”, tegurun Mbah yai menyentak lamunannya.

Nggih, Bang!” , jawab Abdi spontan.

” Guru kita sekarang ini tengah melontarkan gagasan NO GBPF! Tidak boleh Gosip, Bergunjing, Prasangka dan Fitnah. Oleh karena itu sebagai murid yang taat kepada guru, kita yang harus menjalankan amanat ini tanpa syarat”, Mbah yai mulai serius.

” Anu, Bang! E..e..itu sulit kayaknya dilakukan. Lebih sulit daripada sholat lima waktu. Bahkan lebih sulit daripada berpoligami!’, lontar Abdi sekenanya.

Hussst! Itu gak bisa dibandingkan gitu. Sholat itu ya kewajiban. Gerakannya itu urusan persendian, sementara GBPF itu urusan pikiran ngeres dan lidah yang tak bertulang. Juga gak bisa dibandingkan dengan poligami. Itu kan urusan kebutuhan sosial ….!

” Ya itulah Bang, karena berhubung lidah maka di TV dan di PESBUK  tuh banyak ngomong sak kenanya sendiri. Ngalor ngidul, kangin kaoh kata orang Bali, apalagi menjelang pilpres begini Bang!, si ansor yang sering nongkrongin TV ini mengalihkan pembicaraan.

” Wealah…maksutmu gimana toh Dik?”

” Itu lo Bang, pendukung masing-masing CAPRES/CAWAPRES saling menjelekkan. Kata pendukungnya JwJk kalau Bowo – Hatta itu begini begitu. Sebaliknya juga demikian, JwJk itu begitu begini! “

” Oh, alah…Dik…Dik! Begini lho. Dalam masa kampanye nanti pasti ada dua hal yang digembar-gemborkan oleh pihak lawan. Satu, adalah kampanye negatif. Dua, kampanye hitam.”, mbah yai menyeruput lagi kopi di cangkir yang mulai dingin.

” Bedanya apa itu, Bang!”, ansor penasaran yang suka berita politik ini semakin mendekatkan duduknya sambil memandang air kolam.

” Kalau kampanye negatif, kampanye yang melontarkan hal-hal negatif milik lawan namun benar terjadi. Maksudnya, pihak lawan  memang pernah melakukan hal negatif seperti yang disebutkan itu lalu hal negatif itulah yang dipakai bahan untuk menyerangnya. Misalnya, Dik Abdi pernah lalai tidak memberi makan ikan di kolam ini lalu ikannya mati. Nah, kelalaian tugas Dik Abdi ini dipakai bahan untuk menjelek-jelekkan Adik oleh pihak lawan Dik Abdi. Ini namanya kampanye negatif .”

Sambil manggut-manggut Abdi bertanya dedes (terus) , ” Lalu, kalo kampanye hitam Bang!”

” Kayaknya, Dik Abdi ini seneng sekali  dengan dunia politik ya? Begini…begini, Black Campaign atau kampanye hitam itu bila materi yang dipakai untuk menjelekkan lawan itu tidak benar adanya. Ya…macam dugaan saja itu lah (mbah yai menirukan logat orang Batak). Belum tentu kebenaran faktanya, tidak ada keputusan pengadilan yang menetapkan bahwa dia bersalah, tidak ada bukti yang melihatnya tentang perbuatan negatif itu lalu dipakai bahan untuk menghantamnya. Atau pendeknya tidak sesuai dengan kebenarannya. Misal, Dik Abdi ini dikatakan meracuni ikan-ikan di kolam ini sehingga banyak yang mati. Padahal yang mengatakan itu tidak melihat langsung, Mereka hanya menduga, berprasangka, lalu menggosipkan akhirnya jatuh juga kepada fitnah. Nah, itulah kampanye hitam Dik! Gimana?” tanya mbah yai menantang si ansor.

” Kalo gitu, yang mana dibolehkan Bang!” , wuih..wuih si ansor kritis ini rupanya tak kehabisan pertanyaan juga.

Tak pelak Mbah Kyai Kholifah agak merenung juga jadinya. Namun beberapa saat kemudian sambil turun dari tempat duduknya merangkul Abdi si ansor menatap ikan-ikan yang mulai gelisah minta jatah makan. Sambil menepuk-nepuk bahu abdi, Lalu katanya.

” Dik Abdi, dulu Adik pernah salah –  lupa kasih makan ikan-ikan itu sehingga mati. Maka sekarang, jangan terulang lagi, buruan kasih makan segera. Itulah tobat yang sebenarnya – tobat nasuha, jangan diulangi lagi. Allah mengampuni kesalahan Adik! Sedangkan bangkai,  jangan kau makan. Apalagi bangkai saudaramu. Menjijikkan. Itulah hakikat Gosip, Bergunjing, Berprasangka dan fitnah! 

Bulu kuduk Abdi seketika  merinding ngeri. Sambil berlalu hormat kepada Mbah yai pamit untuk mengambil konsentrat makanan ikan, ” Iya …Bang! Ya..Bang!”

Di kejauhan di sudut seberang kolam tampak binatang predator ikan menunggu lengahnya  Abdi, si ansor penjaga Surau.

Mbah yai beranjak pergi sambil memutar tasbihnya pelan…pelan, namun pasti berkonsentrasi.

 

 

 

Tags: ,
27 April 2014

Capres Sodomi Perawan Australia (Na)Jis

Suatu kebetulan atau tidak, beberapa peristiwa menyelingi pemberitaan media asing, nasional maupun lokal seiring akan dilangsungkannya PESTA RAKYAT INDONESIA di Bulan Juli nanti.

1. Mungkin benar kalau ada analisis yang menyatakan bahwa Konspirasi Asing mewarnai pemilihan presiden di Indonesia. Kekayaan Indonesia yang melimpah ruah sudah dari dulu menarik minat Asing. Amerika, Inggris, Belanda dan Jepang adalah faktanya pernah menjajah Indonesia secara fisik. Tidak tangung-tangung 350 tahun ,lho! Relakah mereka melepas begitu saja? Secara fisik mungkin ya, namun secara diam-diam dengan trik konspirasi tingkat tinggi mereka  membidik budaya dan nilai ketimuran. Hedonis, kapitalis, dan liberal berbalut HAM sudah mengantikan nilai agamis, kerakyatan, dan demokrasi Pancasila. Buahnya sudah kelihatan antaranya kepentingan Asing cukup mudah bercokol lalu mengeruk kekayaan bumi, hutan dan lautan. Cukup  tekan Presiden Indonesia secara sistemik dan politik maka emas, berlian, gas alam, dan ikan   melayang ke negara mereka. Presiden hanyalah boneka Asing yang tidak bisa berbuat banyak untuk bangsa rakyat dan negaranya. Tidak berkutik sebab mirip dihipnotis. Inilah konspirasi. Olah karena itu pilihlah presiden yang bisa membangkitkan jati diri bangsa Indonesia dan tidak mau berlindung di ketiak bangsa Asing! Bedakanlah antara modern dan (western) kebarat-baratan!

2. Sodomi adalah berita heboh berikutnya. JIS sekolahan yang berlebel International ternyata sarang kaum Sodom. Nama ini adalah tempat Nabi Luth diutus untuk memperbaiki akhlak umatnya di negeri Sadum atau Gomorrah. Akhlak mereka sudah bersifat hewani. Homoseksual dan lesbian menjadi adat kebiasaan. Kodrat hubungan intim dengan lawan jenis dalam bingkai rumah tangga mereka ingkari. Mereka ganti dengan hubungan sejenis laki dengan laki (gay, homo, waria) perempuan dengan perempuan (lesbian). Akibatnya hubungan intim mereka lewat tempat pembuangan BAB (anus) atau liwath. Merekalah kemudian jijuluki melakukan sodomi, yang sekarang kita katagorikan kelainan seksual. Kriminal seks ala JIS inilah sekarang yang diselidiki Polri. Kalau terbukti nyata ada fakta, JIS menjadi NA(jis).  Najis (Najasah) menurut bahasa artinya adalah kotoran. 

Guru-guru asing yang kisaran gajinya 100 juta/bulan di JIS sedang diselidik. Merekakah yang menularkan penyakit psikologsi itu? Selalu asing, selalu asing meski tidak semuanya yang berbau asing itu negatif. Bule-bule menularkan seks bebas,  HIV, seks menyimpang  pedofil berbalut kunjungan turisme atau kedok yayasan melindungi dan menyantuni anak-anak pribumi. Penjajahan idealisme berhasil memporak-porandakan nilai kearifan lokal. Nilai leluhur yang sarat makna sopan santun ketimuran.

3. Pesawat virgin Australia dibajak? Kehebohan ini mengalihkan pemberitaan Capres dan  Sodomi JIS. Apakah ini settingan untuk mengalihkan isu bahwa asing lewat dubesnya datang kepada salah satu capres 2019? Ataukah suatu kebetulan? Atau ada agenda lain di balik kehebohan isu dibajaknya perawan Australia itu? Ternyata orang mabuk. Demikian mudahkah orang mabuk di pesawat, yang konon disiplin dan pengamanan lembaga penerbangan asing  super ketat? Lalu kalau mabuk mengapa harus sinyal pembajakan yang dilaporkan?

Hipotesanya, adakah hubungan (musim) pencapresan, sodomi di JIS dengan ‘pembajakan’ virgin Australia?

Kalau ya, berarti konspirasi kalau tidak berarti tragedi!

 

Tags: , ,
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.